Saturday, May 16, 2020

6 Fakta Laksamana Kolchak, Pemimpin Anti-Bolshevik yang Terlupakan | Pegawai Jalanan


Sejarah dunia memang menarik untuk dibahas, karena dapat memberikan kita wawasan lebih tentang informasi sejarah baik beruba tokoh pemimpin, peristiwa-peristiwa dibelahan dunia, kisah-kisah masa lalu yang dapat kita jadikan pelajaran di masa saat ini dan lain sebagainya. Dalam sejarah Rusia mungkin semuanya sudah mengenal nama-nama seperti Tsar Nicholas II, Vladimir Lenin, Leon Trotsky, dan lain sebagainya, akan tetapi mungkin sedikit sekali yang tahu dengan Alexander Kolchak sang pemimpin tentara putih saat masa-masa revolusi di Rusia sedang berlangsung. Saat itu terjadi perang saudara antara Tentara Merah yang digerakan oleh partai bolshevik yang berhaluan komunis melawan tentara Putih yang menentang kaum komunis dan menentang revolusi Rusia.
Alexandr Vasilyevich Kolchak, lahir 16 November 1874 di sebuah desa di Sankt Petersburg atau Petrograd pada masa Kekaisaran Rusia. Kolchak sudah mulai menekuni dunia angkatan laut sejak usia muda. Namun, sejarahnya mengarungi lautan tenggelam seiring naiknya kekuasaan Bolshevik pada periode Revolusi Oktober 1917.
Upaya Kolchak menghalangi kaum Bolshevik untuk memegang kekuasaan tanah Rusia pasca Revolusi Oktober menyebabkan dia akhirnya dieksekusi oleh Tentara Merah. Banyak musuh dari negara lain yang sudah ia lawan, namun ia justru menemui ajal di tangan kaum sebangsanya sendiri dalam perang saudara.
Lalu, apa saja fakta dari kehidupan Laksamana Kolchak. Mulai dari awal kariernya di Angkatan Laut Kekaisaran Rusia hingga keterlibatannya dalam perlawanan Tentara Putih yang berujung pada akhir hidupnya. Mari kita bahas dalam 6 fakta berikut ini.

1. Angkatan laut dan peneliti

Alexander Kolchak Bersama Jajaran
Kariernya di Angkatan Laut Kekaisaran Rusia dimulai setelah dia lulus dari Korps Kadet Laut pada 1894. Pangkat Kolchak di Angkatan Laut terus meningkat. Salah satunya menjadi Laksamana Muda, memegang komando Armada Laut Baltik pada Perang Dunia I hingga menjadi Laksamada Muda untuk Armada Laut Hitam pada 1916.
Pada era Perang Saudara Rusia, ia menunjuk dirinya sendiri sebagai Laksamana pada tahun 1918 . 
Pada periode Perang Rusia-Jepang, Kolchak sempat menjadi tahanan perang selama 4 bulan di Nagasaki. Memasuki Perang Dunia I, Kolchak ditugaskan dalam misi penyebaran ranjau laut selama Perang Dunia I untuk menutup jalur Angkatan Laut Jerman. 
Selain di dunia militer, Kolchak juga menekuni bidang keilmuan. Selama bertugas di Angkatan Laut, Kolchak melakukan penelitian-penelitian ilmiah di bidang ilmu kelautan dan perairan. Dia telah melakukan penjelajahan di Samudra Arktik bersama penjelajah lainnya.

2. Revolusi Februari 1917

Revolusi Rusia
Meletusnya Revolusi Februari 1917 yang mengakhiri era Kekaisaran Rusia membuat Kolchak diperintahkan untuk kembali ke Petrograd. Kolchak memilih untuk bergabung dengan Pemerintahan Sementara Rusia pasca meletusnya Revolusi Februari 1917.
Namun, beberapa bulan kemudian ia melepaskan kepemimpinannya atas armada lautnya dan pergi ke Amerika Serikat sebagai Atase Angkatan Laut.
Kolchak menolak tawaran Amerika Serikat untuk tinggal disana dan menjadi kepala bagian ranjau laut di akademi laut mereka. Ia lebih memilih untuk kembali ke Rusia.
Kolchak sedang berada di Jepang dalam perjalanan pulang ke Rusia ketika Revolusi Oktober 1917 oleh kaum Bolshevik yang dipimpin oleh Vladimir Lenin meletus.

3. Revolusi Oktober 1917

Vladimir Lenin
Informasi tentang adanya Revolusi Oktober jelas membuat Kolchak marah. Selain karena Revolusi Oktober telah menggantikan Pemerintahan Sementara Rusia yang dibentuk pada Revolusi Februari, kaum Bolshevik melalui Revolusi Oktober juga menghendaki perjanjian damai Rusia dengan Jerman yang pada saat itu masih berperang.
Kolchak menganggap bahwa perjanjian damai tersebut adalah tindakan yang tidak pantas mengingat Rusia adalah bagian dari kubu Sekutu bersama dengan Britania Raya. Atas dasar tersebut, Kolchak menghubungi Britania Raya dan meminta agar ia bisa ditugaskan sebagai bagian dari militer Britania Raya untuk bisa terus berperang melawan Jerman.
Permintaan Kolchak disetujui oleh Britania Raya dan ia ditugaskan ke Mesopotamia pada Desember 1917 untuk melawan pasukan Turki Ottoman. Namun dalam perjalanan, Kolchak mendapat perintah baru dari Britania Raya untuk menuju ke Timur Jauh untuk menghimpun kekuatan anti-Bolshevik. Berangkatlah Kolchak menuju Rusia.

4. Pemimpin sementara Rusia 


  Alexandr Vasilyevich Kolchak

Upaya menghimpun kekuatan anti-Bolshevik di Timur Jauh tidak berhasil, Kolchak pun menuju Omsk. Pemerintahan Sementara Seluruh Rusia yang anti-Bolshevik akhirnya dibentuk pada akhir tahun 1918 dan Kolchak ditunjuk sebagai Menteri Perang.
Namun, November 1918 terjadi kudeta oleh pasukan Cossack yang mengakibatkan pimpinan Pemerintahan Sementara Seluruh Rusia ditangkap.
Dilansir Russia Pedia, peristiwa kudeta tersebut membuat Kolchak dipilih sebagai Pemimpin Tertinggi Pemerintahan Sementara Seluruh Rusia. Kolchak lantas menghimpun kekuatan Tentara Putih untuk melawan kekuatan Tentara Merah.
Tentara Putih berhasil meraih kemenangan di awal konflik. Namun, akhirnya Tentara Putih mengalami kekalahan dan terdesak di Omsk hingga akhirnya kota tersebut dikuasai Tentara Merah pada 19 November 1919.

5. Ditangkap dan dieksekusi

Alexandr Vasilyevich Kolchak dan Pasukan
Setelah Omsk jatuh ke tangan Tentara Merah, Kolchak memindahkan pusat pemerintahan ke Irkustk. Pada 4 Januari 1920, ia menunjuk Anton Denikin sebagai penggantinya. Beberapa hari kemudian, Kolchak dijanjikan oleh Cekoslovakia keamanan menuju lokasi militer Britania Raya.
Ternyata ia malah diserahkan kepada Tentara Merah. Kolchak kemudian dieksekusi mati pada 7 Februari 1920 oleh regu penembak tanpa melalui pengadilan dan jasadnya dibuang ke Sungai Angara.

6. Antara pahlawan dan penjahat


Kisah hidup Alexandr Kolchak sangat kontroversial. Ia bisa dianggap sebagai pahlawan Rusia karena berperang demi Rusia, namun bisa sebagai penjahat karena kejahatan yang telah ia lakukan. Kepemimpinan diktatornya saat ia menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Pemerintahan Sementara Seluruh Rusia bisa dianggap sebagai kejahatan.
Kolchak dikabarkan melakukan kejahatan perang sebagai penyebab pembunuhan 25.000 orang di Ekaterinburg. Kediktatorannya terlihat dari peringatan keras bagi siapa pun yang menjadi ancaman Pemerintahan Sementara Seluruh Rusia. Legiun Ceko juga dikabarkan akhirnya meninggalkan Tentara Putih akibat kepemimpinan Kolchak.
Dari sisi kaum Bolshevik, tindakan Kolchak mengembalikan tanah kepada pemiliknya yang sebelumnya direbut oleh Bolshevik adalah sebuah kejahatan yang telah mengganggu jalannya revolusi.
Alat-alat produksi juga ia kembalikan kepada pemiliknya. Tindakan-tindakan yang berkebalikan dengan apa yang sudah dilakukan kaum Bolshevik.
Hubungan Kolchak dengan negara lain dianggap oleh Tentara Merah sebagai bentuk pengkhianatan kepada Rusia. Bahkan dikabarkan bahwa kudeta Cossack ternyata dibantu oleh Britania Raya yang akhirnya melanggengkan Kolchak menjadi Pemimpin Tertinggi.
Pihak Sekutu lainnya, seperti Prancis, Jepang dan Amerika Serikat juga dikabarkan turut terlibat mendukung Tentara Putih selama Perang Saudara Rusia.
Itulah 6 fakta Laksamana Kolchak. Setidaknya Kolchak di mata kaum Bolshevik tidak lain sebagai pengkhianat, agen negara asing dan penghalang revolusi. Namun, bagi dirinya dan pengikutnya, ia adalah sosok pelindung Rusia. Tergantung dari sisi mana kita akan melihat Kolchak. Yang pasti, Kolchak adalah seorang tokoh yang berada dalam kondisi politik yang sangat rumit.
Bagaimana menurut kalian, apa jadinya jika Kolchak tidak pernah bergabung dalam Tentara Putih? Apa jadinya jika Kolchak mendukung Revolusi Oktober? Apakah dia bisa menjadi lawan yang mengkhawatirkan bagi Stalin?

0 komentar:

Post a Comment