Saturday, November 30, 2019

Kisah Raja Namrud Menikahi Ibu Kandungnya, WTF | Pegawai Jalanan

Ilusterasi

Perilaku menyimpang sudah ada sejak ribuan tahun lalu, dan bahkan sampai hari ini masih banyak yang melakukannya. Tidak heran, saudara yang masih satu kandungan saling mencintai dan berhubungan fisik. Inilah kisah raja Namrud menikahi ibu kandungnya sendiri, seorang pemimpin keturunan kelima dari nabi Nuh.  Namanya dikenal sebagi Namrudz bin KanÊ»an bin Kush bin Ham bin Nuh. Seorang raja yang populer diperadaban dunia sekitar tahun 2275 hingga 1943 SM. Negara bekas pemerintahannya kini disebut Irak, sebuah peradaban Mesopotamia kuno yang banyak disebutkan dalam kitab suci.

Ayah Namrud adalah Kush yaitu cucu Nabi Nuh as, sedangkan ibunya adalah Semiramis. Ibunya pada usia remaja telah menikah dengan ayahnya. Konon, sehari setelah berhubungan kelamin dengan Semiramis, ayahnya meninggal dunia. Oleh karena itu, saat Namrud lahir ia tidak mempunyai ayah. Ibunya adalah seorang wanita yang cantik dan bijaksana. Setelah ia lahir, konon dia tidak pernah disentuh oleh manusia dan Namrudz dianggap anak yang suci. Ini telah menambah keyakinan Namrud bahwa ia adalah anak tuhan. 
Ilusterasi Babilonia

Raja Namrud telah dianugerahi dengan daya intelektual yang tinggi dan menjadi ahli dalam berbagai bidang seperti seni desain, matematika dan ilmu falak.
Dia telah menemukan sistem sexagesimal yang membagi lingkaran ke 360 derajat, satu jam ke 60 menit dan 1 menit ke 60 detik. Selain itu dia menetapkan bahwa satu hari dibagi menjadi 24 jam setiap jam ke 60 menit dan 1 menit ke 60 detik. Menurut dia hari dimulai pada waktu tengah malam dan bukannya pada waktu matahari terbenam seperti yang dipercaya oleh kaum sebelumnya.

Disamping itu, Namrud mahir dalam perhitungan matematika dalam konstruksi bangunan-bangunan besar, jembatan, kuil, istana dan bendungan. Antara lain kontribusinya adalah konstruksi sistem saluran irigasi di lembah Tigris dan Euphrates. Dialah orang pertama yang menggunakan batu-bata dari tanah liat yang dibakar (burnt clay) sebagai bahan bangunan. Bahkan Namrud terkenal sebagai arsitek Menara Babel yaitu bangunan pencakar langit yang pertama di dunia.

Sayangnya sebagai seorang ateis, dia telah menyalahgunakan kemampuan itu untuk menyesatkan rakyatnya. Antara lain menggunakan ilmu falak untuk menciptakan berbagai sistem meramal nasib seperti horoskop dan meramal nasib palmistry. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa manusia tidak perlu Tuhan karena manusia mampu memprediksi dan mengubah nasibnya dengan sendiri. Selain itu, ia membangun banyak bangunan dan berhala yang megah dan indah agar manusia kagum dengan kehebatan ciptaannya sendiri. Menara Babel yang berarti "Pintu Gerbang yang Sempurna" merupakan kuil dimana pendeta-pendeta memuji Namrud. Tujuannya dibangun adalah untuk menaikkan sebuah bangunan yang mampu mencapai kayangan. Menurut buku "Sejarah Para Rasul dan Raja" pada abad ke-9 oleh ahli sejarah Islam terkenal al-Tabari, menara tersebut telah dihancurkan oleh Allah. Awalnya para pendahulunya menggunakan satu bahasa yaitu bahasa Suryani, tetapi ia memecahnya ke 72 bahasa yang berbeda. Akibatnya mereka tidak dapat berkomunikasi satu sama lain dan tidak dapat melanjutkan pembangunan menara tersebut.

Ilusterasi Namrudz

Ia juga sangat meminati ilmu sihir dan menggunakannya untuk mempengaruhi pikiran rakyatnya. Konon, dia mempelajari ilmu tersebut dari dua malaikat Harut dan Marut yang pernah disebut dalam Al-Quran. Selain itu, Namrud telah memulai suatu era yang baru dimana manusia memandang rendah pada tuhan. Rakyatnya tidak dianjurkan untuk melakukan kebaikan demi tuhan, karena baginya tuhan yang ghaib adalah lemah. Oleh itu orang-orang dibawah pemerintahannya bisa mengikuti nafsu manusia seperti berpesta, seks bebas, arak dan segala kemungkaran yang lain. Oleh karena itu, Namrud diberi gelar Bacchus atau Dewa Anggur karena ia 'mabuk' dengan keduniaan. Ia juga mengklaim dirinya Tuhan karena, sebagai seorang manusia dia merasa lebih tahu tentang kelemahan manusia lain dibandingkan Tuhan yang jauh terpisah dari makhluknya sendiri.

Kisah Raja Namrud Menikahi Ibu Kandungnya

Namrud merupakan seorang yang cerdas, menguasai ilmu matematika dan ahli bangunan. Salah satu karyanya yang terkenal sampai hari ini adalah Menara Babel, membangun kota Babel, Erekh, Akad, Asyur dan Niniwe. Sisa peninggalannya bisa ditemukan di Mosul (Bagdad) dan Gunung Namrudz yang tak jauh dari kota Adiyaman.  Disebutkan dalam sejarah bahwa Semiramis menikahi Kush, cucu Nuh. Saat itu usia gadis ini masih remaja dan wajahnya sangat cantik dan pintar. Tak lama setelah menikah, Kush wafat dan Namrud lahir tanpa kehadiran seorang ayah. 
Ilusterasu Namrudz

Tetapi menurut pengakuan Semiramis, dia melahirkan Namrud tanpa ayah dan menganggap dirinya suci tanpa pernah disentuh pria. Sehingga menggap anaknya, Namrud sebagai anak yang suci yang lahir dari seorang perawan. Setelah Namrud menginjak usia dewasa, Semiramis sering tampak cemburu ketika gadis-gadis mendekati anaknya. Hingga pada suatu ketika, dia menikah dengan anak kandungnya sendiri.
Kisah ini kemudian menjadi menarik, Namrud yang diangggap sebagai Tuhan disalibkan dengan domba dan ditempatkan dalam sebuah gua. Tiga hari kemudian, batu yang menutupi terguling dan pintu masuk gua tampak terbuka. Dikatakan bahwa jasad Namrud telah menghilang. 

Peradaban mulai mengagungkan namanya menjadi Osiris, Isis dan Horus. Sebagai bentuk dewa yang disembah dan dipuja pengikutnya. Orang-orang Babilonia kemudian mengadakan upacara musim semi untuk memperingati kematian dan kebangkitan. Setelah tiga hari kepergian Namrud, mereka menawarkan roti bertuliskan lambang salib surya.
Semiramis, ibu sekaligus isterinya, menyebarkan ajaran bahwa roh Namrud tetap hidup selamanya. Untuk mengingatkannya, sebuah pohon Evergreen (atau cemara) ditafsirkan sebagai bukti kehidupan baru bagi Namrud. Untuk mengenang hari kelahirannya, Namrud akan hadir di pohon ini dan meninggalkan bingkisan yang digantungkan di ranting-rantingnya. Penganut agama Pagan kuno, pohon itu disebut "Mistletoe".

Pohon cemara adalah lambang kesuburan penting untuk upacara. Peradaban kuno percaya bahwa dengan mendekorasi rumah dan kuil dengan tanaman hijau, seperti holly, ivy dan mistletoe, dapat membantu membawa cahaya matahari yang berkurang di akhir tahun. Mistletoe adalah tanaman yang paling sakral oleh pengikut Druid. Tanaman ini sangat dihormati karena tumbuh di pohon Oak.

Kebiasaan berciuman di bawah Mistletoe berasal dari gagasan kuno bahwa mistletoe adalah alat kelamin kayu Oak. Jadi, diyakini bahwa pelukan di bawah buah yang berkilauan pasti menjamin pembuahan pasangannya. Selama berabad-abad, tradisi ini digunakan untuk merayakan pertengahan Saturnalia.

Agama Babilonia yang diajarkan Namrud dan Semiramis terdiri dari tiga elemen yaitu api, ular dan Matahari. Para pengikutnya fokus pada Matahari karena merupakan bagian penting. Sebagian besar mereka menyembah matahari, dengan harapan mendapatkan cahaya yang berujung pada kesejahteraan. 

Penyunting : Admin PJ

Sumber :



The Two Babylons: Or, the Papal Worship Proved to Be the Worship of Nimrod, by 
x

0 komentar:

Post a Comment