F PEGAWAI JALANAN: SEJARAH DUNIA
Tampilkan postingan dengan label SEJARAH DUNIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEJARAH DUNIA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 November 2022

RAMALAN PERANG AUSTRALIA VS INDONESIA BEREBUT PULAU PASIR

 


Sosial media baru-baru inj dihebohkan dengan ramalan Nostradamus yang dikait-kaitkan dengan Indonesia. Dalam ramalannya, Nostradamus memprediksi bahwa Indonesia dan Australia akan berperang pada tahun 2037. Australia akan menyerang negara yang ada pelabuhan, jembatan, dan tugu peringatan. Ciri-ciri negara tersebut mirip sekali dengan Indonesia, karena Indonesia memiliki pelabuhan, jembatan, dan tugu peringatan. Netizen kemudian mengaitkan bahwa tempat yang di maksud adalah Surabaya, Karena di Surabaya terdapat Pelabuhan terbesar kedua di Indonesia. Selain itu, di Surabaya juga terdapat jembatan merah, Sedangkan tugu peringatan yang dimaksud adalah tugu pahlawan. Menurut Nostradamus, Indonesia dan Australia berebut supremasi di laut hindia.

Perselisihan semakin membesar hingga menjadi konflik bersenjata yang diikuti perang besar, dalam perang tersebut Indonesia dikatakan akan kalah. Perselisihan antara Indonesia dan Australia akhir-akhir ini kembali terjadi. Terutama saat Indonesia dihebohkan dengan klaim dari Australia tentang pulau Pasir atau Ashmore reef. Pulau yang berada di Samudera Hindia tersebut akankah menjadi pemicu perang yang diramalkan oleh Nostradamus yang mengatakan bahwa Indonesia dan Australia berebut supremasi d laut Hindia.

Ashmore reef terletak sekitar 120 km sisi selatan pulau rote, dan berjarak 320 km dari Australia. Klaim Australia atas pulau tersebut didasarkan pada nota kesepahaman (MoU) nelayan Indonesia dengan Australia pada tahun 1974. Atas klaim pulau tersebut, sejak tahun 2004 telah banyak nelayan NTT yang ditangkap pemerintah Australia saat memasuki kawasan itu.

Masyarakat adat di Nusa Tenggara Timur (NTT) kemudian meminta Australia agar segera hengkang dari pulau itu. Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB), Ferdi Tanoni, mengatakan telah meminta Negeri Kanguru menunjukkan bukti kepemilikan yang sah atas gugusan Pulau Pasir. Ketua YPTB di Kupang, Ferdi Tanoni, mengatakan “Mereka hanya mengklaim bahwa itu milik mereka, padahal tidak ada bukti yang bisa mereka tunjukkan bahwa itu adalah milik mereka”.

Ferdi juga telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Australia. Hal ini disebabkan karena banyak nelayan NTT yang melaut di wilayah itu dan ditangkap otoritas Canberra. Menurutnya di pulau itu terdapat kuburan leluhur Rote termasuk artefak. Ferdi menambahkan bahwa saat ini Australia melakukan aktivitas pengeboran minyak bumi di kawasan itu. Ferdi mengatakan “Kalau Australia tidak mau keluar dari gugusan Pulau Pasir, kami terpaksa membawa kasus tentang hak masyarakat adat kami ke Pengadilan Commonwealth Australia di Canberra”. “Nelayan Indonesia mengunjungi Ashmore Reef setiap tahun di bawah Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Pemerintah Australia dan Indonesia, yang memungkinkan mereka untuk memanfaatkan wilayah laut yang telah mereka akses secara tradisional selama berabad-abad.”

Persengketaan tentang Pulau Pasir atau ashmore reef antara Indonesia dan Australia telah terjadi sejak lama. Pada tahun 1974, Canberra dan Jakarta menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) soal batas wilayah teritorial. Perjanjian kedua negara lebih menyepakati garis-garis sementara pada bagian timurnya dengan mengikuti arah garis-garis batas landas kontinen, yang letaknya tepat pada garis tengah antara kedua negara. Garis tengah ini berlanjut sampai mendekati pulau-pulau Ashmore dan Cartier, terus berbelok ke arah utara dan menyusur gugusan pulau-pulau tersebut. Dalam kesepakatan tersebut juga mengatur kegiatan nelayan tradisional Indonesia di Australian Fishing Zone (AFZ), terutama di sekitar pulau-pulau Ashmore Reef dan Cartier island. Kesepakatan ini masih terbatas pada hak nelayan Indonesia untuk berlabuh dan mengambil air tawar hanya di East dan Middle island dari gugusan Pulau Ashmore reef.

Adanya kesepakatan batas kedua negara, pada tahun 1983 pemerintah Australia menetapkan kawasan Ashmore sebagai cagar alam nasional (National Nature Reserve) berdasarkan National Park dan Wildlife Conservation Act 1975. Dengan adanya penetapan kawasan perlindungan ini, membawa implikasi pembatasan aktivitas nelayan Indonesia. Sejak tahun 1983 terjadi perubahan perlakuan terhadap nelayan tradisional yang semakin ketat di kawasan perairan tersebut.

Perlakuan pemerintah Australia terhadap nelayan tradisional, kemudian menuai protes pemerintah Indonesia sehingga pada tahun 1989 dilakukan perjanjian bilateral kedua negara. Inti perjanjian tersebut adalah nelayan Indonesia dapat berlayar dan mencari sumber daya laut dengan menggunakan metode tradisional seperti zaman dahulu. Pemerintah Australia melarang jika nelayan Indonesia menggunakan kapal yang bermotor.

Australia melalui aparatnya kemudian melakukan tindakan tegas terhadap nelayan Indonesia yang melakukan kegiatan eksploitasi sumber daya laut di AFZ, para nelayan tersebut dianggap merusak lingkungan disekitar terumbu karang. Aparat Australia menangkap nelayan, menyita hasil tangkapan, membakar kapal, dan menahan nelayan. Nelayan dianggap memasuki perairan AFZ tanpa mengindahkan peraturan pemerintah Australia, yaitu menggunakan mesin, memasuki wilayah yang dilarang, ataupun mengambil sumber daya laut yang dilarang.

Meski pemerintah Indonesia dan pemerintah Australia telah melakukan perjanjian bilateral hingga tiga kali untuk mengatasi masalah pelanggaran kedaulatan, akan tetapi masih saja terjadi pelanggaran yang dilakukan nelayan-nelayan tradisional Indonesia. Adapun bentuk-bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh nelayan-nelayan tradisional Indonesia yaitu, pelanggaran terhadap wilayah operasi yang telah ditetapkan dalam MoU Box 1974 dan Agreed minutes 1989. Selain itu, terjadi pelanggaran terhadap ketentuan yang berhubungan dengan pemanfaatan sumber daya alam hayati sesuai dengan kesepakatan, baik MoU Box 1974 maupun Agreed Minutes 1989. Salah satu jenis pelanggaran yang sering dilakukan oleh para nelayan tradisional Indonesia adalah pengambilan jenis-jenis biota laut tertentu sebagai bagian dari sumberdaya alam hayati yang dilarang, seperti pengambilan penyu dan burung beserta telurnya.

Pelanggaran terhadap penggunaan fasilitas yang digunakan dalam kegiatan penangkapan ikan juga sering dilakukan. Fasilitas yang digunakan tidak sesuai dengan apa yang telah ditetapkan melalui MoU Box 1974 dan Agreed Minutes 1989, yaitu melakukan kegiatan penangkapan dengan menggunakan perahu yang digerakkan oleh mesin (motor), menggunakan alat-alat penangkapan yang tergolong modern, bahkan menangkap ikan hiu dengan menggunakan gil/net.

Pelanggaran yang dilakukan berhubungan dengan masalah lingkungan hidup juga sering dilakukan. Mereka dinilai sering lalai memadamkan api setelah memasak, membuang puntung rokok sembarangan, ataupun kegiatan lain yang menyebabkan terkontaminasinya sumber-sumber air minum. Para nelayan juga dikatakan memanfaatkan kegiatan penangkapan ikan sebagai sarana untuk mengantar dan memasukan imigran gelap ke Australia.

Pemerintah Australia mendefinisikan penangkapan illegal cenderung pada kategori pelanggaran hukum karena memasuki wilayah perairan pengawasan Australia, tanpa izin dari otoritas Australia. Berdasarkan nota kesepahaman antara Indonesia-Australia yang ditandatangani pada tahun 1974, pemerintah Australia masih mengizinkan nelayan tradisional, yaitu nelayan yang menggunakan kapal layar. Pemerintah Australia melarang setiap nelayan Indonesia yang menangkap ikan atau makluk hidup lainnya di Ashmore Reef karena area ini dijadikan cagar alam. Berdasarkan ketentuan-ketentuan tersebut, pemerintah Australia akan menghukum orang yang melanggar dengan menyita hasil yang telah diperoleh nelayan serta mewajibkan membayar denda atau mengenakan hukum penjara. Sedangkan Perahu kapal yang terbukti bersalah dapat disita dan dibakar.

Menanggapi hal ini, Pemerintah Indonesia menyatakan pulau itu memang milik Negeri Kanguru. Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Abdul Kadir Jailani lewat akun Twitternya. "Pulau Pasir merupakan pulau yang dimiliki Australia berdasarkan warisan dari Inggris,". Pulau tersebut dimiliki inggris berdasarkan Ashmore and Cartier acceptance Act, 1933, Dan dimasukan ke dalam wilayah Administrasi Negara Bagian Australia Barat pada tahun 1942.

Australia pada masa penjajahan memang diduduki Inggris, sedangkan Indonesia lebih lama dijajah Belanda. Tidak bisa dipungkiri jika warisan kolonialisme telah lestari mempengaruhi bentuk-bentuk kedaulatan negara sampai saat ini. Dalam geografi Australia, Pulau Pasir tersebut bernama Kepulauan Ashmore dan Cartier. Sebelum Indonesia merdeka, pulau karang dan pasir kecil itu memang telah  menjadi milik Inggris. Sehingga Pulau Pasir atau Ashmore reef tidak pernah masuk ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Belanda tidak pernah mengklaim pulau tersebut karena tidak memiliki keuntungan dari segi apapun. Sedangkan inggris perlu memiliki pulau tersebut sebagai jalur pelayaran yang aman. Maka dari itu belanda dan inggris tidak bersengketa masalah pulau Ashmore reef tersebut, dan menyatakan pulau tersebut adalah milik inggris.

Pada Peta AOI (Area of Interest), yang menampilkan gambar wilayah Indonesia secara keseluruhan, terlihat ada lekukan garis batas yang menjorok ke arah dalam sisi Indonesia. Lekukan ini mirip dengan peta Australia. Lekukan itu melewati Pulau Pasir atau Australia menyebutnya sebagai Ashmore and Cartier Islands. Pada peta ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) Indonesia di situs Badan Informasi Geospasial Indonesia, terdapat gambar lekukan yang sama. Garis wilayah Indonesia menjorok ke dalam menghindari Pulau Pasir atau Kepulauan Ashmore dan Cartier. Bahkan di peta ZEE Indonesia, tidak ada nama Pulau Pasir, yang ada yakni Ashmore Reef. Di dekatnya, ada Hibernia Reef yang juga masuk wilayah Australia (meski menjorok ke Indonesia).

Garis batas ZEE Indonesia yang melewati Pulau Pasir ini berbentuk garis putus-putus, melewati Samudra Hindia hingga Laut Timor di selatan Nusa Tenggara Timur atau utara Australia. Jadi menurut peta resmi Indonesia, Pulau Pasir atau Kepulauan Ashmore dan Cartier tidak masuk wilayah Indonesia, melainkan wilayah Australia. Tidak mengherankan jika pemerintah Australia berang karena banyak nelayan yang tidak mengindahkan peraturan tersebut. Sebagai konsekuensinya, pemerintah Australia akhirnya menangkap dan menyita kapal milik nelayan yang melanggar perjanjian tersebut.

Itulah pembahasan pulau Ashmore reef yang memang merupakan milik Australia. Jika Indonesia berusaha untuk mengklaim pulau tersebut, maka Indonesia berada pada posisi sebagai penginvasi. Dan jika berperang pun maka Indonesia akan dianggap bersalah karena melanggar perjanjian yang telah dibuat oleh kedua negara. Menanggapi ramalan Nostradamus yang mengatakan bahwa Indonesia dan Australia akan berperang itu tidaklah benar. Bagaimana mungkin seseorang yang hidup pada tahun 1500an meramalkan Indonesia, sedangkan nama Indonesia digunakan pertama kali digunakan secara politik pada tahun 1920an. Terlebih lagi, buku yang ditulis oleh Nostradamus dengan judul Les Propheties telah hilang setelah Nostradamus menghilang. Buku karya Mario Reading yang berjudul Nostradamus: The Complete Prophesies for the Future bisa saja adalah perkiraan Mario Reading melihat perselisihan Indonesia dan Australia yang telah terjadi sejak lama. Jika memang benar terjadi, maka itu hanyalah sebuah kebetulan ataupun itu adalah pengamatan yang telah dilakukan oleh Mario Reading.

Sumber Referensi :

cnbcindonesia.com, 

cnnindonesia.com, 

news.detik.com, 

99.co

Senin, 27 Juni 2022

PABLO ESCOBAR RAJA KOKAIN KOLOMBIA!!! GEMBONG NARKOBA TERKAYA DIDUNIA!!!

Saat itu, Chili adalah salah satu produsen utama kokain yang memasok kokain ke Amerika Serikat. Namun pada tahun 1973, Augusto Pinochet menggulingkan dan mengakhiri pemerintahan sipil Presiden Salvador Allende. Pinochet yang berkuasa sebagai diktator di Chili kemudian memberangus semua produksi kokain di negaranya. Karena perintahnya, sekitar 33 lokasi ditutup dan sekitar 350 orang pengedar ditangkap. Pada waktu yang sama, permintaan pasokan kokain justru makin meningkat di Amerika Serikat. Di tengah situasi itulah Pablo Escobar mengambil kesempatan untuk menjadi pemasok kokain di Negeri Paman Sam.

Sosoknya sangat kontroversial, Selain sebagai bandar narkotik, namanya terkenal di tengah masyarakat miskin Kolombia bahkan menganggapnya sebagai pahlawan. Pablo Emilio Escobar Gaviria lahir pada 1 Desember 1949 di sebuah pedesaan bernama Rionegro. Ibunya adalah seorang guru sekolah dasar, dan ayahnya adalah seorang petani. Di masa remaja, Escobar menjadi penjual rokok ilegal, pencuri kendaraan bermotor, hingga penjual tiket lotre palsu.

Pada tahun 1970an, kota Medellin mulai menjadi tempat para sindikat kejahatan terorganisir yang menghasilkan banyak uang dari penyelundupan berbagai jenis barang termasuk narkotika. Narkotika di kota Medellin saat itu belum menjadi barang utama dan umum di Kolombia. Karena sebelum tahun 1973 Chili masih menjadi pemasok kokain, sedangkan Kolombia berperan sebagai penghubung ke Amerika Serikat. Produksi kokain baru beralih ke Medellin pada tahun 1973, setelah Jenderal Augusto Pinochet menguasai Chili. Ia mengakhiri bisnis kokain di Chili dan para penyelundup Kolombia mengambil alih produksi kokain ke Kolombia khususnya Medellin.

Melimpahnya daun koka di hutan-hutan Kolombia, membuat Kartel Medellin bisa meningkatkan produksi kokain dengan cepat. Pablo Escobar yang ikut ambil bagian, langsung melejit sejak terjun ke bisnis kokain. Escobar mulai mendistribusikan bubuk kokain sendiri, serta membangun rute penyelundupan pertama ke Amerika Serikat pada tahun 1975. Beberapa tahun kemudian, Escobar yang menguasai kartel Medellin ini telah mampu mengirimkan 70 hingga 80 ton kokain per bulan dan jumlahnya semakin berlipat ganda. Kekayaannya terus berlipat, Kartelnya bisa meraup 420 juta dollar AS per minggu atau 22 miliar dollar AS per tahunnya.

Perjanjian ekstradisi kemudian ditandatangani pada tahun 1982, bahwa setiap orang Kolombia yang terbukti melanggar hukum Amerika Serikat bisa ditangkap dan diproses secara hukum di Amerika Serikat. Melihat potensi bahaya bagi bisnisnya, Escobar mengajukan diri menjadi anggota parlemen Kolombia dan terpilih pada 14 Maret 1982. Escobar berusaha masuk ke parlemen untuk menghapus perjanjian ekstradisi. Setelah terpilih, Escobar mulai membangun fasilitas yang dibutuhkan masyarakat seperti rumah ibadah, klinik, fasilitas olahraga, dan infrastruktur di pemukiman penduduk. Pekerjaan barunya itu membuat Escobar menjadi dekat dengan masyarakat miskin yang secara langsung merasakan manfaatnya. Akan tetapi, bagi pemerintah Kolombia dan AS, Escobar tetaplah gembong kokain yang harus ditangkap.

Laporan dari Boston Globe menyebut 600 polisi meregang nyawa di tangan anak buah Escobar. Belum lagi keterlibatannya dalam pembunuhan calon presiden Luis Carlos Galan yang difavoritkan menang dalam pemilu Kolombia tahun 1990 dan serangkaian aksi lainnya. Galan adalah masalah besar bagi Escobar karena misi utamanya memberantas perdagangan narkotika. Dalam kampanye, Galan bahkan berani menjanjikan untuk mengembalikan perjanjian ekstradisi jika menjadi presiden. Namun dalam sebuah kampanye publik pada 18 Agustus 1989, ia ditembak mati. Escobar juga disebut-sebut turut mendukung gerakan kelompok gerilyawan sayap kiri Kolombia bernama M-19 saat menyerbu Mahkamah Agung sebagai jawaban atas konstitusi perjanjian ekstradisi dengan Amerika Serikat dan membunuh setengah dari seluruh hakim.

Escobar akhirnya semakin banyak melakukan pembunuhan dan penculikan terhadap para penegak hukum yang menolaknya. Pada tahun 1987 anak buah Escobar telah meledakkan sekitar 3000 mobil dengan bom, sekitar 22 ribu orang terbunuh dalam rangkaian insiden itu. Mahkamah Agung Kolombia tidak berdaya dan akhirnya mencabut perjanjian ekstradisi dengan AS.

Pablo Escobar semakin besar lewat penjualan kokain karena ia juga menyuap para jajaran pejabat, hakim, dan politisi. Ia juga turut terlibat dalam kematian ratusan orang termasuk warga sipil, polisi dan pejabat negara. Tingkat pembunuhan di Kolombia meningkat karena Escobar yang menggelontorkan uang kepada pembunuh bayaran untuk menumpas polisi. Selain dengan pemerintah, Salah satu rivalitas dengan kartel lain di dalam negeri juga kian meruncing. Baku tembak antarkartel kian kerap terjadi dan menimbulkan banyak korban jiwa. Jumlah pembunuhan tiap tahun naik dan Kolombia sempat tercatat sebagai negara dengan jumlah pembunuhan terbanyak di dunia.

Pada pertengahan tahun 1991, operasi pemerintah Kolombia terhadap Escobar semakin serius. Dengan dibantu Amerika Serikat di bawah pasukan khusus, memaksa raja kokain dunia ini menyerah dengan negosiasi. Ia akan menyerahkan diri namun di penjara yang didesainnya sendiri di dataran tinggi dekat Medellin. Penjara itu bernama La Caterdal yang  bergelimang fasilitas mewah. Dibanding penjara, La Catedral lebih cocok disebut sebagai tempat hiburan karena penuh kemewahan. Escobar menyerahkan diri adalah untuk menghindari penjara di Amerika.

Pada pertengahan 1992, pemerintah Kolombia mendapati bukti bahwa Escobar masih menjalankan bisnis kokain di balik jerujinya. Presiden langsung berencana memindahkan Escobar ke penjara umum. Presiden Gaviria memerintahkan tentara pimpinan Jenderal Gustavo Padro Ariza untuk memindahkan Escobar dari La Catedral. Sebanyak 4000 tentara dikerahkan untuk mengepung penjara pribadi Escobar tersebut pada 22 Juli 1992. Sandoval yang difungsikan sebagai negosiator justru disandera oleh pasukan pribadi Escobar yang bersenjata lengkap. Penyanderaan Sandoval yang juga Wakil Menteri Kehakiman Kolombia menyulut perintah Jenderal Ariza untuk menyerbu La Catedral. Sebanyak 250 pasukan elit, 4 helikopter, dan 7 anjing pelacak menerobos masuk dan berhasil melumpuhkan pasukan Escobar, namun Raja Kokain itu berhasil melarikan diri lewat terowongan rahasia.

Dilaporkan Los Angeles Times, kelompok ini bernama Los Pepes yang melakukan serangan ke anggota kartel Medellin dengan serangan berdarah dan membabi buta. Belasan dan bahkan lebih rekan Escobar yang meliputi pengacara dan kerabat ikut terbunuh. Dan sejumlah besar properti dari kartel Medellin dihancurkan. Setelah Escobar melarikan diri, Presiden Gaviria mengeluarkan perintah untuk menangkap Raja Kokain itu hidup atau mati. Tak ada lagi negosiasi, walaupun saat itu muncul kekhawatiran baru soal teror bom dari Escobar.

Pelarian Escobar berlangsung selama 16 bulan hingga akhirnya tempat persembunyiannya tercium kepolisian dan pasukan elit Kolombia yang dibantu Drugs Enforcement Administration (DEA), badan antinarkotika Amerika Serikat. Di bawah pimpinan Brigadir Hugo Martinez, tim tersebut mengawasi dan melacak transmisi telepon radio dan menemukannya bersembunyi di Los Olivio, sebuah kampung kelas menengah di Medellin. Baku tembak terjadi saat pasukan mengepung tempat persembunyiannya yang berisi Escobar dan pengawal pribadinya Alvaro de Jesus Agudelo.

Dalam kronologi penangkapan yang dirilis U.S Drug Enforcement Administration, kedua buronan ini berusaha melarikan diri dengan berjalan di atap rumah, di saat itulah keduanya ditembak polisi Kolombia. Dilaporkan Escobar mengalami luka tembakan di kaki dan tubuh bagian atas, dan yang paling fatal adalah tembakan di telinga. Kontroversi yang meliputi penembakan mati Escobar adalah tidak ada yang mengetahui secara pasti siapa yang melepaskan tembakan hingga tepat di telinganya atau proses itu dilakukan setelah ia terjatuh. Beberapa kerabat Escobar percaya ia mengakhiri hidupnya sendiri dengan menembakkan diri tepat di telinga karena anak istrinya di sandera. Dalam buku Kenneth Robert berjudul Zero Hour: Killing of the Cocaine King memuat keterangan dari saudara Pablito, Roberto Escobar dan Fernando Sánchez Arellano yang menyebut bahwa raja kokain pernah mengutarakan bahwa ia akan menembak dirinya sendiri melalui telinga.

Tanggal 2 Desember 1993, menjadi akhir hidup raja kokain dunia asal Rionegro yang pada pada masa hidupnya memasok 80 persen kokain dunia, dan menyelundupkan 15 ton ke Amerika Serikat. Escobar telah menjadi ikon layaknya sosok Robin Hood bagi warga Medellin terutamanya kaum miskin kota banyak yang meratapi kematiannya. Buku Virginia Vallejo berjudul Loving Pablo Hating Escobar menyebut pemakamannya dihadiri oleh 25.000 orang.

Itulah peristiwa kematian seorang gembong narkotika yang merupakan raja kokain di Kolombia. Ia berhasil menyuap banyak politisi, polisi, dan orang-orang penting di Kolombia sehingga mampu menjalankan bisnisnya. Pendapatannya dari kokain yang mencapai angka 420 juta dolar per minggu, membuat majalah Forbes memasukkan nama Pablo Escobar dalam daftar orang terkaya di dunia. bahkan ia masuk daftar orang terkaya selama 7 tahun berturut-turut. Escobar sering membagi-bagikan uang ke masyarakat miskin agar mendapat dukungan memperkuat bisnisnya. Namun karena bisnisnya adalah sebuah kejahatan, maka ia tidak bisa tenang menjalankannya. Walaupun ia banyak menyuap pejabat negara, namun jeratan hukum akan selalu membayanginya.

 

Sumber Referensi : id.wikipedia.org

internasional.kompas.com

tirto.id

voi.id


PIETER ERBERVELD PAHLAWAN BATAVIA!!! KULIT PUTIH YANG DIBUNUH SECARA SADIS OLEH VOC BELANDA!!!

 


Pemerintahan belanda tidak hanya kejam terhadap pribumi, tetapi juga kepada siapa saja yang berusaha melakukan pemberontakan terhadap kekuasaannya. Kejadian tragis yang dialami oleh orang kulit putih pernah terjadi di Jakarta yang dulu disebut Batavia. Bahkan, mereka membangun monumennya untuk mengatakan bahwa Belanda tidak segan-segan menghukum siapapun yang memberontak.

Salah satu orang kulit yang menjadi korban kekejaman belanda adalah Pieter Erberveld. Pieter Erberveld ditangkap bersama 17 orang pribumi lainnya termasuk Raden Kartadriya. Pieter dikatakan memimpin konspirasi dan sejumlah kekacauan yang bertujuan menentang kekuasaaan VOC. Maka tidak heran jika orang jepang mengatakannya sebagai simbol perlawanan terhadap kolonial, sedangkan orang Batavia menganggapnya sebagai seorang pahlawan. Walaupun ia dianggap sebagai pengkhianat bagi orang belanda seperti yang tertulis dalam monumennya.

Pieter Erberveld adalah seorang keturunan Jerman-Siam yang bekerja di Batavia. Ayah Pieter adalah seorang pengusaha kulit dari kota Elberfeld, Jerman. Sedangkan ibunya konon dari Siam (Thailand). Namun sejarawan Betawi, Alwi Shihab berpendapat bahwa ibu Pieter adalah seorang Jawa. Ayahnya saat itu datang ke Batavia sebagai penyamak kulit. Setelah ayahnya diangkat sebagai anggota Heemraad untuk mengurusi kepemilikan tanah di daerah Ancol, ayahnya kemudian menjadi tuan tanah. Kekayaan ini kemudian diwariskan kepada Pieter.

Pieter Erberveld adalah pemuda yang gigih dan rajin membantu usaha-usaha orang tuanya dalam bidang penyamakan kulit dan pabrik sepatu. Pada tahun 1708, pemerintah VOC menyita ratusan hektare tanah milik keluarga Pieter. Pihak VOC beralasan, tanah Pieter tersebut tidak memiliki akta yang disahkan oleh pejabat VOC. Dikatakan, ketika penyitaan berlangsung banyak kaum pribumi yang memihak kepada Pieter. Tetapi bukan melemah, pemerintah VOC malah lebih garang. Gubernur Joan van Hoorn menambah hukuman Pieter dengan menyuruhnya menyerahkan 3.300 ikat padi.

Bersamaan dengan itu, Pieter semakin mendekat dengan kaum pribumi. Konon, dirinya kemudian menjadi seorang Muslim yang taat. Bahkan masyarakat Betawi memiliki panggilan hormat kepadanya, yaitu Tuan Gusti. Pieter cukup berjasa terhadap penduduk Batavia, yakni memberikan bantuan untuk pembelian senjata, mengkoordinasi serta memberi semangat kepada orang-orang pribumi dalam menentang dan melawan penindasan Belanda dan VOC-nya. Pada awalnya, gerakan Pieter yang berkulit putih tidak pernah dicurigai meski dia sering keluar-masuk benteng VOC. Kesempatan ini dimanfaatkannya sebaik-baiknya untuk memperkuat gerakannya.

Pieter bersahabat dengan Raden Kartadriya, seorang keturunan ningrat dari Banten. Bersama Raden Kartadriya serta beberapa tokoh lainnya seperta Karta Singa, Karta Naya, Sara Pada, Singa Ita, Tumbar, dan lainnya, Pieter mengadakan pertemuan-pertemuan rahasia untuk membicarakan gerakan mereka melawan kompeni Belanda. Gerakan ini kemudian mendapat dukungan penuh dari rakyat.

Gerakan yang mereka lakukan secara diam-diam hampir mencapai tujuan. Senjata-senjata mereka mulai terkumpul di suatu tempat di luar benteng Belanda. Kartadriya yang datang ke rumah Pieter bersama belasan pengikutnya melaporkan bahwa dia sudah menyiapkan kekuatan 17 ribu orang. Mereka dilengkapi senjata, dan di hari penyerangan pasukan ini akan datang ke Batavia.

Namun seorang mata-mata Belanda melihatnya dan melaporkan gerakan rahasia ini. Adapula yang mengatakan bahwa seorang budaklah yang melaporkannya. sedangkan Versi lain mengatakan, jika Sultan Banten-lah yang membocorkan karena ia khawatir akan pengaruh Pieter dan Kartadriya yang akan merongrong kekuasaannya. Orang itu melaporkan bahwa Pieter Erberveld dan teman-temannya telah mengorganisasi suatu gerakan untuk menentang Belanda dengan merencanakan pemberontakan bersenjata terhadap VOC. Akibat laporan ini, Pieter dituding telah berkhianat, Dia bersama Raden Kartadriya serta beberapa rekan-rekannya ditangkap.

Di dalam tahanan, mereka disiksa secara kejam oleh tentara Belanda. Kemudian mereka diadili di pengadilan buatan kolonial dan akhirnya dijatuhkan vonis hukuman mati. Eksekusi Pieter membuat namanya dikenang sebagai "Pangeran Pecah Kulit". Julukan itu menggambarkan betapa mengerikannya eksekusi yang dilakukan. Kedua tangan dan kaki Pieter diikat dan ditarik oleh empat kuda yang berlari berlawanan arah. Tubuh Pieter terbelah menjadi empat bagian. Tidak hanya sampai disitu, Kepala Erberveld kemudian dipenggal dan ditancapkan ke sebuah tombak. Hal ini dilakukan VOC untuk memberikan efek jera kepada penduduk agar tidak lagi mencoba-coba melakukan perlawanan pada mereka.

Tubuh Elberfeld dimakamkan di suatu sudut di Jalan Pangeran Jayakarta, kemudian didirikan suatu tugu peringatan. Di tugu itu dipajang tengkorak Elberfeld yang ditusuk tombak dan di bawahnya terdapat prasasti. Pada batu itu juga tertulis sembilan baris tulisan berbahasa Belanda. Lalu di bawah tulisan berbahasa Belanda ini, terdapat pula terjemahannya dalam bahasa Jawa. Peringatan itu berbunyi:

Sebagai kenang-kenangan yang menjijikan atas dihukumnya sang pengkhianat: Pieter Erverbeld. Karena itu dipermaklumkan kepada siapapun, mulai sekarang tidak diperkenankan untuk membangun dengan kayu, meletakan batu bata dan menanam apapun di tempat ini dan sekitarnya: Batavia, 14 April 1722.”

Dulu, monumen ini dapat dikunjungi di kawasan Jacatraweg yang sekarang menjadi jalan pangeran Jayakarta. saat itu, Monumen Kepala Erberveld masyhur lantaran dilalui jalur trem listrik yang beroperasi pada tahun 1925.  Saat kedatangan Jepang pada tahun 1942, tugu itu dihancurkan namun prasastinya dapat diselamatkan. saat itu, pembongkaran disertai dengan upacara penguburan tengkorak oleh pasukan Jepang. Mereka menganggap Erberveld terlalu banyak menggambarkan sejarah kelam masa kolonial maka dihapuslah sejarah itu. Tetapi surat kabar Pandji Poestaka sempat menyiarkan catatan soal Pieter dengan nada hormat. Saat itu, Jepang memang membenci Belanda, sehingga sosok Pieter bisa “terangkat” meskipun monumennya tetap dihancurkan. Pada tulisan itu, pemerintah Jepang memberikan penghargaan atas sikap Pieter itu.

Sejak tahun 1985, monumen itu dipindahkan ke Museum Prasasti Jakarta, karena tempat monumen Pieter pertama berdiri kini menjadi showroom mobil. Wujud replika monumen ini sama dengan wujud asli yang pernah dipotret pada zaman penjajahan Jepang, sebelum monumen itu dihancurkan. Foto itu pernah ditampilkan dalam Pandji Poestaka tahun XXI, 9/10 Maret 2603 (tahun Showa Jepang atau 1943 Masehi). Terdapat juga tengkorak tiruan, sebagai pengganti tengkorak asli Pieter yang dahulu dipancangkan usai dihukum mati. Tengkorak itu terpajang di besi tajam, semacam mata tombak. Sementara itu masyarakat Betawi pun masih mengenang sosok tersebut bahkan menamakan tempat eksekusi Pieter sebagai nama kampung, yakni Pecah Kulit. Menggambarkan kondisi pecahnya kulit sang pahlawan karena ditarik kuda.

Itulah kisah tentang Pieter Erberveld yang dibunuh secara kejam oleh Belanda karena berusaha melakukan pemberontakan bersama masyarakat pribumi. Walaupun pada akhirnya dieksekusi sebelum berhasil melakukan pemberontakan. Namun Pieter tetap dianggap pahlawan dari Batavia. meski dianggap pahlawan, namun namanya seolah tenggelam di buku-buku sejarah perjuangan bangsa ini. Dari kisah ini kita bisa tahu bahwa Belanda benar-benar kejam terhadap siapa saja yang memberontak. Tidak mengherankan jika banyak rakyat pribumi yang tewas secara tragis. Sisa-sisa kisah tragis itupun masih bisa kita lihat dengan mengunjungi replika monumen yang mirip dengan replika aslinya.

 

Sumber Referensi : betawipos.com

goodnewsfromindonesia.id

id.wikipedia.org

nationalgeographic.grid.id

news.detik.com

voi.id

HOLOCOUST NYATA ATAU HANYA KARANGAN??? MENGAPA KEBEBASAN HILANG SEKETIKA KETIKA MENYANGKALNYA???

 


Holocaust adalah peristiwa pembantaian orang-orang Yahudi oleh Jerman yang membunuh sekitar enam juta orang yahudi. Kata holocaust pernah dituliskan dalam media amerika   ketika pembantaian orang-orang Turki Utsmani di Armenia pada 10 september 1895. Lalu media amerika serikat Kembali memunculkan kata holocaust ketika terjadinya pembantaian orang-orang yahudi yang dilakukan  oleh jerman. Penyebab pembantaian jutaan orang tersebut tentu bukan hanya karena suatu hal sepele. Jika hanya karena satu atau dua hal, orang tentu Jerman tidak akan membunuh semua orang yahudi yang mereka temui.

Peristiwa Holocaust bermula ketika Adolf Hitler menjadi orang nomor satu di jerman. indikasi kebencian awal Hitler kepada Yahudi disebabkan oleh kematian janggal sang ibu di tangan seorang dokter Yahudi. Namun belum diketahui bagaimana penyebab meninggalnya ibu Hitler oleh dokter Yahudi tersebut. Hitler pada awalnya tidak menciptakan kebencian terhadap orang Yahudi. Dia hanya memanfaatkan ide-ide antisemitisme yang telah ada sejak lama.  Antisemitisme adalah prasangka lama dan tersebar luas yang telah terwujud dalam berbagai bentuk sepanjang sejarah. Di Eropa, antisemitisme berasal dari zaman kuno.

Pada Abad Pertengahan (500-1400), prasangka terhadap orang Yahudi terutama didasarkan pada kepercayaan dan pemikiran Kristen awal, khususnya mitos bahwa orang Yahudi bertanggung jawab atas kematian Yesus. Kecurigaan dan diskriminasi yang berakar pada prasangka agama berlanjut di Eropa modern awal (1400–1800). Pada saat itu, para pemimpin di sebagian besar wilayah Eropa Kristen mengucilkan orang-orang Yahudi dari sebagian besar aspek kehidupan ekonomi, sosial, dan politik.

Pengucilan ini berkontribusi pada stereotip bahwa orang Yahudi merupakan orang luar. Ketika Eropa menjadi semakin sekuler, banyak tempat mencabut sebagian besar pembatasan legal terhadap orang Yahudi. Namun, hal ini tidak berarti akhir dari antisemitisme. Selain antisemitisme agama, jenis antisemitisme lainnya juga terjadi di Eropa pada abad ke-18 dan ke-19. Bentuk-bentuk baru ini meliputi antisemitisme ekonomi, nasionalis, dan rasial.

Pada abad ke-19, para pendukung antisemitisme mengklaim bahwa kaum Yahudi bertanggung jawab atas banyak penyakit sosial dan politik dalam masyarakat industri modern. Teori ras, eugenika, dan Darwinisme Sosial secara keliru membenarkan kebencian ini. Prasangka Nazi terhadap orang-orang Yahudi memanfaatkan semua unsur ini, terutama antisemitisme rasial. Antisemitisme rasial adalah gagasan bahwa kaum Yahudi adalah ras yang terpisah dan inferior. 

Partai Nazi mempromosikan bentuk antisemitisme rasial yang sangat mematikan. Antisemitisme merupakan orientasi pandangan dunia berbasis ras bagi Partai Nazi. Nazi meyakini bahwa dunia dibagi menjadi ras-ras yang berbeda dan bahwa beberapa ras adalah lebih unggul dari ras yang lain. Mereka menganggap orang Jerman sebagai anggota ras “Arya” yang unggul. Mereka menegaskan bahwa "Arya" terkunci dalam perjuangan untuk eksistensi dengan ras lain yang lebih rendah. Lebih lanjut, Nazi meyakini bahwa apa yang disebut sebagai "ras Yahudi" adalah ras yang paling rendah dan berbahaya dari semuanya. Menurut Nazi, orang-orang Yahudi adalah ancaman yang perlu disingkirkan dari masyarakat Jerman. Jika tidak, Nazi bersikeras bahwa "ras Yahudi" akan secara permanen merusak dan menghancurkan rakyat Jerman. Definisi Yahudi berdasarkan ras menurut Nazi mencakup banyak orang yang menganggap dirinya sebagai orang Kristen atau tidak mempraktikkan Yudaisme. 

Hitler sejak kecil mendapatkan doktrin tentang Yahudi adalah orang jahat. Keyakinan Hitler akan hal tersebut juga semakin bertambah ketika dirinya mengalami banyak pengalaman buruk yang berhubungan dengan orang-orang Yahudi. Seorang sejarawan Jerman bernama Ralf-George Reuth berargumen, bahwa kebencian sang diktator Jerman tersebut disebabkan karena ada pengaruh Revolusi Rusia dan keterpurukan ekonomi Jerman akibat kaum Yahudi. Campur tangan orang-orang Yahudi dalam Revolusi Rusia yang dipimpin Lenin menambah kebencian Adolf Hitler terhadap orang-orang Yahudi.

Kebencian Hitler semakin memuncak. Selama Perang Dunia Pertama (1914-1918), Hitler adalah seorang prajurit di tentara Jerman. Pada akhir perang, dia dan banyak tentara Jerman lainnya, tidak bisa melupakan kekalahan Kekaisaran Jerman. Komando tentara Jerman menyebarkan mitos bahwa tentara tidak kalah perang di medan perang, tetapi karena mereka telah dikhianati. Tentara Jerman kalah karena "tikaman dari belakang". Penghianatan itu dilakukan oleh Yahudi dengan cara memindahkan aset-aset Jerman ke Inggris.

Hitler percaya pada mitos itu, bahwa Yahudi dan komunis telah mengkhianati negara. Dengan menyalahkan orang-orang Yahudi atas kekalahan tersebut, Hitler menciptakan musuh stereotipe. Buku The Jew in the Army yang terbit tahun 1919 membuat data tentang tentara Yahudi di Jerman yang justru menjadi parasite dalam armada Jerman. Buku ini menjadi referensi anti yahudi dan Hitler juga menggunakannya.

Dalam buku Mein Kampf dikatakan bahwa, Orang-orang Yahudi yang pertama memasuki Jerman pada masa invasi Roma sebagai pedagang. Orang-orang yahudi tidak menutupi jati diri mereka sebagai orang Yahudi karena di Jerman saat itu menerima dengan baik orang-orang asing. Yahudi ikut serta dalam hal perekonomian, bukan sebagai produsen, namun hanya sebagai perantara. Setelah melewati ribuan tahun sebagai perantara, orang-orang Yahudi menjadi berkuasa pada bidang ini dan mulai memonopolinya. Orang-orang Yahudi mulai meminjamkan uang dengan Bunga yang sangat tinggi. Orang-orang Yahudi adalah bangsa yang memperkenalkan system pembayaran bunga pada Jerman.

Orang-orang Yahudi secara perlahan mulai membangun negara dalam negara. Orang-orang Yahudi semakin mendominasi perekonomian, semua transaksi keuangan adalah milik mereka. Perekonomian dan perdagangan sepenuhnya telah dimonopoli oleh orang Yahudi. Orang-orang Yahudi semakin memperlihatkan kekurang ajaran mereka. Tirani bangsa Yahudi tidak dapat lagi diterima oleh masyarakat dan mulai memberontak terhadap control bangsa Yahudi.  Hal ini membentuk semacam jurang pemisah antara Yahudi dan bangsa lain.

Bangsa Yahudi yang memiliki kekayaan mulai menyuap dari pengadilan hingga pemerintahan untuk mengambil hati dan mengamankan diri. Pada saat kekuasaan raja-raja dan pangeran-pangeran meningkat, mereka mulai mendekatinya. Mereka memohon kekuatan-kekuatan hukum dan hak-hak istimewa tentunya dengan bayaran yang setimpal. Permintaan itupun akhirnya dipenuhi dan Yahudi memiliki hak istimewa. Secara tidak sadar karena keputusan ini para pangeran dengan tidak sadar mempersiapkan kejatuhan mereka. Keberadaan orang-orang yahudi yang menurut Hitler seperti lintah yang terus menghisap orang ini dan tidak mungkin dilepaskan semakin memupuk kebencian tersebut.

Pada 1920-an dan awal 1930-an, negara yang kalah masih dalam krisis ekonomi besar. Menurut Nazy, mengusir orang-orang Yahudi adalah solusi dari masalah di Jerman. Pesan politik ini dan janji untuk membuat Jerman kuat secara ekonomi kembali memenangkan pemilihan umum Hitler pada tahun 1932. Pada perang dunia kedua, Jerman berusaha menyelesaikan masalah-masalah yang ada di timur seperti gagasan para pendahulunya. Namun, saat itu masalah-masalah ditimur jauh lebih kuat karena berada di bawah kekuasaan Uni Soviet. Gagasan untuk memulai penyerangan dari timur digagas oleh pendahulu mereka ketika pemerintahan Otto Von Bismarck.

Dulu, ketika Jerman dipersatukan oleh Otto Von Bismarck para pejabat militernya membuat gagasan bahwa Jerman pasti akan diserang oleh bangsa-bangsa disekitarnya. Namun tidak mungkin serangan terjadi dari selatan karena di selatan terdapat pegunungan alpen yang susah ditembus dan Austria yang menjadi sekutu lama Jerman. Maka mereka menyelesaikan dulu masalah-masalah yang ada di timur kemudian memfokuskan kekuatan militer di sebelah barat. Pada perang dunia 1 jerman melakukan hal yang sama, gagasan itu relatf berhasil tetapi dalam kepercayaan mereka, mereka dikhianati oleh orang-rang Yahudi yang menyebabkan kekalahan mereka.

Hitler tetap menyerang ke arah timur tetapi hanya sampai Polandia, lalu membuat kesepakatan dengan Uni Soviet. Kesepakatan itu adalah untuk tidak saling serang karena Jerman akan menyerang Prancis dan Inggris dahulu. Jika Uni Soviet menyerang Jerman maka sekutu Jerman yaitu Jepang akan menyerang Uni Soviet. Polandia yang kala itu adalah negara Eropa yang menampung orang yahudi paling banyak sekitar tiga juta orang Yahudi. Jerman sukses menyerang Polandia, maka Hitler dikatakan “killing two birds with one stone”—berhasil mendapatkan dua kesuksesan dalam sekali bertindak: berhasil meraih Lebensraum dan sukses mewujudkan cita-cita etnosentrisme.

Selama perburuan orang-orang Yahudi di Polandia, ribuan orang Polandia membantu orang Yahudi menyelamatkan diri. Akibatnya, orang Polandia yang membantu Yahudi di eksekusi oleh jerman. Jerman lalu melakukan pencarian orang-orang Yahudi di daerah sekitarnya seperti Denmark, Skandanavia, Ukraina, dan Belarus. Orang-orang Yahudi yang ditemukan akhirnya di bantai disana. Cara yang dilakukan adalah membunuh setiap orang yahudi yang ditemukan dan adapula dibantai dengan cara dikumpulkan lalu dibunuh secara masal. Siapapun yang berdarah Yahudi akan dibunuh baik itu anak-anak, dewasa, atapun orang tua. Mereka tidak peduli dengan agama yang dianut oleh orang Yahudi, mereka membunuh orang-orang yang berasal dari suku Yahudi walaupun dia beragama Kristen atau agama lain.

Dari kejadian Holocasut, ada Sebagian orang yang tidak percaya dengan Holocaust termasuk politisi-politisi dan sejarawan. Landasan berpikir mereka adalah tidak bisa dipungkiri Hitler sangat membenci Yahudi tetapi disisi lain Hitler adalah pemimpin militer yang hebat. Dalam keadaan perang, Hitler tidak mungkin memiliki waktu, tenaga, pikiran, dan biaya untuk melakukan penyisiran, pencarian , mengidentifikasi kemudian melakukan pembantaian sistematis terhadap orang-orang yahudi. Karena sangat sulit untuk memisahkan lalu menangkap dan mengirimnya ke tempat pembantaian. Sedangkan dalam perang dunia seorang jenderal Perang harus memikirkan bagaimana melawan negara-negara lain daripada fokus membantai orang-orang Yahudi yang tidak dapat melawan kala itu. Hitler kala itu harus menghadapi 23 negara dengan kekuatan tempur lengkap.

Jika kita berbicara dengan data maka kita akan terbentur dengan masalah bahwa tidak ada dokumen dalam nazi jerman yang diketahui berkaitan dengan Holocaust. Padahal kala itu ketika Hitler mati bunuh diri dan para petingginya ditangkap, semua berkas-berkas dan dokumen nazy diambil. Dokumen tentang pembantaian memang ada, tetapi dilakukan terhadap lawan-lawan yang membahayakan nazy jerman di daerah jajahannya.

Memang teori ini dapat dipatahkan dengan alasan Holocaust adalah sesuatu yang harus dirahasiakan dan tidak boleh dicatat. Namun yang jadi permasalahan bukan tentang ada atau tidaknya Holocaust itu. Yang jadi permasalahannya adalah kepercayaan tentang Holocaust itu berdasarkan kepada Sentimen atau pengetahuan.  Pada keadaan sekarang yang berkaitan dengan Yahudi atau suatu suku tertentu biasanya berdasarkan sentimental. Tentang pro atau kontra terhadap peristiwa Holocaust seharusnya berdasarkan rasa kemanusiaan. Karena percaya atau tidaknya tentang Holocaust tidak ada hubungannya dengan politik. Jika dasarnya adalah rasa kemanusian, maka jika ada suatu kaum yang membantai kaum lainnya kita harus menentangnya. Karena rasa kemanusiaan tidak memandang suatu kaum.

Saat ini, masalah Holocaust banyak digunakan sebagai kepentingan politik tertentu. Di eropa terdapat setidaknya terdapat 16 negara yang menyatakan anti terhadap antisemitisme. Dimana setiap orang harus percaya kepada kejadian Holocaust. Di italia sendiri terdapat undang-undang untuk mengkriminalisasi orang-orang yang menyangkal peristiwa Holocaust yang menyebabkannya harus dipenjara selama 2-6 tahun. Orang-orang yang menyangkal adanya Holocaust akan dikucilkan. Bahkan orang yang berpose seperti Adolf Hitler akan langsung di cap sebagai orang yang menyangkal adanya Holocaust.

 

Sumber Referensi       : encyclopedia.ushmm.org

                          guru gembul Channel

  kompas.com

  Mein Kampf Edisi lengkap (Adolf Hitler)

  suara.com

                          wikipedia.org

 

 

Kamis, 09 Juni 2022

PERANG SALIB III : PERANG TANPA DENDAM!!!

 


Perang salib menjadi perang panjang antara kaum muslimin dan orang-orang nasrani. Pada awalnya, perang ini adalah perang agama antara Islam dan Kristen. Namun seiring berjalannya waktu, perang ini tidak lagi hanya berlandaskan agama. Saat kemenangan Shalahuddin Al-Ayyubi pada perang salib kedua, Shalahuddin berhasil merebut wilayah Jerusalem dari tangan pasukan Salib. Berita mengenai jatuhnya wilayah Jerusalem ke tangan pasukan Muslimin telah menyebar di daratan Eropa. Peristiwa ini kemudian memicu berkobarnya perang salib III yang berlangsung pada 1189 sampai 1192.

Saat raja Henry II meninggal dunia pada tahun 1189, kepemimpinan pasukan Inggris digantikan oleh Richard I, yang dikenal dengan julukan “Richard the Lion Heart”. Maka dari itu, Perang Salib III menjadi kisah tentang dua tokoh sejarah besar, yakni Shalahuddin Al-Ayyubi dan Richard The Lionheart. Selain menjadi perang berdarah antara umat islam dan Kristen, perang ini juga menjadi kisah persahabatan terselubung antara Richard The Lionheart sang pemimpin Pasukan Salib dan Shalahuddin Al Ayyubi sang pemimpin Muslimin.

Persahabatan antara Richard dan Shalahuddin sudah mulai terjalin saat Richard menyamar untuk mencari informasi. Richard memasuki Jerusalem dengan menyamar dan makan malam bersama Shalahuddin, mereka benar-benar saling bersikap ramah. Dalam rangkaian perbincangan, Richard bertanya kepada Sultan tentang bagaimana pandangannya mengenai Raja Inggris. Shalahuddin menjawab bahwa Richard lebih mengunggulinya dalam sifat keberaniannya sebagai seorang ksatria, tapi terkadang dia cenderung menyia-nyiakan sifatnya ini dengan terlalu gegabah dalam pertempuran. Sedangkan menurut Richard, Shalahuddin terlalu moderat dalam memperkuat nilai-nilai keksatriaan, bahkan dalam pertempuran.

Namun karena Paus Gregorius VIII mengeluarkan seruan terkenalnya yang disebut Bull Audita Tremendi, orang-orang Di seluruh Eropa sangat tersentuh akan maklumat Paus tersebut. Banyak yang tertarik untuk bergabung mengabdikan diri sebagai bagian dari Tentara Salib karena jaminan penebusan dosa yang ada dalam Bull Audita Tremendi. Selain itu, perang salib itu merupakan aliansi dari negara-negara eropa yang membuat Richard secara terang-terangan berdamai dengan umat muslim. Hal itu membuat perang salib III harus terjadi, persahabatan Shalahuddin dan Richard kemudian dilakukan secara tersembunyi.

Diceritakan pada masa perang Salib itu, ada seseorang yang cukup berpengaruh di pasukan Muslim. Tidak diketahui namanya, namun seseorang ini berusaha melakukan pemberontakan untuk menghancurkan Salahuddin. Orang ini berupaya melakukan negosiasi dengan Richard yang saat itu tengah mengepung benteng kaum muslimin. Dia ingin memberikan informasi tentang kelemahan benteng yang dijaga oleh kaum muslimin. Sebagai imbalannya, dia meminta agar dia tidak dibunuh jika kaum nasrani memenangkan peperangan. Namun sebelum dia berbicara tentang kelemahan benteng kaum muslimin, Richard lalu memenggal kepalanya kemudian mengirimkannya disertai sepucuk surat kepada Shalahuddin. Shalahuddin kemudian menerima kepala pengkhianat dan sepucuk surat yang berbunyi “Aku tidak ingin orang ini mengacaukan permainan kecil kita”.


Pertempuran antara Shalahuddin dan Richard berulang kali terjadi, terkadang dimenangkan oleh kaum muslimin dan kadang-kadang oleh kaum nasrani. Namun pada suatu ketika, saat kedua kubu telah saling berperang, Richard melihat gelagat pergerakan pedang Shalahuddin yang lain dari biasanya. Pada saat itu pedang sang pemimpin Muslim tumpul lantaran belum diasah. Tanpa basa-basi Richard menyuruh pasukannya untuk berhenti dan memberikan waktu sehari bagi Shalahuddin untuk mengasah pedangnya. Pertempuran hari itupun akhirnya ditunda, dan kedua kubu kembali ke kamp masing-masing dan berperang kembali dikeesokan harinya.

Pada saat akhir perang salib III, yaitu pertempuran Jaffa pada tahun 1992. Richard memutuskan untuk memimpin sendiri perang terhadap pasukan Muslim. Kala itu ia memimpin kavaleri tombak, pasukan berkuda elit pasukan Salib. Menghadapi pasukan Muslim Richard benar-benar sangat maksimal. Shalahuddin menyerang dengan kavalerinya, namun Richard menangkis mereka dengan tombak dan tembakan anak panah.

Kemudian Richard melakukan serangan balasan, semua ini terjadi dengan disaksikan oleh Shalahuddin. Hingga akhirnya terlihat sekali jika Richard kelelahan, dan kudanya saat itu sudah terluka. Sehingga kudanya tersebut seperti sudah tidak bisa dipaksa untuk bergerak lincah. Shalahuddin kemudian menyuruh pasukan berkudanya untuk menyerahkan dua ekor kuda yang masih segar kepada Richard. 

Pertempuran Jaffa, yang terakhir dari perang salib ketiga berakhir imbang. Shalahuddin mundur ke Jerusalem, meninggalkan Richard yang terserang demam karena kelelahan. Pada akhirnya, bukan kemenangan atau kekalahan yang mengakhiri perang Salib III, tetapi kelelahan belaka. Pertempuran ini berakhir dengan perjanjian damai antara kedua kubu. Richard yang jatuh sakit dan pasukannya yang kelelahan menyetujui perjanjian tersebut. Saat sedang sakit itu, Shalahuddin mengirimkan dokter terbaik untuk mengobati Richard. Shalahuddin juga mengirimkan buah persik dan pir serta minuman sedingin es dari perbekalan saljunya dari Gunung Hermon.

Pada 2 september 1192, Richard menandatangani perjanjian Jaffa mengakhiri perang salib III, dan pada hari berikutnya Shalahuddin menandatangani perjanjian tersebut. Perang salib III akhirnya benar-benar selesai kala itu. Sekelompok kecil tentara salib melakukan kunjungan terakhir ke Jerusalem dimana Shalahuddin menerima mereka dan mengobrol dengan riang. Atas permintaan uskup, Shalahuddin mengizinkan empat orang wali gereja untuk melayani kebutuhan para peziarah Kristen di Jerusalem, Betlehem, dan Nazareth.

Itulah kisah persahabatan yang terjalin pada perang salib III antara Shalahuddin Al-Ayyubi dan Richard the Lion Heart. Meskipun mereka berdua sangat dekat dan saling menghormati, tapi dalam perang keduanya benar-benar maksimal. Bahkan keduanya berperang secara adil tanpa adanya kecurangan. Hal itu menyebabkan perang salib III menjadi perang tanpa dendam dan berakhir dengan perdamaian. Bahkan terjadi pernikahan monumental dengan Baitul Maqdis (Yerusalem) sebagai hadiah pernikahan. Saudara perempuan Richard The Lionheart dinikahkan dengan saudara Saladin, Malik al Adil. Peristiwa ini mengakhiri pertikaian antara Islam dan Kristen waktu itu.

Sumber Referensi :     boombastis.com

guru gembul channel

Shalahuddin Al-Ayyubi, John Man