Sunday, December 8, 2019

Kisah Nabi Ibrahim as, Kekasih Allah yang Tidak Bisa Dibakar Api | Pegawai Jalanan

                       ilustrasi


Nabi Ibrahim as adalah nabi ke-6 dalam sejarah rasul Allah yang wajib diketahui umat Islam. Secara silsilah, Nabi Ibrahim adalah Ibrahim bin Azzar bin Tahur bin Sarush bin Ra’uf bin Falish bin Tabir bin Shaleh bin Arfakhsad bin Syam bin Nuh.
Sebagai seorang yang mulia, tugas Nabi Ibrahim as sangatlah berat. Karena dia harus dilahirkan di tengah-tengah masyakrakat jahiliyah yang musyrik dan kafir. Nabi Ibrahim dilahirkan pada tahun 2295 SM di negeri Mausul.

Sayangnya, ayah dari Nabi Ibrahim as adalah pembuat patung berhala yang juga mempercayai bahwa patung-patung itu adalah perantara manusia kepada Sang Khalik. Di tambah lagi, kaum jahiliyah di zaman Nabi Ibrahim memiliki seorang penguasa bernama Raja Namrud yang dengan sombongnya mengaku bahwa dirinya adalah Tuhan Semesta Alam. Anehnya, banyak sekali yang percaya pada pengakuannya tersebut.

Masa kecil Nabi Ibrahim

Semasa kecil, Nabi Ibrahim diasingkan ke hutan, di dalam sebuah goa yang mustahil akan ditemukan orang. Hal ini dilakukan dalam bentuk penyelamatan karena di zaman itu Raja Namrud mengeluarkan peraturan untuk membunuh setiap ada bayi laki-laki yang lahir.

Namrud melakukan hal itu karena dirinya tidak ingin digantikan oleh siapapun di muka bumi ini sebagai penguasa. Oleh karena itu, orang tua Nabi Ibrahim mengasingkannya ke sebuah hutan. Allah telah menunjukkan kuasanya dengan membuat Nabi Ibrahim tumbuh sebagai sosok lelaki yang tangguh hingga selamat dari segala macam marabahaya di dalam hutan.
Sampai akhirnya dirinya kembali ke tengah masyarakat dan melihat smeua orang seperti gila pada patung. Hampir setiap rumah dan tempat-tempat umum dipenuhi patung berhala agar dapat menyembah setiap waktu. Termasuk di rumah ayahnya yang memang bekerja sebagai pembuat patung berhala.

Lama kelamaan Nabi Ibrahim mulai bertanya-tanya pada dirinya. Di manakah Tuhan itu? Manakah yang dinamakan Tuhan? Kemudian Allah pun memberikan mukjizat pada Nabi Ibrahim yakni sebuah pemikiran cerdas, kritis, sekaligus mengutusnya sebagai penyampai keberadaan Allah SWT selama ini. Serta mengajak semua orang untuk senantiasa bertakwa kepada Allah SWT dan meninggalkan berhala-berhala yang tidak penting.

Nabi Ibrahim as Mencari Tuhan

Berkali-kali dengan pemikiran cerdasnya, Nabi Ibrahim as bertanya siapa sebenarnya Tuahan? Benarkah berhal aitu adalah Tuhan? Atau justru Raja namrud yang berkuasa itu adalah Tuhan?Kemudian dia melihat bulan dan bintang di malam hari, matahari di siang hari, ia berkata "Mungkinkah benda-benda itu Tuhan?"

Namun ternyata, bulan dan bintang menghilang dan matahari terbenam, lalu ia berkata, "Aku tak akan bertuhan kepada benda-benda seperti itu."

Allah SWT pun berfirman dalam Surat Al-An'am ayat 76-79

Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam". surah al-An'am ayat 76 
Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat".  surah al-An'am ayat 77

Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.  surah al-An'am ayat 78

Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. surah al-An'am ayat 79


Sejak saat itu pun dia meyakini bahwa bukan berhala-berhala itu Tuhan semesta alam. Allah kemudian membisikkan sebuah perintah kepada Nabi Ibrahim untuk mengajak orang menyembah pada Allah SWT, bukan lagi berhala. Jagat raya dan seluruh isinya serta hukum yang berlaku di dalamnya, cukup kuat untuk menjadi bukti keesaan Allah dan kebatilan perbuatan orang-orang musyrikin.
Nabi Ibrahim as cenderung kepada agama tauhid dan menyatakan bahwa agama-agama lainnya adalah batal, dan dia bukanlah termasuk golongan orang-orang yang musyrik. Dia seorang yang berserah diri kepada Allah SWT semata.

Nabi Ibrahim membuat murka raja namrud


    ilustrasi

Paham bahwa berhala bukanlah Tuhan, Nabi Ibrahim dengan kecerdikannya langsung merencanakan sesuatu pada Raja Namrud dan para pengikutnya.

Pada suatu hari Raja Namrud melakukan perjalanan keluar kota bersama sebagian besar pengikutnya selama beberapa hari. Wilayah kekuasaan Namrud pun nyaris kosong. Kemudian Nabi Ibrahim masuk dan menghancurkan semua berhala yang ada di wilayah Namrud. Semua patung-patung dihancurkan, meski dia tahu itu adalah buatan ayahnya sendiri.

Nabi Ibrahim as hanya menyisakan satu berhala yang tidak dirusaknya . Itu adalah berhala yang paling besar (induk) dari patung-patung yang lain,agar (merka kembali bertanya) kepada nya.

setelah Raja Namrud mengetahui semua patung berhalanya hancur ,maka raja namrud memerintahkan perajurit nya untuk menangkap pelaku perusakan tersebut, Salah satu pengikutnya yang kebetulan tidak turut pergi bersama Namrud mengatakan bahwa ada seorang pemuda bernama Ibrahim yang melakukan itu semua. Dipanggillah Nabi Ibrahim untuk menghadap Raja Namrud akhirnya nabi ibrahim di ajukan di persidangan tersebut 

Sang Raja berkata dengan geram: "Wahai Ibrahim, apakah kamu yang menghancur kan tuhan-tuhan kami? (Al-anbiyah : 62)
"Bukan!" jawab Ibrahim singkat. Mendengar jawaban itu, Raja Namrud semakin geram dan berkata: "Lalu siapa lagi kalau bukan engkau, bukankah kau berada di sini saat kami pergi dan bukankah engkau membenci berhala-berhala ini?"

"Ya, tapi bukan aku yang menghancurkan berhala-berhala itu.tapi patung  besar itulah yang menghancurkannya,maka tanyakan lah pada berhala itu jika mereka dapat berbicara.

Raja Namrud membantahnya: "Mana mungkin patung berhala dapat berbuat semacam itu!". Mendengar hal itu dengan tegas Nabi Ibrahim berkata: "Kalau begitu, kenapa engkau menyembah berhala yang tidak dapat berbuat apa-apa?"

Mendengar pernyataan Ibrahim, para pengikutnya tersadar dan terpikir oleh mereka Tuhan yang selama ini disembah tidak dapat melihat, mendengar, dan bergerak. Namun, Raja Namrud malah semakin murka karna hati telah tertutup dari kebenaran.

Nabi Ibrahim di Bakar

Karena Geram dan kesalnya Raja Namrud, akhirnya ia memerintahkan para tentaranya untuk menghukum Nabi Ibrahim dengan seberat-beratnya Nabi Ibrahim dihukum mati dengan  dibakar hidup-hidup.lalu merka mengumpulkan kayu sebanyak-banyak nya dan mengikat nabi ibrahim ,meletakan nya di manjaniq kemudian nabi ibrahim di lemparkan di kobaran api.

Menyaksikan proses pembakaran itu, Raja Namrud dan para pengikutnya tertawa dengan penuh kepuasan. Mereka mengira, Nabi Ibrahim telah hancur menjadi abu bersama api itu. Namun, begitu terkejutnya mereka setelah api yang menyala dahsyat itu tidak membakar nabi ibrahim dan hanya menyisakan cahayanya saja,  Nabi tiba-tiba berjalan keluar dari puing-puing pembakaran dengan selamat ,karena api tersebut menjadi dingin.

ada pun nabi ibrahin as selamat dari kobaran api tersebut semua itu karena kuasa allah swt yang bisa berbuat sekehendak nya.
sebagaimana yang di jelaskan dalam firman-nya ''sesungguhnya printah-Nya apa bila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya'' jadilah,maka terjadilah ia''.(QS Yaasiin : 82)
sehingga sifat api yang mula nya panas dengan mudah nya berubah menjadi dingin,dalam firman-Nya ''hai api menjadi lah dinginlah,sehingga menjadi keselamatan ibrahim.(QS. Al-anbiya : 68)

dalam buku kumpulan mustajab dan dzikir pilihan,menerangkan keutamaan dzikir hasbunallah wani'mal wakil yang arti nya (cukup allah yang menjadi penolong kami dan allah lah sebaik-baiknya pelindung)  maka nabi ibrahim berdoa kepada Allah SWT dengan doa tersebut.sebagaimana hadist nabi ibnu abas. Hasbunallah wani'mal wakil di ucapkan oleh nabi ibrahin ketika ia di lempar kan ke dalam kobaran api.

itu lah seklumit kisah nabi ibrahim yang selamat dari kobaran api,karena beliau selalu bertakwa dan bertawakal dan selalu percaya bahwa hanya allah lah sebaik-baik nya penolong,sehingga dengan kuasa nya menggubah api menjadi dingin seingga menyelamatkan nya.

waallahualam bishawab


penyunting : elanurhidayah
sumber (1) :https://www.merdeka.com/gaya/kisah-nabi-ibrahim-as-kekasih-allah-yang-tahan-dibakar-api.htmlsumber (2) :https://nulis.babe.news/baca/13fadb/yang-sebabkan-nabi-ibrahim-tak-hangus-dibakar/

0 komentar:

Post a Comment