Sabtu, 24 Juli 2021

Kisah Sang Merpati Berpangkat Letnan!!! Menyerahkan Nyawanya Demi Kemerdekaan Indonesia!!!

 

Perjuangan rakyat Indonesia sangatlah berarti bagi masyarakat agar mendapatkan kemerdekaan dan terbebas dari penjajahan. Semua golongan masyarakat saling bahu membahu dalam perjuangan. Semua golongan saling melengkapi dalam mencapai kemerdekaan yang saat ini kita rasakan. Mulai dari para pejuang, ulama, santri, kaum buruh, petani, pencuri, pencopet dan bahkan pengemis juga memiliki perannya tersendiri. Selain itu, Adapula hewan yang turut membantu dalam perjuangan tersebut. Bahkan hewan yang dimaksud mendapat penghargaan sebagai Letnan Anumerta karena jasa dan perjuangannya. Hewan itu adalah seekor burung merpati yang menjadi ciri khas kantor pos.

Peran merpati ini sangat berpengaruh dalam perjuangan para pejuang terutama di Daerah Komando Ronggolawe. Burung merpati sengaja dilatih untuk dapat menyampaikan pesan-pesan ke beberapa daerah. Jika saat ini teknologi kita telah maju dan dapat mengirim pesan tanpa diketahui orang lain. Namun, ketika perang kemerdekaan teknologi belum secanggih saat ini. Alat untuk menyampaikan informasi saat itu hanyalah stasiun radio. Memang radio dapat menyampaikan pesan ke banyak daerah, namun kelemahannya adalah dapat didengar pula pihak musuh. Maka dari itu, menyampaikan pesan melalui burung merpati adalah cara terbaik. Berikut adalah kisah merpati yang menjadi salah satu hewan yang berjasa bagi kemerdekaan Republik Indonesia.

"Burung merpati pos yang pernah digunakan sebagai kurir di daerah Komando Ronggolawe, Lamongan/Bojonegoro dengan front Surabaya pada tahun 1946," demikian keterangan seperti dikutip dari Museum Brawijaya.Pada masa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, banyak burung merpati yang dipelihara dan dilatih agar dapat menyampaikan pesan.

Saat itu, burung merpati yang kini mendapat gelar letnan ini memiliki tugas sebagai penghubung antar satuan Tentara Republik Indonesia (TRI). Tempat  penugasan merpati ini berada di daerah komando Ronggolawe Lamongan ke satuan TRI yang berada di Surabaya tahun 1946. Belanda dibuat kerepotan oleh para pejuang bangsa Indonesia. Rencana Belanda seakan-akan selalu diketahui oleh para pejuang. Sang merpati ini berkali-kali terbang dan berhasil menyelesaikan tugasnya dengan mengudara dilangit Surabaya.

Setelah sekian lama terbang menyampaikan pesan melalui udara sebagai tugasnya, akhirnya belanda menyadari tugas merpati ini. Mereka cukup lama baru menyadari peran penting dari sang merpati yang bertugas menyampaikan pesan. Belanda memang sudah mencurigai bahwa ada peran penting dari merpati itu sehingga pasukan Belanda kerap dibuat kewalahan menghadapi pejuang Indonesia. Hal ini dikarenakan ketika belanda menyusun rencana, sang merpati lalu terbang di angkasa dan melewati pasukan mereka. Belanda yang telah mengetahui peran penting merpati tidak tinggal diam dan berusaha menjatuhkan sang merpati sehingga rencana mereka tidak diketahui para pejuang Indonesia.

Pada saat itu Belanda langsung mengerahkan penembak jitunya untuk menjatuhkan sang merpati. Belanda pun menyusun rencana sehingga sang merpati pun melintasi para prajurit Belanda. Saat sang Merpati terbang, para penembak jitu telah bersiap untuk menembak jatuh sang merpati. Saat prajurit Belanda melihat sang merpati terbang, diapun menembak sang merpati. Salah satu peluru pun membuat sang merpati tertembak oleh prajurit Belanda pada bagian sayapnya.

Darah mulai merembes dari lubang peluru ke bulu-bulu di sayapnya. Meski berlumuran dengan darah, ia tetap menjalankan tugasnya yaitu membawa pesan. Dengan keadaan sayap tertembak dan dan sayap yang mulai melemah, sang merpati tetap terbang dengan semua tenaganya untuk menjalankan tugasnya. Ia tetap terbang agar pesan yang dibawanya sampai ke tempat tujuan.

Sang merpati terus berjuang agar dapat sampai ke tujuan dan menyampaikan pesan yang dibawanya. Hingga akhirnya dia sampai ke tempat yang dituju dengan pesan yang dibawanya. Sang merpati telah kehabisan semua tenaganya dan sampai ke komandan pasukan. kemudian  jatuh dan mati setelah pesan yang dibawanya telah sampai setelah kehabisan darah. Karena jasanya ini, merpati ini pun mendapat penghargaan sebagai letnan anumerta. Karena pesan yang dibawanya, membuat para pejuang tersebut mengetahui rencana Belanda.

Untuk mengenang jasanya merpati ini lalu diawetkan, kemudian menyerahkan kepada museum Brawijaya Malang. Hingga kini, kita masih dapat melihatnya dimuseum Brawijaya Malang. Keterangan lebih lengkap tentang merpati pos ini termuat dalam buku 'Album Perang Kemerdekaan 1945-1950', yang diterbitkan Badan Penerbit Almanak RI.

Itulah sekelumit kisah tentang hewan yang berjasa dalam membantu perjuangan Republik Indonesia karena perannya ini, Belanda dibuat kewalahan dan menahan perjuangan para pejuang republik Indonesia. Merpati menjadi penyampai pesan terbaik dalam kemerdekaan agar tidak diketahui musuh. Bahkan merpati juga telah digunakan pada Perang Dunia ke-2 karena perannya. Burung merpati ini mungkin menjadi satu pemandangan unik di Museum Brawijaya di Kota Malang, Jawa Timur. Burung ini satu-satunya makhluk hidup yang diberi air keras dan dipajang di museum.Semoga kisah ini dapat menambah wawasan kita tentang perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.membuat kita menyadari bahwa sulitnya kita meraih kemerdekaan karena harus mengerahkan semua yang dimiliki. Dan kita yang saat ini tengah merdeka harus banyak berterimakasih kepada para pejuang. Karena jasa-jasa mereka, kita tidak lagi dijajah oleh bangsa luar. Tentu semua adalah atas izin Allah kita dapat merasakan kemerdekaan kita saat ini.

 

Penyusun        : Riskiryto

Penyunting     :  Argha Sena

Referensi       

  1. koranmiliter.com
  2. kumparan.com
  3. viva.co.id

0 komentar:

Posting Komentar