Tuesday, March 19, 2019

Tari Salai Jin Pemanggil Roh Yang Berasal dari Ternate Maluku Utara | Pegawai Jalanan


Gambar terkaitTradisi berbau mistis memang sedari dulu ada di indonesa sejak jaman nenek moyang kita.Salah satunya adalah tadisi yang di lakukan oleh suku asli terante yaitu tarian selai jin. Salai Jin adalah sebuah tarian yang berasal dari Ternate, Maluku Utara. Tarian ini sarat akan nilai magis dan merupakan tarian etnik suku asli Ternate. Inti dari tarian ini adalah sebuah pesan terhadap para makhluk gaib yang berupa Jin. Pada masa lalu, tarian ini dipakai oleh nenek moyang masyarakat Ternate untuk berkomunikasi dengan bangsa Jin yang berada di alam gaib. Tujuan dari komunikasi ini adalah untuk meminta bantuan para Jin untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi oleh manusia.
Hasil gambar untuk tari salai jin
Biasanya tari Salai Jin memang dilakukan secara berkelompok. Tidak ada masalah bila yang melakukan pria seluruhnya, sebaliknya, atau campuran antara pria dan wanita. Dan yang paling terpenting adalah jumlah sang penari haruslah genap untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Walaupun demikian, penari tarian ini biasanya akan mengalami kemasukan roh halus yang berupa Jin.Tarian ini di awali dengan masuknya kelempok peria di arena tari di lengkapi dengan tempat berisi kemenyan yang sudah di bakar di tangan mereka. kesan mistis sudah ditampakkan dari langkah dan setiap gerakan mereka. Hal ini masih terjadi hingga masa modern ini dan situasi ini adalah nilai lebih dari tarian ini.

Pada zaman dahulu tarian ternate di lakukan oleh nenek moyang masyarakat ternate agar dapat berkomunikasi dengan para jin di alam gaib. Mengapa suku ternate pada saat itu meminta bantuan pada bangsa jin untuk menyelesaikan berbagai masalah yang sedang mereka hadapi. Pada masa itu belum ada rumah sakit seperti era modern saat ini dan sistem pemerintahan pada masa itu masih sangat sederhana,sehingga hal-hal mistis semacam ini masih sangat di andalkan ketika ada masalah ,seperti hal nya musim kemarau berkepanjangan ataupun penyakit yang tak kunjung sembuh.

Hingga saat ini tarian ternate maasih di lakukan namun kehadiran jun dan kemasukan roh halus pada tubuh si penari sudah jarang terjadi, sekarang tarian ini bahkan sudah menjadi salah satu tari penyambutan yang di lakukan oleh masyarakat ternate saat ada tamu penting yang berkunjung.

Penyunting : Shella

Sumber : 

(1).  https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/tari-salai-jin-yang-mistis-dan-keberadaannya-kini

Puake Makhluk Penunggu Perairan Yang Sangat Besar dan Mengerikan | Pegawai Jalanan

Kawasan Indonesia hampir 70 persennya adalah wilayah perairan yang meliputi laut, sungai, danau termasuk juga kali. Tak sedikit pula kehidupan manusia yang tergantung dengan air. Namun dengan luasnya kawasan perairan tanah air ini masih belum bisa mencukupi kebutuhan air bagi setiap warganya, khususnya untuk kebutuhan air bersih. Masih banyak warga yang berada di bagian Timur Indonesia yang belum bisa menikmati air bersih.Terlepas dari krisis air, hampir sebagian besar tragedi dan kecelakaan juga terjadi di kawasan perairan. Kejadian ini kemudian dikaitkan dengan hal-hal mistis yang sudah dipercayai oleh masyarakat sejak zaman dulu, yakni sosok Puake atau biasa disebut Puaka. Puake sendiri dipercaya sebagai raksasa yang menunggu kawsan perairan Indonesia.

Cerita tentang keberadaan Puake (beberapa menyebutnya Puaka) ternyata sudah ada sejak jaman nenek moyang bangsa Indonesia. Nenek moyang kita yang merupakan pelaut tak asing dengan cerita Puake. Malahan, beberapa nelayan mempercayai bahwa Puake ada hingga saat ini dan menuntut tumbal berupa kapal karam dan nyawa anak buah kapal (ABK) dalam waktu tertentu.

Sekilas Tentang Puake


Seorang sejarawan sekaligus budayawan Ketapang yang tak disebutkan namanya menyatakan bahwa sebutan Puake sesungguhnya berasal dari bahasa Melayu. Artinya merujuk pada kata sifat yaitu sangat besar atau raksasa. Beberapa orang meyakini jika Puake tak menganggu dan hanya muncul sekejap lalu menghilang. Sebaliknya, sebagian orang lain meyakini makhluk ini menuntut tumbal di waktu tertentu.


Macam-Macam Puake yang Konon Ada di Air


Masyarakat di sekitar sungai daerah Kalimantan meyakini bahwa ada berbagai jenis Puake. Di antaranya Puake Buaya Putih yang disebut Sarassa, Puake Tapah, dan satu lagi Puake Biukur atau kura-kura raksasa. Orang-orang dulu di daerah Kalimantan sering menakut-nakuti anaknya dengan keberadaan Puake di sungai agar tak lagi bermain. Saat menakut-nakuti anak mereka, orang-orang mengatakan jika Puake adalah ular besar yang kepalanya di muara parit dan ekornya berada di hulu sungai.


Perdebatan Tentang Puake Termasuk Jenis Makhluk Gaib Atau Hewan


Meski diyakini keberadaannya, namun tidak ada yang tahu persis makhluk apa Puake itu sendiri. Ada yang mempercayai bahwa mereka adalah hewan tak ubahnya hewan pada umumnya, hanya ukurannya sangat besar dan selalu bersembunyi. Karena persembunyian di air yang dalam, maka tak ada yang bisa menemukannya. Tapi ada juga yang mengatakan jika Puake adalah hewan-hewan berukuran besar dan hidupnya terlalu lama di suatu tempat. Sehingga katanya, mereka kemudian dikendalikan jin atau makhluk halus. Karena itu, jadi semacam siluman dan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.


Cerita Nyata Kemunculan Makhluk yang Diduga Puaka di Sungai Kapuas


Kisah ini diceritakan oleh warga yang tinggal di sekitar Sungai Kapuas. Kejadian yang dialami terjadi pada tahun 1994, kala itu anak-anak yang tinggal di kelurahan Tanjung Kapuas Kota Sanggau Kalimantan Barat sedang bermain di sungai. Permainan populer saat itu adalah menghanyutkan diri dari hulu sungai ke hilir dengan menaiki pelampung dari ban dalam bekas yang besar. Sambil bermain anak-anak itu terlampau ramai, ada yang salto dan ada juga yang berkata kotor dan saling melempar makian. Tiba-tiba di sungai ada gelombang cukup besar seperti ada speed boat yang lewat. Konon katanya, langit menjadi mendung padahal sebelumnya cerah.

Gelombang tersebut mendekat dan tiba-tiba mengarah pada anak-anak yang bermain hingga terpelanting ke tepi sungai akibat dorongan gelombang yang kuat. Beberapa orang yang tengah mencuci juga terlempar, hal ini sungguh ganjil mengingat tidak ada apapun yang lewat. Setelah kejadian itu, seorang tetua kampung bernama Pak Itam menghampiri anak-anak yang bermain dan mengatakan untuk tidak lagi melakukan hal itu (ribut dan berkata-kata kotor). Sebab kata Pak Itam, Puake penunggu sungai marah. Terlepas benar dan tidaknya hal itu, sebagian orang-orang sekitar sungai Kapuas meyakini jika makhluk misterius tersebut memang ada.
Hingga kini Puake memang menjadi kontroversi di tengah masyarakat. Ada banyak pendapat yang disampaikan berbagai pihak, sayangnya pendapat tersebut sebagian menyangkut hal gaib yang sulit dibuktikan. Tapi dalam kehidupan di dunia ini, memang tidak semua hal terlihat. Namun bukan berarti mereka tak ada bukan?

TONTON VIDEONYA DISINI

Penyunting : Admin Pegawai Jalanan
Sumber :
1).  https://www.boombastis.com/puake-makhluk-raksasa-yang-konon/112222

Monday, March 18, 2019

Kisah Nabi Zulkarnaen a.s. Yang Harus Kita Pelajari Untuk Mengambil Ikhtibar | Pegawai Jalanan


Gambar terkait

Zulkarnain secara harfiahnya bermaksud “Dia yang Bertanduk Dua”, merupakan satu tokoh yang disebutkan di dalam Qur’an, yaitu kitab suci Islam yang menyatakan beliau sebagai pemerintah yang hebat dan adil yang membina tembok pengantara Yakjuj dan Makjuj dari menyerang orang yang di Barat.
Mengikut sejarah, Zulkarnain dikatakan sebagai Iskandar Agung (Alexander dari Macedonia) tetapi ia hanyalah pendapat paling sekular dan disangkal sendiri oleh para ulama dan sarjana Islam yang mengatakan Zulkarnain adalah Cyrus Agung. Gelaran tersebut turut terkenal di kalangan masyarakat Arab sebelum kedatangan Islam yang boleh dikatakan telah digunakan sekurang-kurangnya tiga orang raja yang berbeda.
Persoalan tentang Zulkarnain tercatat dalam sirah nabawiyah (sejarah Nabi) dan tertulis dalam sirah Ibnu Ishaq yang menceritakan bahwa musyrikin Makkah meminta bantuan Yahudi Khaibar untuk mencari kelemahan Muhammad SAW. Ketika Nadr mengatakan hal tersebut kepada mereka, mereka mengirim dia dan Uqbah bin Abu Muit kepada rabai Yahudi di Madinah. Untuk membuktikan kenabian, rabai tersebut akan mengajukan tiga soalan yang sekiranya dijawab dengan betul, maka itu membuktikan akan baginda seorang nabi dan begitu juga sebaliknya. Persoalan yang ditanyakan ialah:
1. Tentang beberapa anak muda di zaman dahulu yang ceritanya amat pelik dan menakjubkan.
2. Tentang seorang lelaki yang merupakan pengembara hebat yang telah sampai ke timur dan barat.
3. Tentang Roh.
Baginda Muhammad SAW. meminta masa untuk menjawabnya dan selepas diturunkan wahyu, semuanya telah terjawab melalui surah al-Kahfi. Berikut merupakan petikan tafsir dari surah al-Kahfi yang menceritakan tentang Zulkarnain.
Dan mereka bertanya kepadamu (wahai Muhammad), mengenai Zulkarnain. Katakanlah: Aku akan bacakan kepada kamu (wahyu dari Allah yang menerangkan) sedikit tentang perihalnya.
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadanya kekuasaan memerintah di bumi dan Kami beri kepadanya jalan bagi menjayakan tiap-tiap sesuatu yang diperlukannya. Lalu dia menurut jalan (yang menyampaikan maksudnya). (QS. Al Kahfi, 18:83-85).
Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: “Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka. Berkata Dzulkarnain: “Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia kembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya. Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami”. Kemudian dia menempuh jalan (yang lain). Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu, Demikianlah dan sesungguhnya ilmu kami meliputi segala apa yang ada padanya. Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan.Mereka berkata: “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?”Dzulkarnain berkata: “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, Berilah aku potongan-potongan besi”. hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: “Tiuplah (api itu)”. hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: “Berilah Aku tembaga (yang mendidih) agar Aku kutuangkan ke atas besi panas itu”. Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya. Dzulkarnain berkata: “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar”.(QS. Al Kahfi, 18:86-98).
Sebagian pihak berpendapat gelaran “Zulkarnain” bermaksud “bertanduk dua”, yang secara tersiratnya merujuk kepada syiling yang ditempa untuk Iskandar Agung maupun ukiran dinding Cyrus Agung. Pentafsir Qur’an abad ke-14 memberikan sebab yang berbeda. Dalam Tafsir Ibn Kathir menyatakan, “Sebagian mereka memanggilnya Zulkarnain kerana dia mencapai dua “tanduk” (batas) matahari, timur dan barat, tempat ia terbit dan terbenam.”
Tambahan pula, nama Zulkarnain juga diterjemahkan menjadi “dia yang berketurunan dua”, “dia yang hidup hingga dua kurun”, “dia yang memiliki dua kerajaan” ataupun “pemerintah dua kerajaan”. Banyak yang mentafsirkan perkataan tersebut dengan maksud yang berbeda.
Terdapat juga pendapat yang mengatakan “bertanduk dua” bermaksud menggabungkan 2 negeri.
Sebagian ulama yang lain ada juga yang berpendapat bahwa Zulkarnain bukan berarti dua tanduk tetapi bermakna dua waktu (masa), yakni masa ketika ia menaklukkan negeri-negeri di bagian barat dan masa ketika ia menaklukkan negeri-negeri di bagian timur. Syeikh Imran Hosein lebih condong mengartikan Zulkarnain dengan waktu, karena menurutnya kata “qarn” dalam Al-Qur’an lebih sering menunjukkan waktu. Walau demikian, bisa jadi memang Zulkarnain maksud-Nya adalah 2 tanduk.
Hasil gambar untuk Zulkarnain dan dua tanduk
Sebenarnya secara etimologi kata qarn dalam bahasa Arab memiliki banyak arti, antara lain:
1. Qarn berarti tanduk (tulang yang terdapat di bagian atas kepala hewan). Hampir sebagian besar hewan bertanduk memiliki 2 tanduk, tetapi ada juga hewan yang memiliki satu tanduk, seperti karkadan.
2. Qarn juga berarti kepang rambut, tetapi qarn juga dapat berarti menunjukkan ciri-ciri rambut tertentu meskipun tidak dikepang.
3. Qarn berarti juga puncak gunung tertinggi dan ujung pedang.
4. Qarn berarti 100 tahun atau 1 abad, dan setiap 200 tahun atau 2 abad disebut qarnaani atau qarnain.
5. Qarnail ardh berarti bagian ujung barat dan bagian ujung timur bumi.
Dialah Raja Muslim yang sangat berkuasa namun soleh. Daerah taklukannya membentang dari bumi bagian barat sampai timur. Ia mendapat gelaran Iskandar “Zulkarnain”. “Zul”, artinya “mempunyai”, Qarnain, artinya “Dua Tanduk”. Maksudnya, Iskandar yang mempunyai kuasa antara timur dan barat.
Dia juga telah membina dinding besar berteknologi tinggi untuk saiz saat itu , diantara dua Gunung . Para ahli sejarah meyakini , dinding tersebut diperbuat daripada besi yang dicampur dengan tembaga itu terletak tepat di pengunungan Kaukasus . Daerah itu kini disebut Georgia , negara pecahan Uni Soviet .
Secara topografis , deretan pegunungan Kaukasus itu memang terlihat memanjang dari laut Hitam sampai ke laut Kaspia sepanjang 1,200 kilometer tanpa celah . Kecuali pada bagian kecil sempit yang disebut celah Darial sepanjang 100 Meter kurang lebih . Pada bagian celah itulah Zulkarnain membina tembok penghalang dari Ya’juj dan Ma’juj .
Gambar terkait
Kisah ketokohan Iskandar Zulkarnain ini juga tertulis dalam catatan sejarah orang – orang barat . Dalam catatan tersebut diceritakan bagaimana ia berjaya meluaskan daerah taklukannya dalam masa yang sangat singkat . Oleh kerana kejayaannya ini , ia diberi gelar ” Alexander The Great ” , Alexander Yang Agung ” . Belakangan cerita ini diadaptasi ke filem skrin lebar oleh Pengarah Amerika Syarikat , Oliver Stone , dengan judul Alexander The Great .
Namun cerita dari orang – orang barat tersebut sangat bertentangan dengan yang disebutkan dalam Al – Qur’an . Para Mufasir menyatakan , ” Alexander The Great ” adalah orang yang berbeda dengan tokoh yang di tulis dalam Al – Qur’an , Yakni , Iskandar Zulkarnain . Alexander Thr Great itu dalam sejarahnya tidak diberitakan pernah membina sebuah dinding besar berteknologi tinggi untuk saiz saat itu , yang dibuat dari besi bercampur tembaga . Bahkan , ia adalah seorang musyrik . Sejarah tidak mencatatnya sebagai seorang Raja Muslim yang taat kepada agama Tauhid .
Sejarawan Muslim yang juga ahli tafsir , Ibnu Katsir , dalam kitabnya Al – Bidayah Wan Nihayah menjelaskan , meski punya nama yang sama dan plot cerita yang sama , yaitu kekuasaannya membentang dari Barat sampai ke Timur , kedua-duanya adalah sosok yang berbeda . Antara mereka terbentang jarak dan waktu sampai 2000 tahun . ” Hanya mereka yang tidak memahami sejarah yang boleh diperbodohkan oleh identiti kedua orang itu , ” katanya .
Ibnu Kathir lebih jauh menjelaskan , Zulkarnain adalah nama gelar atau nama samaran seorang panglima penakluk sekaligus Raja soleh . Kerana kesalehannya ia selalu mengajak manusia untuk menyembah Allah . Namun mereka ingkar , malah memukul tanduknya – Qarnun , yaitu rambut kepala yang di ikat – sebelah kanan , hingga ia mati . Lalu Allah menghidupkannya kembali , dan ia pun kembali berdakwah . Tetapi sekali lagi tanduknya yang kiri dipukul , sehingga ia mati lagi . Allah SWT menghidupkan kembali dan menggelarnya Zulkarnain , pemilik duaTanduk , serta memberinya kuasa .
Cerita yang sama juga di jumpai dalam kitab Jami Al – Bayan fi Tafsir Al – Qur’an , karangan Syeikh Al – Aiji Asy – Syafi’i . Dalam kitab tersebut disebutkan , Zulkarnain adalah seorang hamba yang taat kepada Allah dan mengajak kaumnya menyembah Allah . Lalu mereka memukul tanduknya yang kanan hingga mati . Kemudian Allah menghidupkannya lagi , dan dia kembali mengajak kaumnya mengesakan Allah . Tetapi mereka malah memukul tanduknya yang kiri hingga mati lagi . Lalu Allah menghidupkannya lagi dan menganugrahinya kuasa yang tak tertandingi . Oleh kerana itu ia digelar Zulkarnain .
Di samping kedua kitab tersebut , Mufassir Muslim Ibnu Jarir At-Tabari juga mengisahkannya dalam kitab tafsir Ath – Thabari . Dikatakan , Iskandar Zulkarnain adalah seorang laki – laki yang berasal dari Romawi , ia anak tunggal seorang yang paling miskin di antara penduduk bandar . Namun dalam pergaulan sehari – hari , ia hidup dalam lingkungan kerajaan , bergaul dengan para perwira dan berkawan dengan wanita – wanita yang baik dan berbudi serta berakhlak mulia .
Imam Al – Qurtubi dalam kitab tafsir Al – Qur’annya yang popular , Tafsir Al – Qurtubi , menceritakan , sejak masih kecil dan masa pertumbuhannya Iskandar berakhlak mulia . Melakukan hal – hal yang baik sehingga terangkat nama baiknya . Ia juga menjadi mulia di kalangan kaumnya , sehingga Allah berkenan memberinya kewibawaan .
Selepas mencapai usia akil baligh , Iskandar menjadi seorang hamba yang soleh , sehingga Allah berfirman , ” Wahai Zulkarnain , sesungguhnya Aku mengutusmu kepada umat – umat di bumi . Mereka adalah umat yang berbeda – beda bahasanya dan mereka adalah umat yang berada disegala penjuru bumi . Mereka terbagi dalam beberapa golongan . “
Mendapat amanat tersebut , Zulkarnain lalu berkata , ” Wahai Tuhanku , Engkau telah menugasiku melakukan seuatu perkara yang aku tidak kuasa melakukannya kecuali engkau sendiri , maka beritahukan kepadaku tentang umat – umat itu , dengan kekuatan apa aku boleh melawan mereka ? Dengan kesabaran apa aku boleh menahan mereka ? Dan dengan bahasa apa aku harus bicara dengan mereka ? Bagaimana pula aku boleh memahami bahasa mereka sedangkan aku tidak mempunyai kemampuan . “
Kemudian Allah SWT berfirman ” Aku membebanimu sesuatu yang kamu mampu melakukannya , aku akan melapangkan pendengaran dan dadamu hingga kamu boleh mendengar dan memperhatikan segala sesuatu . Memudahkan pemahamanmu sehingga kamu boleh memahami segala sesuatu , memudahkan lidahmu , hingga kamu boleh bercakap tentang sesuatu , membukakan penglihatanmu , sehingga kamu boleh melihat segala sesuatu , melipatgandakan kekuatanmu hingga tak terkalahkan oleh sesuatu apapun , menyingsingkan tangan kamu , sehingga tidak ada sesuatu pun yang berani meyerangmu , menguatkan hatimu , sehingga kamu tidak takut pada apapun , menguatkan kedua tanganmu hingga kamu boleh menguasai segala sesuatu , menguatkan pijakanmu hingga kamu boleh mengatasi segala sesuatu , memberi kemuliaan hingga tidak ada apa-apa yang menakutimu , menundukkan untukmu cahaya dan kegelapan dan menjadikan salah satu tentaramu . Cahaya itu akan menjadi petunjuk di depanmu , dan kegelapan itu akan berkeliling di belakangmu .
Sejak kecil , Iskandar sudah tidak senang melihat peperangan antara timur , yaitu kerajaan Parsi , dan Barat , Kerajaan Romawi . Perang itu tak ada henti dari tahun ke tahun , malah dari abad ke abad . Ribuan manusia tewas , kerugian harta benda tak terhitung lagi jumlahnya , apalagi kerusakan lingkungan hidup , merugikan manusia itu sendiri .
Gambar terkait
Untuk menghentikan permusuhan antara timur dan barat , Iskandar bercita – cita mendirikan sebuah kerajaan yang dapat menyatukan wilayah timur dan barat .
Iskandar pun tumbuh menjadi manusia dewasa yang soleh , berakhlak dan berbudi tinggi . Atas segala kesalehannya itu , Allah mengaruniakan kepadanya segala kelebihan yang dimiliki oleh seorang pemimpin , lalu Allah memerintahkan untuk menyeru manusia kepada agama tauhid .
Mula – mula dengan tentaranya yang lengkap dan kuat , dia menuju ke barat wilayah Maghribi , tempat terbenamnya matahari . Dilihatnya matahari itu terbenam di mata air yang berlumpur , lautan Atlantik sekarang ini .
Di situ ia bertemu dengan bangsa yang senantiasa berbuat kerusakan dan kejahatan . Bukan saja merusakkan permukaan bumi dan mengacaukannya , tetapi juga sudah menjadi tabiat mereka suka membunuh orang – orang yang tidak bersalah sekalipun . Bahkan mereka tidak beragama .
Sebelum melakukan tindakan , terlebih dahulu Iskandar menadahkan tangannya ke langit , memohon petunjuk kepada Allah , tindakan apa sebaiknya yang harus dilakukan terhadap bangsa yang begitu kejam , apakah bangsa itu akan digempurnya habis – habisan , atau akan dibiarkan begitu sahaja ?
Allah lalu memberinya dua pilihan : digempur habis – habisan sebagai balasan atas kekejaman mereka , atau di ajar dan didik agar mereka kembali kepada kebenaran dan menyembah Allah serta meninggalkan segala kejahatan .
Iskandar Zulkarnain memutuskan menggempur mereka yang durhaka dan jahat , sedangkan orang yang baik akan dilindungi . Sebelumnya ia berkata kepada bangsa tersebut , ” Siapa yang aniaya , akan kami siksa dan dikembalikan kepada Tuhan , agar Tuhan memberikan siksa yang lebih pedih lagi . Adapun orang – orang yang soleh dan baik , akan kami lindungi , dan kepadanya kami hanya akan memerintahkan kewajiban – kewajiban yang ringan . “
Kemudian tenteranya bergerak menewaskan setiap orang yang kejam , melindungi setiap orang yang baik . Akhirnya negeri itu dapat diamankan dan di tentramkan serta di atur sebaik – sebaiknya , penuh dengan kehidupan bahagia dan makmur .
Setelah selesai menunaikan kewajiban terhadap bangsa dan negeri itu , Iskandar dengan tentaranya menuju ke arah timur , India . Dilihatnya matahari di atas bangsa yang musyrik , yang menyembah banyak tuhan , yaitu bangsa Hindustan .
Bangsa dan negeri itu pun dapat ditaklukkan , diamankan dan ditentramkannya , serta diatur sebaik – baiknya sehingga setiap orang dapat merasakan hidup aman , tenteram dan bahagia . Bangsa itu juga dapat dikeluarkan dari lembah kesesatan .
Selesailah sudah kewajibannya terhadap bangsa dan negeri itu . Ia lalu menuju ke utara , negeri Armenia , melalui Parsi dan Azarbaijan . Kemenangan demi kemenangan dicapainya selama dalam perjalanan itu , akhirnya sampailah di suatu tempat , di sana ia bertemu dengan suatu bangsa yang selalu dalam ketakutan dan ke khawatiran , kerana ternyata negeri itu berbatasan dengan bangsa Ya’juj dan Ma’juj yang terkenal kuat dan kejam . Bukan sekali dua kali saja , tetapi seringkali bangsa Ya’juj dan Ma ; juj itu datang menyerang mereka , menghancurkan apa saja yang didapatinya dan membunuh siapa saja yang dijumpainya .
Kedatangan Iskandar ini , mereka sambut dengan segala kehormatan dan kegembiraan , kerana mereka tahu dari kabar yang beredar bahawa Iskandar adalah Raja yang kuat dan paling adil di muka bumi ini .
Lalu mereka meminta bantuan kepada Iskandar , agar dilindungi dari serangan Ya’juj dan Ma’juj . Mereka memohon supaya antara negeri mereka dan negeri Ya’juj dan Ma’juj dibangun dinding raksasa yang tidak dapat ditembusi . Sebagai balasan mereka sanggup membayar mahal Iskandar .
Mendengar permohonan itu , Iskandar Zulkarnain menjawab , ” Saya tidak mengharapkan upah dari kalian , nikmat dan pemberian Tuhanku lebih berharga daripada upah itu . Hanya kepada kalian saya minta kaum pekerja dan alat – alatnya : besi , tembaga , arang batu dan kayu . “
Setelah semuanya terkumpul , ia mula bekerja dengan bantuan para pekerja . Mula – mula menyalakan api dengan kayu dan arang batu , diambilnya besi , lalu dileburkannya dengan api , selepas besi itu cair , dituangkannya tembaga , dan dikacau menjadi satu . Dengan bahan campuran inilah di dirikan dinding raksasa antara negeri itu dan negeri Ya’juj dan Ma’juj . Dinding besi raksasa itu tidak dapat di tembus dan di lubangi oleh sesiapa dan oleh apapun .
Hasil gambar untuk Tembok zulkarnaen
“Dinding ini adalah rahmat dari Tuhan kepada kalian , hanya tuhanlah yang dapat menembus dinding ini , jika dikehendakinya ,” kata Iskandar . Maka aman dan tentramlah negeri tersebut .
Iskandar Zulkarnain dapat menaklukkan negeri – negeri yang terbentang antara timur dan barat .Dengan demikian cita – citanya untuk menyatukan kerajaan di timur dan barat tercapai . Negeri yang berada di bawah kekuasaannya , antara lain Maghribi , Rom , Yunani , Mesir , Parsi dan India.
Berkat ilmu dan pengetahuannya yang luas , serta dasar ketuhanan yang selalu dipagang teguh dalam mendirikan kerajaan yang besar itu . Penduduknya hidup dengan aman , tentrem dan makmur . Kebesaran dan kejayaan itu tidak membuatnya buta dan lupa akan nikmat yang diberikan Allah SWT .
Menurut Khair Ramdhan Yusuf , dalam bukunya Iskandar Zulkarnain , Panglima Perang , penakluk dan pemerintah yang saleh , kajian terperinci menurut Al – Qur’an , Sunah dan Sejarah , terbitan Malaysia , ada empat sosok yang berkaitan dengan nama Iskandar Zulkarnain. Yaitu , Iskandar Macedonia , Zulkarnain Al – Hamiri , Raja Himyar , seorang lelaki soleh pada zaman Nabi Ibrahim , dan Kursh Al – Akhmini Al – Farisi .
Sungguhpun kuasa dan keperkasaannya tak tertandingi , akhlak dan hatinya selembut sutera, hingga karenanya ia mudah menyerap bukti kebenaran Ilahi . Imam Al – Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin , menceritakan , suatu ketika Iskandar Zulkarnain mendatangi suatu kaum yang tidak mempunyai harta benda apapun yang boleh di nikmati . Lalu ia menghantar surat kepada Raja mereka dan berpesan agar Raja bersedia membalas suratnya .
Namun Raja itu menolak permintaan Zulkarnain, malah sebaliknya, ia berkata, jika Zulkarnain merasa ada kepentingan dengannya , sebaiknya dialah yang datang menemuinya .
Maka Zulkarnain pun pergi menemui Raja mareka , ” Aku telah menghantar surat kepadamu dan memintamu datang kepadaku , tetapi kamu menolak , maka aku datang kepadamu , ” kata Zulkarnain setelah sampai di istana Raja .
Sang Raja pun berkata , ” Seandainya aku memerlukanmu , aku pasti akan datang kepadamu. ”
Sebagaimana jika aku melihatmu berada dalam suatu keadaan yang tak pernah dialami oleh sesiapa ? ” Tanya Zulkarnain .
” Apa itu ?” Sang Raja balik bertanya. “Kalian tidak memiliki harta dunia apapun. Kenapa kalian tidak mempunyai emas dan perak hingga kalian boleh menikmatinya?” Balas Zulkarnain .” Tetapi kami membenci dua hal tersebut , kerana seorang tidak mendapat apa-apa dari emas dan perak itu , kecuali hanya mahu lebih dari itu , ” jawab raja itu dengan tangkas . Zulkarnain melanjutkan pertanyaannya , ” Apa maksud kalian menggali kuburan lalu setelah itu kalian menjaganya , membersihkannya , dan sembahyang di sana ? ”
Raja itu kembali menjawab , ” Kami ingin , jika kami memandang kuburan – kuburan itu dan mengharapkan dunia , kubur – kubur itu akan menghalang kami dari harapan itu .”
Zulkarnain bertanya lagi , “Aku melihat kalian tidak mempunyai makanan kecuali sayur sayuran , kenapa kalian tidak mempunyai hewan ternakan , hingga kalian dapat memerah susunya , menungganginya dan menikmatinya ? ”
Mereka menjawab , ” Kami tidak suka menjadikan perut kami sebagai kuburan bagi binatang itu . Dan kami melihat di dalam tumbuh – tumbuhan itu faedah yang besar . Cukuplah anak adam mempunyai kehidupan yang rendah kerana makanan . Dan makanan apa saja yang melewati rahang bawah kami rasanya sama saja seperti makanan yang pernah kami makan sebelumnya . “
Selepas Zulkarnain meninggalkan raja itu dengan kagum dan menjadikan penjelasannya sebagai sebuah nasihat yang berharga .
Dalam setiap perjalananya, Zulkarnain selalu memperlakukan bangsa dan suku yang ditaklukkannya dengan amat baik dan santun . Tak mengherankan jika ia menuai kejayaan dan selalu mendapatkan sokongan dari kawasan yang telah di kuasainya.
Selain itu , Zulkarnain juga didampingi seorang penasihat kerajaan yang baik dan sangat luas pengetahuannya , yang tiada lain adalah Nabi Khidir AS .
Sebagian ulama menyebut , Allah SWT menurunkan wahyu kepada Nabi Khidir AS , lalu mengajarkan Wahyu tersebut kepada Zulkarnain .
Seorang mufassir lain , Al – Alusi , dalam kitab tafsirnya Ruhul Ma’ani , berkata , ” Mungkin Khidir adalah salah satu pembesar kerajaan , seperti perdana mentrinya , kerana tidak tertutup kemungkinan bahwa Zulkarnain bermusyawarah dengan orang lain saat menghadapi suatu masalah . Sebab pada saat itu , istilah yang dikenal untuk menyebut orang pandai , termasuk Nabi , adalah “Ahli Hikmah” . selain itu , pada masa – masa dahulu , para Nabi juga sering disebut dengan istilah “Orang bijak ” atau “Hakim” .
Wahab bin Munabbah dalam kitabnya At – Tijan mengisahkan , pada suatu ketika Nabi Khidir AS berkata kepada Zulkarnain , Wahai Tuanku , tuan membawa suatu amanat yang seandainya diberikan kepada langit , langit itu akan runtuh , jika diberikan kepada gunung , maka gunung itu akan roboh , dan jika diberikan kepada bumi , maka bumi itu akan terbelah . Tuanku telah diberi kesabaran dan kemenangan . Tuanku akan melihat suatu kaum yang menyembah sesama manusia dan mereka adalah musuh – musuh Allah , yaitu Ya’juj dan Ma’juj . Allah adalah penuntut tidak akan terkelabui oleh orang – orang yang melarikan diri , dan tidak akan dikalahkan oleh orang yang “Menang” .
Kata Nabi Khidir lagi , ” Wahai tuanku , ambillah apa yang telah diberikan Allah SWT kepada tuan dengan keteguhan hati dan sungguh – sungguh . Jadikanlah kesabaran sebagai pakaian , kebenaran sebagai pegangan hidup , dan takut kepada Allah sebagai perlindungan yang menumbuhkan amal pada tuan , dan tuan akan tenang dari ketakutan akan datangnya ajal . Ambillah pedang Allah dengan tangan tuan , kerana tidak ada orang yang dapat menolong dan tidak ada orang yang dapat mencegah kemenangan . Cukuplah bagi tuan , Allah sebagai penolong tuan . “
Dalam Almuhadlarah al – Awali , kitab yang dikutip Ibnu Katsir , disebutkan , suatu ketika Nabi Ibrahim AS bertemu dengan Zulkarnain di Mekah . Nabi Ibrahim Memeluk dan menjabat tangan Zulkarnain serta memberinya bendera . Lalu ia mengikuti syariat yang dibawa oleh Nabi itu dan menyeru kepada manusia agar berpegang teguh pada syariat tersebut .
Hal ini dikuatkan kembali oleh sebuah hadis yang diriwayatkan oleh salah seorang sahabat Nabi SAW , Ubaid bin Umair dan anaknya , Abdullah , yang menyatakan , selama masa jayanya , Iskandar Zulkarnain pernah melaksanakan haji dengan berjalan kaki, ketika Nabi Ibrahim mendengar berita tersebut , beliau menemuinya seraya menyeru kepada agama Tauhid dan memberikan beberapa nasihat . Nabi Ibrahim juga membawakan Zulkarnain seekor kuda agar dinaikinya . Akan tetapi Zulkarnain menolak , seraya berkata , ” Saya tidak akan menaiki suatu kenderaan di suatu tempat yang di dalamnya ada Ibrahim Al – Khalil , yang dikasihi Allah.
Penyunting : Admin Pegawai Jalanan
Sumber :
1).  http://islam-paripurna.com/2016/01/13/kisah-nabi-zulkarnain-a-s/

Islam dan Sains; Pandangan Al-Qur’an terhadap Sains | Pegawai Jalanan

Hubungan Islam dan Sains tidak lepas dari kemajuan dan kemunduran sains dalam peradaban Islam. Umat Islam mulai mempelajari atau melakukan penafsiran ilmiah sejak generasi pertama sampai abad ke-lima hijriyah hingga menjadikan diri mereka sebagai pelopor Ilmu pengetahuan di seluruh penjuru dunia, umat Islam telah menjadi pelopor dalam research tentang alam, sekaligus sebagai masyarakat pertama dalam sejarah ilmu pengetahuan yang melakukan experimental science atau ilmu thabi’i berdasarkan percobaan yang kemudian berkembang menjadi applied science atau technology.
Hasil gambar untuk tematis islam dan sains
Islam mendorong ummatnya untuk selalu berupaya mengembangkan sains seperti tercantum dalam QS Al-‘Alaq: 1-5 :
Artinya : “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari ‘alaq. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar manusia dengan pena, mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Iqra’ terambil dari akar kata yang berarti menghimpun. Dari menghimpun lahir aneka makna seperti menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu, dan membaca baik teks tertulis maupun tidak. Wahyu pertama itu tidak menjelaskan apa yang harus dibaca, karena Al-Quran menghendaki umatnya membaca apa saja selama bacaan tersebut bismi Rabbik, dalam arti bermanfaat untuk kemanusiaan. Iqra’ berarti bacalah, telitilah, dalamilah, ketahuilah ciri-ciri sesuatu; bacalah alam, tanda-tanda zaman, sejarah, maupun diri sendiri, yang tertulis maupun yang tidak. Alhasil, objek perintah iqra’ mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkaunya.
Q.S. Ali-Imran: 190-191 :
Artinya : “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan lanjut dan bumi (seraya berkata), “Ya Robb kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka dipeliharalah kami dari siksa neraka.”
Salah satu cara mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan membaca dan merenungkan ayat-ayat-Nya yang terbentang di alam semesta. Dalam ayat ini, Allah menyuruh manusia untuk merenungkan alam, langit dan bumi. Langit yang melindungi dan bumi yang terhampar tempat manusia hidup. Juga memperhatikan pergantian siang dan malam. Semuanya itu penuh dengan ayat-ayat, tanda-tanda kebesaran Allah SWT.
Kemudian islam juga menempatkan orang yang beriman, berilmu dan beramal shalih pada derajat yang tinggi, seperti dalam Q.S. Al-Mujadilah: 11 :
Artinya : “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Kedudukan orang-orang beriman jauh lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang kafir meski mereka memiliki kelebihan yang bersifat keduniaan dari orang-orang beriman. Namun derajat orang-orang beriman yang berilmu akan menempati posisi yang lebih baik lagi ketimbang orang yang hanya beriman saja. Hal tersebut dikarenakan hanya dengan sarana ilmu lah, seseorang dapat mengetahui mana yang haq dan mana yang bathil.
Pandangan Al-Qur’an terhadap Sains :
Seluruh pengetahuan, termasuk pengetahuan kealaman (sains) ada dalam al-Qur’an. Pendapat ini didukung antara lain oleh al-Ghazali, al-Suyuti, dan Maurice Bucaile.
Al-Qur’an hanya sebagai petunjuk untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Pendapat ini didukung antara lain oleh Ibnu Sina, al-Biruni, dan al-Haitam.

Faktor-faktor pendorong kemajuan sains dalam peradaban islam adalah :
1. Universalisme
Tolong-menolong secara universal memang telah menjadi satu bagian yang tidak dapat di hilangkan dari ajaran Islam. Islam mewajibkan umatnya untuk saling menolong satu dengan yang lain. Segala bentuk perbedaan yang mewarnai kehidupan manusia merupakan salah satu isyarat kepada umat manusia agar saling membantu satu sama lain sesuai dengan ketetapan Islam.
Saling membantu dalam kesusahan demi tercapainya tujuan hidup bersama merupakan hal yang sangat mulia, hal tersebut merupakan karakter daripada islam itu sendiri, menjadikan Ikatan Kebersamaan Umat Islam kemudian menjadikannya sebagai batu lompatan demi tercapanya tujuan hidup bersama.
2. Toleransi
Sesungguhnya sikap toleransi dalam Islam sangat nampak pada setiap perintah dan larangannya. Bahkan sampai kedetailnya, maka seharusnyalah sikap ini menjadi kebangkitan baru untuk mengubah suatu bangsa menjadi bangsa yang bisa saling bertoleransi apalagi dalam hal ilmu. Berbagi ilmu itu tidaklah sulit, tidak akan rugi, malah akan mendapatkan wawasan baru dan juga teman-teman tentunya yang akan sangat berterimakasih karna telah diajarkan. Dengan saling bertoleransi tentu tidak akan teriolasi dari orang-orang karna kita mau berbagi apa yang kita punya untuk membantu mereka, tidakkah itu baik,..??? Dan mungkin ada dari setiap orang yang diajarkan akan membalas kebaikan yang telah kita diberikan.
3. Karakter Pasar Internasional
Sejarah mencatat bahwa kaum pedagang memegang peranan penting dalam persebaran agama dan kebudayaan Islam. Letak suatu negara yang strategis menyebabkan timbulnya bandarbandar perdagangan yang turut membantu mempercepat persebaran tersebut. Di samping itu, cara lain yang turut berperan ialah melalui dakwah yang dilakukan para mubaligh. Rihlah ilmiyah (perjalanan untuk mencari ilmu pengetahuan) sudah banyak dijadikan metode dalam pembelajaran di setiap institusi pendidikan hal ini tentu akan menjadikan sains dan teknologi di dunia Islam menjadi maju.
4. Perhargaan Terhadap Sains dan Saintis
Memberikan penghargaan kepada sains maupun saintis menjadikan mereka tahu bahwa mereka dibutuhkan dalam perkembangan dunia yang semakin maju ini, membuat mereka menjadi semakin semangat untuk menemukan hal baru lagi. Seperti Khalifah Al-Makmun membangun Baitul Hikmah di Baghdad, beliau mengirim wakil-wakilnya ke segala penjuru daerah untuk mencari naskah-naskah tentang materi pendidikan dan Sains, motif dasarnya adalah kepentingan orang lain (altruistic) dan bukan materialistic. Tentu saja, kemungkinan adanya balasan materi dalam bentuk teknologi maju atau baru sebenarnya tidak ada karena hubungan Sains kuno dengan teknologi kuno jauh terpisah, tidak seperti sekarang. Hingga melahirkan para Saintis Muslim terkemuka dibidang Alkimia, Astronomi, Matematika dan kedokteran.
5. Keterpaduan Antara Tujuan dan Cara
Sangatlah penting dapat membedakan antara tujuan dan cara. Seperti contoh jikalau kita punya tujuan yang jelas mengapa kita sekolah, tentunya kita tidak akan nyontek, karena dengan cara tersebut kita tidak akan mendapatkan pelajaran yang berguna bagi kehidupan kita kedepannya. Jadi harus ada keterpaduan antara tujuan dan cara, apabila kita memiliki tujuan yang benar tentu kita juga harus meraihnya dengan cara yang benar juga. Sangatlah jelas bahwa tujuan akan membedakan cara kita melakukan sesuatu, sehingga tujuan sangatlah penting didalam kehidupan. Kalau kita tidak mempunyai tujuan yang jelas kehidupan kita juga akan menjadi tidak jelas karena tidak ada arah yang jelas.
Ketika sains dan teknologi mengalami proses sekularisasi, dikosongkan dari nilai-nilai ketuhanan, seperti sains Barat pada umumnya, maka tujuan akhir dari sains itu ialah semata-mata manfaat (nafiyyah), baik yang bersifat fisik – seperti kenikmatan, keindahan, dan kenyamanan – maupun kepuasan intelektual dan kebanggaan. Sedangkan ukuran manfaat itu bersifat relatif, dan sangat sulit dipenuhi secara hakiki. Karena itu, perkembangan sains cenderung sangat liar. Seorang dokter yang ahli rekayasa genetik, misalnya, mungkin belum merasa memperoleh manfaat dan kepuasan sebelum berhasil melakukan clonning, dan mendistorsi proses penciptaan manusia secara konvensional.
Sebaliknya, ketika nilai-nilai ketuhanan dimasukkan ke dalam proses sains, di samping menghasilkan teori, baik dalam ilmu-ilmu eksaskta maupun non-eksak (sosial, ekonomi, politik, ekonomi, dan lain-lain) yang sesuai dengan sudut pandang dan pemahaman Islam (hadhoroh Islam), juga akan menghasilkan produk yang bersifat materi (kebendaan) dari proses eksperimen, yang sarat dengan nilai-nilai ruhiah yang puncaknya bermuara pada tercapainya keridhoan Allah. Karena itu, seorang ilmuan muslim akan mengintegrasikan antara penemuan ilmiah yang bersifat materi dengan kesadaran ruhiah (majhu al- maddah bi ar-ruh). Nilai ruhiah yang paling tinggi ialah ketika seseorang merasa dekat dengan Allah dan merasa mendapat ridho Allah.
Kemunduran Sains
Konflik terjadi pada masa akhir kemunduran sains Islam yakni kemunculan sains modern (Newton), konflik juga terjadi saat”Kitab Ihya Ulumuddin” karya Imam Al-Ghazali. Siapa yang tidak mengenal kitab Ihya Ulumuddin?  Kitab hasil karya Imam Abu Hamid Al-Ghazali yang sering dijadikan sebagai sandaran dan rujukan bagi sebagian ummat Islam terutama di Indonesia. Imam Al-Ghazali sering sekali dianggap sebagai ahli filsafat Islam dan ilmu kalam. Dan kitabnya yang berjudul Ihya Ulumuddin itu pun dianggap sebagai ‘masterpiece’ Imam Al-Ghazali dalam hal ilmu kalam dan filsafat. Ihya’ ulumiddin menyerukan umat Islam untuk kembali menghidupkan ajaran agama, pendapat ini menyebabkan kesalahpahaman bahwa adanya larangan untuk mempelajari sains, sehingga budaya mempelajari sains ditinggalkan.
Kesalahpahaman ini berdampak pada ketimpangan posisi ilmu seperti terpisahnya tradisi filsafat kelompok (ilmu duniawi) dengan tradisi pemikiran keagamaan (ilmu ukhrawi ). Dampak dari kesalah pahaman agama dan sains menimbulkan ketimpangan posisi ilmu sehingga terpisahnya tradisi filsafat dengan tradisi pemikiran keagamaan, keduanya berada pada tempat yang berbeda, filsafat dan sains berada dalam satu kelompok (ilmu duniawi) dan agama berada dalam kelompok lain (ilmu ukhrawi).
Penyunting : Admin Pegawai Jalanan
Sumber :
1). http://www.suaraislam.co/islam-dan-sains-pandangan-al-quran-terhadap-sains/

Kisah Qarun Yang Mati ditelan Harta Kekayaannya Sendiri | Pegawai Jalanan


Qarun adalah umat Nabi Musa as, sekaligus putra dari paman Beliau (sepupu), dia juga adalah keturunan Nabi Ibrahim as dengan nama lengkap Qarun bin Yash’har bin Qahist bin Ya’qub bin Ishak bin Ibrahim.
Hasil gambar untuk qarun

Qarun dianugerahi oleh Allah SWT dengan banyak kelebihan dibandingkan dengan orang-orang di masanya. Dan di antara kelebihan Qarun adalah kecerdasan dan telah hafal Kitab Taurat di luar kepala. Tak hanya cerdas, tetapi Qarun juga sangat pandai mengais rizki.

Qarun memiliki harta yang sangat berlimpah yang disimpan dalam gudang-gudang. Saking banyaknya harta, beberapa ulama’ berpendapat bahwa butuh 60 keledai untuk bisa mengangkut semua kunci dari setiap gudang penyimpanan hartanya, padahal setiap kunci tidak lebih besar dari satu jari manusia.

Namun, kecerdasan dan banyaknya harta kekayaan yang dimiliki Qarun tidak membuatnya turut membantu perjuangan Nabi Musa as. Justru sebaliknya, Qarun malah merasa bakhil, dengki, dan durhaka kepada Nabi Musa, tak segan-segan Qarun pun sering menghasut Nabi Musa as, bahkan dia turut membantu Raja Fir’aun untuk mengalahkan Nabi Musa as.

Nah, ketika Allah SWT memberikan perintah kepada Nabi Musa as untuk mengeluarkan zakat atas harta penduduk Bani Israil, yaitu seperempat dari harta mereka, lagi-lagi Qarun berusaha keras untuk menghasut Nabi Musa dengan mengatakan kepada penduduk Bani Israil “Sesungguhnya Musa hanya ingin mengambil harta kalian”.

Tentu saja sebagian dari mereka pun ada yang ikut terpengaruh dengan hasutan itu, dan sebagian lain pun masih teguh mengikuti ajaran Nabi Musa. Tak henti-hentinya Qarun pun terus menerun mesnghasut dan menyebarkan fitnah kepada Nabi Musa as.

Pada suatu ketika, Qarun berencana untuk menebarkan fitnah besar yang bisa meruntuhkan Nabi Musa as. Qarun pun menyuruh kepada pengikutnya “Datangkanlah kepadaku seorang wanita pelacur, sehingga dia bisa melemparkan tuduhan kepada Musa atas dirinya”.

Beberapa saat kemudian, didatangkanlah seorang wanita pelacur kepada Qarun. Kemudian, Qarun memberikan uang 1000 dinar kepadanya sambil berkata “Katakan di hadapan semua orang bahwa Musa telah menyetubuhiku, sedangkan saat ini aku sedang hamil”. Wanita pelacur itu pun hanyut oleh iming-iming Qarun dan bersedia melaksankan apa yang dia minta.
Hasil gambar untuk qarun
Qasr Qarun Fayoum

Di hari id penduduk Bani Israil (hari perayaan besar Bani Israil), Qarun mengumpulkan penduduk Bani Israil dan juga Nabi Musa beserta kaum Beliau dalam suatu tempat. Dan di hadapan semua orang Qarun bertanya kepada Nabi Musa as, “Wahai Musa, berikanlah kami nasehat atas penebusan bagi orang yang melakukan kejahatan”.

Nabi Musa as pun menjawab dengan suara yang tidak begitu keras “Barang siapa mencuri, maka kami akan memotong tangannya. Barang siapa menuduh, maka kami akan menjilidnya (memukulinya). Barang siapa berzina muhshan, maka kami akan merajamnya

Qarun pun menyela pembicaraan Nabi Musa as, “Meskipun jika orang itu adalah kamu, wahai Musa ?”. Dan Nabi Musa as pun menjawab dengan tegas, “Ya, meskipun jika itu aku”.

Qarun pun menyela pembicaraan Nabi Musa as kembali, “Wahai Musa, sesungguhnya Bani Israil menganggap bahwa kamu telah berzina dengan wanita pelacur”. Kemudian, Nabi Musa pun menjawab, “Panggilkan dia ke hadapanku”.

Tak lama kemudian, wanita penzina pun didatangkan ke hadapan Nabi Musa as, sedangkan Beliau menyumpah wanita itu, “Demi Dzat yang telah menciptakanmu, menciptakan lautan, dan menurunkan Kitab Taurat, katakan dengan sebenarnya !!!”.

Pada saat itu, Allah menurunkan hidayah kepada wanita pelacur itu, sehingga ketakutannya kepada Allah dan rosul-Nya membuatnya berkata jujur, “Sesungguhnya Qarun telah memberiku uang 1000 dinar agar aku melemparkan tuduhan atas diriku kepadamu. Dan aku begitu takut kepada Allah jika aku menuduh rosul-Nya”.

Nabi Musa as pun tersingku dan bersujud sambil menangis memohon pertolongan kepada Allah SWT, “Wahai Tuhanku, jika aku adalah nabimu yang hak, maka berilah pertolongan kepadaku”.

Kemudian Allah memberikan wahyu kepada Nabi Musa as, “Sesungguhnya Aku telah menjadikan bumi tunduk atas perintahmu, maka perintahlah dia sesukamu”.

Nabi Musa as pun bangkit dan berkata tegas, “Barang siapa yang bersama Qarun, maka tetaplah bersamanya. Dan barang siapa bersamaku, maka menyingkirlah darinya”. Mendengar perkataan Nabi Musa as, orang-orang Bani Israil pun menyingkir dari sisi Qarun kecuali dua orang.



Kemudian, Nabi Musa as pun berkata tegas, “Wahai bumi, telanlah mereka (Qarun dan dua pengikutnya) !”. Atas perintah Nabi Musa as, bumi pun menelan ketiganya sampai lutut mereka.

Nabi Musa as berkata untuk kedua kalinya, “Wahai bumi, telanlah mereka !”. Atas perintah Nabi Musa as, bumi pun menelan ketiganya sampai pusar mereka, sedangkan Qarun dan dua pengikutnya meminta belas kasihan Nabi Musa as.
Gambar terkait

Nabi Musa as berkata untuk ketiga kalinya, “Wahai bumi, telanlah mereka”. Atas perintah Nabi Musa as, bumi pun menelan ketiganya sampai leher mereka, sedangkan Qarun dan dua pengikutnya meminta belas kasihan Nabi Musa as.

Namun, dikarenakan kedengkian dalam Qarun dan dua pengikutnya, kemarahan Nabi Musa as membuat Beliau tidak mempedulikannya. Nabi Musa as berkata untuk keempat kalinya, “Wahai bumi, telanlah mereka !”. Atas perintah Nabi Musa as, perlahan bumi pun menelan seluruh badan ketiganya, sedangkan ketiganya meminta belas kasihan Nabi Musa as.

Dalam situasi seperti itu, banyak orang dari Bani Israil saling berbisik, “Sesungguhnya Musa mendoakan Qarun agar dia bisa mewarisi rumah dan gedung hartanya”. Nabi Musa yang mendengar bisikan Bani Israil itu kemudian berkata untuk yang terakhir kalinya, “Wahai bumi, telanlah rumah dan semua harta milik Qarun !”.

Tiada yang mampu membatalkan kekuasaan Allah SWT, Dia menenggelamkan Qarun, pengikut, dan harta kekayaannya ke dalam bumi sebagai pembelajaran untuk umat Nabi Musa as yang lain dan juga umat-umat setelahnya.

Dan sampai sekarang pun kisah Qarun menjadi pelajaran unik dan berharga bagi kita semua agar kita tidak haus akan kekayaan dunia dan melalaikan perintah Allah SWT. Bahkan, nama “Qarun” pun dikenal bagi mereka yang menemukan harta terkubur dengan sebutan “Harta Karun”.


Penulis : Syekh Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakiri Al-Khoubawi.
Penyunting : Admin Pegawai Jalanan

Sumber : 
1).  Kitab Durrotun Nashihin, Bab ke-24.
2).  https://www.pelangiblog.com/2017/07/kisah-qarun-si-bakhil-yang-ditelan-bumi.html




Sunday, March 17, 2019

Indonesia adalah Benua Atlantis yang hilang? | Pegawai Jalanan


Atlantis, mungkin anda sudah tak asing mendengar nama itu. Percaya atau tidak, Benua Atlantis yang telah lama hilang selama berabad-abad itu terletak di Asia Tenggara, tepatnya di Indonesia.
Gambar terkait

Dahulu kala di zaman peradaban pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Negara Singapura juga Malaysia bagian barat dan Selat Sunda menyatu daratannya. Dulu wilayah tersebut sering disebut-sebut Sunda Island. Profesor Arysio Santos yang menyimpulkan bahwa setelah melakukan penelitian selama 30 tahun terakhir, dirinya meyakini benua Atlantis adalah Indonesia.
"Profesor Santos memperoleh keyakinan setelah melakukan penelitian kalau Indonesia adalah Atlantis yang hilang," jelas Jimly Asshiddiqie (Dikutip Koran Sindo).

Menurut Jimly, karya Santos yang kemudian dibukukan dengan judul ‘Atlantis, The Lost Continent Finally Found’ didukung sejumlah fakta yang memang mendekatkan Indonesia dengan Atlantis. Bahkan, kata Jimly, pernyataan arkeolog, manusia tertua adalah Pithecanthropus Erectus semakin mengindikasikan hal tersebut.
Ada info dari arkeolog, manusia tertua yakni pithecanthropus Erectus ya manusia Jawa. Jadi sangat mungkin peradaban hebat itu sebenarnya dari Indonesia," terang mantan anggota Wantimpres ini.
Jimly menambahkan, kalau memang memungkinkan, sebuah peradaban yang besar kemudian menghilang. Meski sempat hilang dari sejarah bangsa Indonesia dan umat dunia, Jimly menyarankan agar penelitian Santos ini dapat memotivasi bangsa Indonesia agar bangkit dari situasi sekarang.
Sementara itu, Direktur LIPI Profesor Dr Umar Anggara mengatakan agar temuan Santos ini dijadikan motivasi para ilmuwan Indonesia untuk membuktikan kebenarannya secara akademis.

Kehancuran Atlantis

Benua Atlantis hilang di karenakan tenggelam oleh lautan dan bencana gempa bumi, hingga mengakibatkan daratan Atlantis tenggelam hingga mencapai dasar laut. Terlihat jelas bahwa ada bangunan-bangunan tua yang sudah ada sejak berabad-abad di dasar laut di Selat Sunda.Keberadaan Kota Atlantis yang diperkirakan tenggelam 11.600 tahun lalu masih menjadi misteri. Namun, ada satu dokumen yang menyebut Indonesia merupakan wilayah Atlantis yang sebenarnya. Benarkah?
Santos meyakini benua menghilang akibat letusan beberapa gunung berapi yang terjadi bersamaan pada akhir zaman es sekitar 11.600 tahun lalu. Di antara gunung besar yang meletus zaman itu adalah Gunung Krakatau Purba (induk Gunung Krakatau yang meletus pada 1883) yang konon letusannya sanggup menggelapkan seluruh dunia.
 Letusan gunung berapi yang terjadi bersamaan ini menimbulkan gempa, pencairan es, banjir, serta gelombang tsunami sangat besar. Saat gunung berapi itu meletus, ledakannya membuka Selat Sunda. Peristiwa itu juga mengakibatkan tenggelamnya sebagian permukaan bumi yang kemudian disebut Atlantis.
Kehancuran dunia 2

Bencana mahadahsyat ini juga mengakibatkan punahnya hampir 70 persen spesies mamalia yang hidup pada masa itu, termasuk manusia. Mereka yang selamat kemudian berpencar ke berbagai penjuru dunia dengan membawa peradaban mereka di wilayah.
"Kemungkinan besar dua atau tiga spesies manusia seperti ‘hobbit’ yang baru-baru ini ditemukan di Pulau Flores musnah dalam waktu yang hampir sama," tulis Santos.
Sebelum terjadinya bencana banjir itu, beberapa wilayah Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Nusa Tenggara diyakini masih menyatu dengan semenanjung Malaysia serta Benua Asia.
Menurut Santos, pulau-pulau di Indonesia yang mencapai ribuan itu merupakan puncak-puncak gunung dan dataran-dataran tinggi benua Atlantis yang dulu tenggelam. Satu hal yang ditekankan Santos adalah banyak peneliti selama ini terkecoh dengan nama Atlantis. 
Mereka melihat kedekatan nama Atlantis dengan Samudera Atlantik yang terletak di antara Eropa, Amerika dan Afrika.Padahal pada masa kuno hingga era Christoper Columbus atau sebelum ditemukannya Benua Amerika, Samudera Atlantik yang dimaksud adalah terusan Samudra Pasifik dan Hindia.
Sekali lagi Indonesia memiliki syarat untuk itu karena Indonesia berada di antara dua samudera tersebut. Jika terdapat begitu banyak kemungkinan Indonesia menjadi lokasi sesungguhnya Atlantis lalu, mengapa selama ini nama Indonesia jarang disebut-sebut dalam referensi Atlantis?.
Santos menilai keengganan Dunia Barat melakukan ekspedisi ataupun mengakui Indonesia sebagai wilayah Atlantis adalah karena hal itu akan mengubah catatan sejarah tentang siapa penemu perdaban. Dengan adanya sejumlah bukti mengenai keberadaan Atlantis di Indonesia maka teori yang mengatakan Barat sebagai penemu dan pusat peradaban dunia akan hancur.
"Kenyataan Atlantis (berada di Indonesia) kemungkinan besar akan mengakibatkan perlunya revisi besar-besaran dalam ilmu humaniora,seperti antropologi,sejarah, linguistik, arkelogi, evolusi, paleantropologi dan bahkan mungkin agama," tulis Santos dalam bukunya.
Selain Santos, banyak arkeolog Amerika Serikat yang juga meyakini Atlantis adalah sebuah pulau besar bernama Sunda Land yang luasnya dua kali negara India. Daratan itu kini tinggal Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Salah satu pulau di Indonesia yang kemungkinan bisa menjadi contoh terbaik dari keberadaan sisa-sisa Atlantis adalah Pulau Natuna, Riau.

Berdasarkan penelitian, gen yang dimiliki penduduk asli Natuna mirip dengan bangsa Austronesia tertua. Rumpun bangsa Austronesia yang menjadi cikal bakal bangsabangsa Asia merupakan sebuah fenomena besar dalam sejarah keberadaan manusia. 
Rumpun ini kini tersebar dari Madagaskar di barat hingga Pulau Paskah di Timur. Rumpun bangsa ini juga melahirkan 1.200 bahasa yang kini tersebar di berbagai belahan bumi dan dipakai lebih dari 300 juta orang. Yang menarik, 80 persen dari rumpun penutur bahasa.
Austronesia tinggal di Kepulauan Nusantara Indonesia. Namun, pendapat Santos dkk yang meyakini bahwa Atlantis berada di Indonesia ini masih harus dikaji karena kurang dilengkapi bukti-bukti.
Pakar Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Wahyu Hantoro mengatakan analisa Santos masih berupa hipotesa. "Perlu dijelaskan lebih lanjut kategorisasi jenis kebuayaan tinggi yang ada pada zaman Atlantis serta gelombang setinggi apa yang bisa membuat Paparan Sunda terbelah," jelas Wahyu. (Dikutip Koran Sindo).

Penyunting : Shella

Sumber : 
(1)  https://daerah.sindonews.com/read/731958/30/indonesia-adalah-benua-atlantis-yang-hilang-1369581921/30