Kamis, 29 Juli 2021

SEJARAH DUNIA #001 : INILAH WILAYAH DARATAN DI TIMUR DEKAT ORIENTAL KUNO

    Sejarah dunia sangat menarik untuk kita bahas sebagai bahan pengetahuan yang dapat menambah wawasan kita. Sejarah menggambarkan peristiwa masa lalu yang dapat kita gunakan sebagai pelajaran berharga di masa sekarang. Peradaban-peradaban maju pada masa lalu telah banyak dikaji dan diteliti oleh para ilmuwan untuk dapat menarik benang merah agar semua menjadi jelas. Dalam artikel kali ini kita akan membahas tentang "Daratan Timur di Dekat," area mana saja yang masuk dalam wilayah tersebut dan peradabannya seperti apa. Langsung saja kita paparkan dalam materi berikut ini. 

    Oriental kuno meliputi Asia dan sebagaian Afrika, yaitu Mesir yang sebelumnya dianggap sebagai bagian dari Asia.  Studi kita tentang sejarah Oriental mungkin menghilangkan pertimbangan tentang Timur Jauh.  Lautan luas, deretan pegunungan yang Panjang, dan padang pasir memisahkan India, China, Indo-China, dan Jepang dari wilayah lain Asia.  Sungguh, India tidak sepenuhnya terisolasi di jaman kuno, karena bagian barat laut India pertama kali dilakukan oleh Persia dan kemudian oleh bangsa Yunani.  Bahkan setelah akhir pemerintahan ASING, India tetap menjadi negara penting melalui perdagangan batu permata, gading, kayu-kayu berkualitas tinggi, dan kapas.  China selama masa kuno juga telah melakukan perdagangan asing dan di kenal sebagai Daratan Sutera (serica), dimana barang-barang yang terbuat dari sutera biasa sampai kepasar-pasar di Asia barat dan Eropa.  Tetapi tidak sampai hingga abad ke Sembilan belasa era kita bahwa Timur Dekat (Near East) muncul dari siklusi yang sangat lama dan mulai  berperan aktif Dalam urusan dunia.

       Perbatasan-perbatasan di Timur Dekat adalah Laut Hitam dan Laut Kaspia di utara, Laut Merah, Teluk Persia, dan Samudra Hindia di barat. Bagian Asia ini secara mendasar terdiri dari tiga sabuk vegetasi, yang terentang melintasi seluruh benua.  Pertama adalah hutan-hutan di distrik-distrik pegunungan di Asia Kecil, Armenia dan Iran (Persia).  Selanjutnya adalah padang rumput , yang meliputi Sebagian besar daratan tinggi Asia Kecil, Iran, dan Arabia.  Terakhir, Ketika curah hujan berkurang, padang rumput menjadi lebih dan lebih kering dan masuk ke wilayah semi-padang pasir dan padang pasir.  Seperti padang pasir di Syria dan Arabia Dalam.  Sabuk hutan menjadi tempat hidup bagi para pemburu.  Padang rumput menjadi tempat suku-suku nomad dan penggembala.  Sementara untuk padang pasir, tempat yang bisa di huni hanya di wilayah oasis.  Tidak ada tempat yang bisa dihuni dan kehidupan agrikultural tidak bisa mereka lakukan kecuali dimana mereka mendapatkan jaminan pasokan air.  Memperoleh jaminan ini di lembah-lembah Tigris Eufrat dan Nil.      


    Dua sungai terkenal muncul di pegunungan Armenia sungai Tigris dan sungai Eufrat.  Mengalir ke selatan, kedua sungai ini saling mendekat satu sama lain untuk membentuk sebuah lembah, berlanjut Dalam saluran paralel untuk wilayah yang lebih luas yang mereka lewati, dan hanya menyatu dalam jarak pendek sebelum sampai ke teluk Persia.  Pada jaman dahulu masing-masing sungai memiliki mulut sungai sendiri.  Tanah yang dibawa aliran sungai Tigris dan Eufrat menumpuk di Teluk Persia dengan membentuk daratan seluas tiga mil setiap seratus tahun.  Karena itu delta ini jauh sedikit ekstensif lima atau enam ribu tahun yang lalu dari pada saat ini.

       Delta ini membentuk sebuah daratan dengan panjang sekitar seratus tujuh puluh mil dan lebar empat puluh mil.  Dalam perjanjian lama, delta ini di namakan daratan Shinar (Land of Shinar).  Kita mengenalnya dengan lebih baik sebagai Babylonia, meniru nama Babylon, yang menjadi kota utama dan ibu kota.

        Daratan Babylonia dulu sangat subur.  Tanah alluvia, Ketika mendapat cukup air, bisa menghasilkan panen gandum, barley, dan millet yang melimpah.  Buah dari pohon kurma menyediakan makanan yang bergizi.  Walaupun tidak ada batu, tanah liat ada di mana-mana.  Dicetak menjadi batu bata dan setelah itu dikeringkan di bawah cahaya mata hari, tanah liat ini menjadi semacam batako,  bahan bangunan paling murah yang bisa di bayangkan.  Sungguh, alam telah memberi banyak keuntungan bagi Babylonia.  Karena itu, kita bisa memahami mengapa dari jaman prasejarah berbagai bangsa telah tertarik dengan wilayah ini, dan mengapa di sini kita menemukan dasar peradaban awal.

      Sungai Nil adalah suangai terpanjang di Afrika.  Nil Putih terbentuk di danau-danau Nyanza, mengalir ke utara, dan mendapat air dari Nil Biru dekst kota modern Khatum.  Dari titik ini, aliran sungai terpecah menjadi lima aliran deras sungai berbatu, yang secara salah dinamakan cataracts (air terjun yang terjal sekali), yang bisa di lintasi dengan perahu.  Cataracts berhenti di dekat kepulauan Philae, dan membentuk Mesir Atas ( Uper Egypt).  Uper Egypt adalah sebuah lembah dengan panjang lima ratus mil dan lebar tiga puluh mil.  Garis tanah yang bisa diolah disetiap sisi sungai rata-rata lebarnya hanya delapan mil.  Tidak jauh dari kaki kota modern Kairo, perbukitan mengelilingi lembah, Nil terbagi menjadi beberapa cabang, dan membentuk delta Lower Egypt (Mesir Bawah).  Arus sungai yang yang lamban melewati wilayah berawa-rawa, dan akhirnya tiga sungai besar berakhir di laut Mediteriania.

     Mesir sangat bergantung pada keberadaan sungai Nil. Semua lower Egypt merupakan hasil bentukan sungai melalui akumulasi sedimen di mulut sungai.  Uper Egypt berbentuk dari pasir padang pasir dan lapisan bebatuan melalui proses erosi selama berabad-abad.  Dahulu sungai Nil mengisi semua tempat antara perbukitan yang membatasi sisi-sisinya.   Sekarang sungai Nil mengalir mulai lapisan tebal lumpur yang telah terkumpul melalui penggenangan tahunan.

       Di Mesir, seperti Babylonia, setiap kondisi menjadi mudah bagi orang-orang untuk tinggal dan berkembang.  Tanah Mesir, mungkin tanah tersubur di dunia, menghasilkan panen tiga kali Dalam setahun.  Tanaman kurma yang mengagumkan adalah tanaman asli mesir.  Tanah liat lembah dan bebatuan dari pegunungan terdekat menyediakan bahan bangunan.  Iklim panas dan kering membuat penduduk Mesir bisa hidup dengan sedikit tempat tinggal dan pakaian.  Nil menjadi jalur perdagangan domestic.  Hal-hal yang menguntungkan ini membuat jumlah penduduk Mesir meningkat dan berkumpul Dalam komunitas yang padat.  Pada saat Ketika bangsa-bangsa di sekitar mereka, bahkan Babylonia, masih berada di Dalam kegelapan jaman prasejarah, Mesir telah mamasuki cahaya sejarah.


Penulis  : Ela Nur H.

Editor    : Argha Sena

Sumber : "World History Sejarah Dunia Lengkap Karya Hutton Webster PHD"


3 komentar:

  1. Wah mantap, boleh nyaranin? Kalo bisa gambarnya lebih banyak terus tulisan ya fokus tengah biar rapi sikit. Salam sesama blogger

    BalasHapus
  2. bisaaa bahas peradaban india kuno ga ka? Bahas aspek kehidupan ekonomi politik dan sosial budaya nya gitu kaya yang dijelaskan di materi Mesir kuno🙏

    BalasHapus