Wednesday, April 1, 2020

Kisah Rahwana yang Banyak Orang Tidak Tahu | Pegawai Jalanan


Rahwana adalah seorang Penjahat yang sudah diketahui banyak orang, karakter antagonis dalam cerita pewayangan.  Sedangkan Rama adalah seorang pahlawan yang memerankan karakter baik dalam kisah-kisah tersebut.  Pemahaman ini sdh meluas dlm masyarakat kita tentunya yang tahu cerita kisah pewayangan Ramayana yang sangat melegenda hingga saat ini. Namun dalam urusan cinta, bisa saja pemahaman ini diperdebatkan dan tidak selamanya kebenaran yang kita yakini adalah benar bagi pemahaman lainnya. 

Kita percaya bahwa manusia itu punya dua sisi (tidak ada yang sepenuhnya hitam, tidak ada yang sepenuhnya putih), seperti Adolf Hitler yang digambarkan kejam tidak punya hati, akan tetapi ada saja sisi baiknya yang dapat kita telusuri. 

Dalam artikel kali ini, Kami ingin mengajak kita semua mencoba melihat dari sisi Rahwana sebagai pribadi yg jatuh cinta.  

Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa Rahwana hanya mencintai satu wanita, yaitu tentu saja istrinya sendiri, dia adalah Dewi Setyawati namanya. Hingga kemudian dalam kisah tersebut sang dewi meninggal dunia dan kemudian menitis kepada dewi Sinta. Ternyata Cinta di hati Rahwana tak pernah padam, hingga pada akhirnya sang waktu mempertemukannya dengan Sinta, yang sayangnya sudah menjadi istri Rama, seorang raja dari Ayodya, karena telah berhasil memenangkan sayembara yang diadakan pada waktu itu. 

Melihat cinta sejatinya sudah menjadi milik orang lain, Rahwana hanya punya dua pilihan yaitu, merelakannya atau merebutnya dengan taruhan apa pun, bahkan nyawanya sendiri. 
Dan ternyata Rahwana memilih pilihan kedua, yaitu merebut cinta sejatinya dari tangan Rama walaupun dia tahu nyawa yang menjadi taruhan dalam perjuangannya kali ini.

Akhirnya Sinta pun diculik dan dibawa pulang ke Alengka. Selama kurang lebih tiga tahun disekap, ternyata diluar dugaan, Sinta diperlakukan sangat baik, dihormati bak ratu oleh Rahwana. Meskipun kalau dia mau, dia bisa memaksa atau bahkan memperkosa Sinta untuk melepaskan hasrat terpendamnya selama ini, akan tetapi Rahwana tak pernah mau melakukannya. Rahwana sangat tahu, cinta sejati tak butuh dipaksa.

Dia tak pernah menyentuhnya walau hanya menggamit atau menyolek sang dewi sinta. 
Dia menunggu Dewi Sinta sang pujaan hatinya menerima cinta yang tulus tanpa pemaksaan. Menunggu adalah hal terbaik, Rahwana menjaga agar sang dewi tak terluka hatinya.  Agar sang dewi mencintainya sepenuh hati. Rahwana yakin Suatu saat nanti... Walaupun itu entah kapan... Hal itu pasti akan terjadi, itulah keyakinan hati seorang Rahwana. Padahal dia sendiri sudah tahu, bahwa titisan Dewi Setyawati itu terlahir begitu setia pada suaminya, tidak mungkin akan berkhianat kepada suami sah nya.

Konon diceritakan dalam kisah tersebut, Setiap hari Rahwana mendatangi Sinta dengan beragam puisi indah untuk meluluhkan hati sang Dewi Sinta. Dia selalu minta maaf karena telah menculik dan menyekapnya. Semua itu dilakukan agar sinta bersedia menjadi permaisuri, satu-satunya istri terkasih yang Rahwana inginkan. Namun nasib dan waktu menjawab sebaliknya....Sinta selalu menolak ungkapan hati sang Rahwana.

Apa yang datang dari hati, pasti sampai ke hati. Sekejam apa pun Rahwana Dimata manusia, ketulusannya perlahan, pelan tapi pasti mulai dirasakan oleh Sinta. Selama dirinya di Alengka, Rahwana ternyata berubah menjadi baik dan murah senyum sehingga mengubah suasana kerajaan menjadi baik pula dan penuh kedamaian. 

Sinta mulai tergoda dengan suasana dan keadaan itu, akan tetapi di sisi lain dia tak mau mengkhianati suaminya sahnya yaitu Rama. Namun, dia sudah menunggu hampir tiga tahun lamanya, dalam hati dia bertanya  Mengapa Rama tak kunjung juga menyelamatkannya? Apakah suaminya sudah tak mencintainya lagi? Pertanyaan itu selalu terbersit dalam hati Sinta.

Pada satu waktu, dalam diam Rahwana dan Sinta saling bicara. 

"Tidakkah kau juga mencintaiku Sinta? Tidakkah kau mengingatku walau sedikit saja, sebagai pria yg pernah kau cintai sampai mati" ungkap Rahwana kepada Sinta.

"Aku sebenarnya juga mencintaimu. Namun aku sudah terikat dengan Rama.. Jika kamu mencintaiku, tolong relakanlah aku dan kembalikanlah aku.." Jawab Sinta.

Kata-kata Sinta ibarat mantra yang menyihir Rahwana. Sebab, selama hidupnya, hanya kata-kata itulah yang dinantinya. 

"Jika itu maumu, sebagai ksatria, aku akan berduel satu lawan satu dengan Rama.  Jika dia bisa mengalahkanku, maka aku akan mengembalikanmu kepadanya" Rahwana berkata dengan tegas.

Dan akhirnya saat yang mendebarkan itu pun datang juga, membuat cerita klasik ini bertambah seru.

Ketika Rama datang dengan balatentara wanara dibantu hanoman untuk menyelamatkan Sinta, dengan gagah berani Rahwana menyambutnya dengan semangat juang tinggi dan tanpa rasa takut sedikitpun.

Rahwana berkata. 
“Aku sangat mencintai Sinta, Rama! Aku akan melakukan apa pun untuknya. Aku benar-benar mencintainya, bukan sepertimu yang menikahinya hanya karena berhasil memenangkan sayembara. Semua perbuatanku yang kau sebut ‘mengacau’ sebenarnya adalah usahaku dalam rangka mendapatkan cintaku kembali."

Maka Pertarungan dahsyat pun tidak dapat dihindarkan lagi, terjadilah duel maut antara Rama dan Rahwana. Dalam pertarungan itu ternyata, dengan dibantu Hanoman, Rama berhasil mengalahkan Rahwana dan membunuhnya. Akhir pertarungan Rahwana mati dalam keadaan mengejar cinta sejatinya.


Sinta pun kembali jadi milik Rama. Dia lari menghambur ke pelukan Rama. Namun, sambutan Rama justru tak diduga oleh Sinta. Rama curiga, jangan-jangan Sinta telah dinodai Rahwana karena sudah di sekap selama kurang lebih 3 tahun di istana Rahwana.

Berkali-kali Sinta menjelaskan bahwa dirinya masih suci, dan Rahwana tidak pernah sekalipun menyentuh atau menjamahnya. Tapi Rama tak juga percaya begitu saja dengan Sinta, Hingga akhirnya, Sinta nekat membuktikan kesuciannya dengan menceburkan diri ke dalam bara api.  Karena dia masih suci, api tak bisa membunuhnya. Barulah setelah peristiwa itu terjadi Rama mau menerimanya kembali.

Tinggal kemudian sukma Rahwana yang menangis sejadinya karena nestapa cinta. Kenapa takdir tidak memilihnya? Andai dia ikut sayembara, pasti Sinta menjadi miliknya, bukankah kesaktian Rama masih jauh di bawahnya kala itu.  Kenapa pula Sinta memilih pria yang tidak mempercayainya 100 persen? Sementara bagi Rahwana, Sinta ternoda atau tidak, cantik atau tidak dia tetap akan mencintainya dengan tulus tanpa embel2 apapun.
------
Sedangkan disudut lain yg tak terlihat..  ternyata Sinta tersedu pilu karena Rahwana sdh tak ada lagi di dunia yg ditempatinya, tak menghirup lagi udara yg dihirupnya... Sosok yg mencintainya tanpa tapi.

Argha Sena

0 komentar:

Post a Comment