Rabu, 19 Mei 2021

Apa yang Akan Terjadi jika Israel Menyerang Malaysia dan Posisi Indonesia?


Peperangan antara Israel dan Hamas Palestina terus berkecamuk. Korban akibat konflik tersebut terus berjatuhan. Paling banyak dialami warga Palestina, termasuk perempuan hingga anak-anak yang menjadi korban. 

Hingga hari ini, sudah lebih dari 200an orang menjadi korban serangan udara Israel, termasuk 61 anak, tewas di Gaza. Dari aspek militer, tentu sudah jelas kekuatan persenjataan Israel lebih kuat dibandingkan Palestina. Kekuatan yang tidak seimbang itu, membuat Israel melakukan serangan brutal ke wilayah Palestina.

Tersiar kabar bahwa israel akan menargetkan serangan terhadap Negara Jiran kita Malaysia, karena Malaysia dengan keras menentang kebiadaban Israel, hacker-hacker Malaysia berhasil menyerang ratusan website negeri zionis tersebut, yang membuat negara itu menjadi berang. Ancaman serangan dari Israel terhadap Malaysia bisa berupa aksi intelegen yang dikirim oleh negara zionis tersebut atau bahkan mungkin malah serangan militer secara terbuka. Perang cyber Malaysia dengan Israel sedang berlangsung saat ini, kalian bisa cek sendiri beritanya. Dalam video kali ini kami ingin menyampaikan kekuatan militer dari masing-masing negara tersebut jika terjadi serangan nyata dari Israel terhadap Malaysia dan posisi Indonesia. 

Terkait kekuatan militer, berdasarkan situs data statistik militer dunia, Global Fire Power tahun 2021, Israel berada di peringkat 20 dunia. Dengan populasi 8.675.475 orang, Israel memiliki pasukan militer sebanyak 643.000 orang.

Negara berbendera bintang daud ini memiliki 595 pesawat udara yang meliputi lebih dari 250 pesawat tempur. Sebanyak 23 pesawat udara digunakan untuk misi khusus serta 48 helikopter serbu.

Kekuatan darat Israel juga cukup banyak, yakni 1.650 tank, 7.500 kendaraan tempur, 650 artileri, serta 100 pelontar roket.
Apabila dibandingkan kekuatan udara dan darat, persenjatan laut Israel terbilang sedikit. Israel hanya memiliki empat unit corvette, lima kapal selam, dan 48 kapal patroli. 

Bagaimana dengan kekuatan militer Malaysia?


Kekuatan militer Malaysia pada tahun 2021 menempati peringkat 44 dari 138 negara. Turun 3 peringkat dari tahun lalu yang berada di posisi 41. Hal tersebut berdasarkan system perangkingan kekuatan militer dunia yang dikeluarkan oleh Global Fire Power. Kekuatan militer Malaysia terdiri dari 410.000 personel militer dengan total 12.587.121 populasi yang layak untuk wajib militer. 

Total kekuatan militer angkatan udara Malaysia mencapai 170, dengan 26 pesawat tempur, 13 pesawat serbu, 18 pesawat pengangkut, 40 pesawat tempur latih, 4 pesawat untuk misi khusus, dan 65 helicopter. Sedangkan untuk angkatan darat, Malaysia memiliki 74 tank, 1.387 kendaraan tempur lapis baja, 211 artileri dan 54 proyektor roket. Angkatan laut Malaysia memiliki 61 aset diantaranya ialah 6 fregat, 6 korvet, 2 kapal selam, 41 kapal patrol, dan 4 kapal ranjau.

Jika memang terjadi peperangan maka tidak mungkin Malaysia yang menyerang Israel secara langsung, karena kita tahu Malaysia mempersenjatai militernya bukan untuk menginvasi negara lain melainkan untuk mempertahankan tanah airnya. Yang memungkinan terjadi adalah serangan secara langsung dari negara Israel tersebut, kita anggap mereka mengirimkan serangan militer secara terbuka jika memang berani dan punya nyali, maka tidak mungkin negara Jiran serumpunnya yang di selatan akan tinggal diam. Negara tersebut adalah Indonesia yang mempunya populasi penduduk 271 juta jiwa dan menempati urutan ke empat terbanyak didunia. 

Bagaimana dengan kekuatan militer Indonesia?


Global Fire Power menempatkan Indonesia pada peringkat 16 kekuatan militer dunia atau empat tingkat di atas Israel. Indonesia tercatat memiliki 1.080.000 pasukan militer aktif dengan 400.000 personel aktif.

Indonesia memiliki 458 pesawat udara dengan di antaranya 79 pesawat tempur. Sebanyak 17 pesawat udara untuk misi khusus serta 188 helikopter. Indonesia juga memiliki 332 tank dan 1.430 kendaraan tempur, 153 artileri dan 63 pelontar roket.

Untuk kekuatan armada laut, menurut Global Fire Power, Indonesia memiliki 282 unit, yakni di antaranya 24 kapal corvette, 7 kapal frigate, 5 kapal selam, 179 kapal patroli. Sekadar informasi, Indonesia baru saja kehilangan satu kapal selamnya, yaitu KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan utara Bali pada 21 April lalu, jadi sekarang Indonesia hanya memiliki 4 buah kapal selam.

Itulah sedikit ulasan tentang kekuatan militer dari negara Israel, Malaysia dan Indonesia untuk dijadikan bahan pertimbangan dan prediksi apa yang akan terjadi jika memang benar Israel menyerang kawasan Nusantara. Sekarang mari kita ramalkan apa yang akan terjadi, ramalan disini maksudnya prediksi mungkin bisa terjadi atau malah tidak terjadi. Jika kita lihat dengan kekuatan militer Israel dengan asumsi Amerika Serika dan Sekutunya tidak ikut campur, maka penyerangan Israel terhadap Malaysia secara militer mustahil terjadi. 

Alasan pertamanya adalah Israel tidak memiliki kapal Induk yang besar untuk membawa pasukan dan peralatan tempur ke negeri yang sangat jauh, jadi pasukannya akan kesusahan mencapai Malaysia jadi mereka akan kalah sebelum berperang.
Alasan kedua Israel akan melewati negara-negara lain yang banyak, dan negara tersebut ada yang berkonflik dengan Israel maka akan runyam urusannya kalau melewati negara tersebut, tentaranya akan berperang dahulu dan habis sebelum mencapai Malaysia.
Alasan Terakhir jika memang nekat mengirimkan Rudal mengincar kuala lumpur atau Jakarta maka China tidak akan tinggal diam, karena aset China di malaysia dan Indonensia tidak sedikit dan itu akan mengganggu China secara langsung. Bahkan Aset negara barat seperti Amerika, Belanda, Jerman, Prancis dan lain sebagainya sangat banyak di Malaysia dan Indonesia. Jadi Israel akan mikir 1000x karena Negara Pelindung utamanya yaitu Amerika akan menjewer kuping Israel.

Jadi Ancaman Israel secara militer terhadap Malaysia bisa kita bilang gertak sambal yang sangat berat jika memang dia laksanakan. Akan tetapi serangan berbentuk cyber dan intelegen sangat-sangat mungkin terjadi.
Kita sebagai bangsa yang tinggal diwilayah yang aman dan damai semoga tetap waspada karena banyak serangan lain yang mungkin bisa terjadi dikemudian hari.


Editor : Argha Sena

Sumber : https://www.tirto.id, https://www.sindonews.com, 

                https://www.tribunnews.com, https://galajabar.pikiran-rakyat.com/









0 komentar:

Posting Komentar