Tuesday, June 1, 2021

Akhir Hidup Tragis Presiden Soekarno

 


Seluruh rakyat indonesia pasti mengenal Presiden Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia dan juga seorang proklamator kemerdekaan. Namun tak banyak yang mengetahui bagaimana kehidupan Soekarno setelah dia tidak lagi menjadi seorang presiden. Semua berawal dari pemberontakan PKI yang melakukan aksi pembantaian di lubang buaya yang menewaskan 6 Jendral TNI AD, dan satu perwira menengah. Ketika TNI AD berhasil meredam pemberontakan PKI yang saat itu di bawah komando Soeharto, menjadi pukulan mematikan untuk PKI dan antek-anteknya.

Saat itu tanggal 6 Oktober 1965, Presiden Soekarno mengumpulkan menteri-menteri Kabinet Dwikora di Istana Bogor untuk melakukan sidang mengenai pembunuhan 6 Jendral utama angkatan darat. Dalam sidang itu, PKI yang dituding berada di balik layar Peristiwa G30S, diwakili oleh Njoto dan M.H. Lukman. Sedangkan D.N. Aidit, sang ketua, belum diketahui keberadaanya. Njoto membela PKI dan menyatakan bahwa PKI tak terlibat dan peristiwa itu adalah masalah internal Angkatan Darat. Wartawan secara terbatas dibolehkan meliput sidang itu, dan saat itu TVRI pun menyiarkannya. Di layar TV Soekarno tampak tenang dan banyak senyum, seolah-olah tak terjadi apa-apa. Soekarno tampak santai guyonan dengan wartawan dan merokok. Dewi kecewa dengan tingkah Soekarno di TV kemudian menulis surat untuk memperingatkan Soekarno. Di tengah situasi yang tak menentu seperti saat itu, sikap Soekarno jelas rawan disalahartikan. Terlebih Soekarno tak hadir dalam pemakaman para jenderal sehari sebelumnya.

Dua hari kemudian, Soekarno membalas surat Dewi. Sebagaimana dikutip Willem Oltmans dalam Bung Karno Sahabatku (2001: 226), Soekarno menjawab, “Kamu jangan salah memahami saya. Pada rapat kabinet itu saya tersenyum untuk menunjukkan kepada dunia bahwa saya aman dan bahwa situasi sudah kukendalikan. Saya juga tertawa untuk memberi kepercayaan dan kekuatan kepada rakyat saya.” Ternyata Soekarno salah perhitungan dan kekhawatiran Dewi pun terjadi. Desas-desus bahwa presiden kemungkinan terlibat atau minimal tahu lebih dulu Peristiwa G30S segera tersebar liar. Dan lagi, sejak itu Soekarno tak lagi punya kendali penuh atas politik sebagaimana yang dia yakini.

Setelah PKI dan semua bawahan-bawahannya di babat habis, TNI Angkatan Darat seakan tak terbendung. Soeharto perlahan-lahan mengambil alih panggung kekuasaan dan mengikis kekuasaan Soekarno. Setelah Soekarno menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966. Besoknya Soeharto membubarkan PKI dan pada tanggal 18 Maret menangkap 15 menteri yang memihak Soekarno. Lalu pada 27 Maret, Soekarno dengan sangat terpaksa mengumumkan kabinet baru bentukan Soeharto.

John D. Legge dalam Soekarno: Sebuah Biografi Politik (1996) menyebut "itulah tengara kematian karier politik Sukarno. Selanjutnya Soeharto yang memegang kendali dan mulai menjalankan kebijakan-kebijakan yang sebagian besar bertolak belakang dengan kebijakan Soekarno. Ia bahkan dibatasi berbicara di hadapan publik."

Pada tanggal  22 Juni 1966, di hadapan MPRS, Soekarno menyampaikan pidato pertanggungjawaban selama jadi presiden dan soal Peristiwa G30S. Pidato berjudul Nawaksara itu ditolak MPRS. Soekarno lalu menyampaikan Pelengkap Nawaksara pada 10 Januari 1967 yang lagi-lagi ditolak MPRS. Itu adalah usaha terakhirnya untuk mempertahankan diri dan ia kalah. Pada 12 Maret 1967 MPRS mengumumkan secara resmi pencabutan mandat Soekarno sebagai presiden dan kemudian menunjuk Soeharto sebagai pejabat presiden. Setahun kemudian Soeharto baru dilantik jadi presiden.

Pasca terjadinya G30S sekitar tahun 1966 hingga 1967, ibukota dipenuhi aksi demonstrasi dengan tuntutan memberhentikan Soekarno dari jabatannya sebagai presiden. Adapun di dalam memorandumnya pada tanggal 23 Februari 1967, pemerintah Orde Baru menyimpulkan bahwa Soekarno telah terlibat G30 S. Atas perintah Soeharto, Soekarno dan keluarganya diultimatum untuk angkat kaki dari Istana Merdeka dan Istana Bogor sebelum 17 Agustus 1967. Jika dulu Presiden Soekarno masuk istana dengan seluruh kebesarannya sebagai pemimpin. Kini, ia keluar dari istana dengan hanya berkaos oblong dan celana piyama. Segala kekayaan yang ia bawa adalah bendera merah putih, beberapa botol minuman ringan, kue-kue, dan obat-obatan.

Status Soekarno saat itu adalah tahanan Orde Baru. Mulanya ia ditahan di rumahnya di daerah Batu Tulis, Bogor, lalu dipindahkan ke Wisma Yasoo (sekarang Museum Satria Mandala), di Jakarta pada 1969. Penahanan itu rupanya berefek buruk bagi kesehatan Bung Besar. Ini karena tim dokter kepresidenan sebelumnya, yang tahu detail soal kondisi medis Bung Karno, telah dibubarkan.

Soekarno diketahui mengidap sakit ginjal parah. Ginjal kanannya sudah mati, sedangkan ginjal kiri hanya berfungsi 25 persen. Selain itu, ia juga mengidap sakit jantung dan darah tinggi. Sejak ditahan, diagnosis baru muncul seperti rematik dan gejala katarak. Dalam kondisi demikian, ia pun masih harus menjalani interogasi dari Kopkamtib soal keterlibatannya dalam G30S. Tapi yang paling tragis dari Presiden Soekarno kini adalah kenyataan bahwa ia harus menghadapi semua itu nyaris sendirian. Ia dijaga demikian ketat dan diputus dari dunia luar. Bahkan anak-anak dan istrinya harus dapat ijin khusus untuk sekadar menemuinya itu pun dengan waktu terbatas.


         Dalam keadaan seperti itu Bung Karno mendesak Dewi untuk pergi ke Jepang demi keamanannya. Tak berapa lama Dewi melahirkan bayi perempuan buah cintanya dengan Soekarno di sana. Pada awal 1970 keduanya bercerai. Begitu juga Haryati dan Yurike Sanger. Fatmawati, meski tak bercerai, sudah putus hubungan dengan Soekarno sejak menikahi Hartini pada 1953. Sejak itu hanya sekali ia bertemu lagi dengan Soekarno, saat pernikahan Guntur Soekarno putra pada 1970. Pada akhirnya pun keduanya bercerai setelah itu. Hanya Hartini yang bertahan hingga saat-saat terakhir Soekarno. Terpencil dan kesepian, itulah warna dunia Soekarno saat itu. “Sampai akhirnya Bung Karno terkena depresi. Setiap hari hanya duduk sambil termenung. Malah kadang-kadang ngomong sendirian. Memorinya berubah, kesehatannya terus-menerus semakin merosot,” kenang Ketua Tim Dokter Kepresidenan yang merawat Bung Karno, Mahar Mardjono, sebagaimana dikutip Julius Pour dalam Gerakan 30 September: Pelaku, Pahlawan, dan Petualang (2011:80).

Pada 6 Juni 1970 Soekarno merayakan ulang tahunnya yang ke-69. Kelima anaknya dari Fatmawati serta Hartini dan dua anaknya, Bayu dan Taufan, hadir di Wisma Yasoo di hari bahagia itu. Tak ada karangan bunga, ucapan selamat, atau hadiah-hadiah sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Yang ada hanyalah Soekarno yang semakin ringkih digerogoti penyakit dan depresi.

Pada 11 Juni Soekarno dilarikan ke RSPAD Gatot Subroto karena kondisi tubuhnya memburuk. “Sukarno terbaring lemah di sebuah ruangan yang terletak di ujung rumah sakit, bercat kelabu. Untuk mencapai kamar itu harus melalui beberapa koridor yang dijaga militer dengan persenjataan lengkap,” tulis Peter Kasenda dalam Hari-hari Terakhir Sukarno (2013: 230).

Di saat-saat kritis itu, datanglah tamu yang barangkali bisa memberi sedikit kelegaan di hati Soekarno. Tamu pertama adalah sahabat lamanya, Mohammad Hatta, yang datang menjenguk pada 19 Juni. Dua proklamator yang pecah kongsi sedari 1956 itu akhirnya bertemu dalam momen yang amat menyentuh. Perbedaan jalan politik tak melunturkan persahabatan mereka. Bagaimanapun, Soekarno dan Hatta pernah menghadapi masa sulit bersama-sama.

Rachmawati Soekarno putri begitu bahagia mendengar kabar bahwa Dewi telah diizinkan Soeharto untuk menjenguk Soekarno. Ia tahu benar perempuan jelita itulah yang bisa melipur hati Soekarno yang lama kering. Setidak-tidaknya di saat terakhir ada sedikit kebahagiaan untuk bapaknya. Dewi membawa serta buah hatinya dengan Soekarno, Kartika Sari Dewi. Kala itu Kartika, yang lebih akrab disapa Karina, baru berumur tiga tahun. Karena lahir di Jepang, Soekarno belum pernah melihat anaknya hingga saat itu.

Setelah keduanya bertemu, Dewi mengatakan pada Karina Bahwa Soekarno adalah ayahnya. Antara sadar dan tidak, tangan Soekarno bergerak seakan-akan ingin menggapai putri kecilnya. Sayang sekali Soekarno sudah tak punya daya apa-apa lagi. Bahkan untuk mempertahankan kesadaran adalah perjuangan tersendiri baginya. Usai kedatangan Dewi dan Karina, kesadaran Soekarno berangsung hilang. Menjelang tengah malam ia koma. Keesokan paginya, 21 Juni 1970, Soekarno menyerah dan meninggal.

“Bung Karno sewaktu hidupnya sangat mencintai ibunya. Beliau sangat menghormatinya. Kalau beliau bepergian jauh, ke mana pun beliau sungkem dahulu, meminta doa restu kepada ibunya. Melihat kebiasaan Bung Karno begitu, maka saya tetapkan alangkah baiknya kalau Proklamator itu dimakamkan di dekat makam ibunya di Blitar,” demikian yang dikatakan Soeharto. Pemakaman Soekarno dihadiri banyak warga simpatisan Soekarno, dan yang memimpin shalat adalah Buya Hamka sesuai dengan yang beliau wasiatkan.

Itulah keadaan Presiden Soekarno di akhir hidupnya, dimana dia menjadi tahanan Orde Baru. Terlihat tragis memang, tetapi di lain sisi Soeharto juga tak ingin PKI bangkit kembali dengan memanfaatkan keadaan Soekarno. Banyak media yang bahkan menyudutkan Soekarno ataupun Soeharto. Maka dari itu kita tidak boleh hanya melihat dari satu sisi saja, kita harus dapat memahami dari sudut pandang lainnya. Karena mencari kesalahan selalu menjadi kebiasaan orang-orang yang memiliki hati yang dengki. Mereka akan mencari kesalahan-kesalahan agar salah satunya terlihat buruk.

Tapi kita sebagai generasi penerus bangsa ini harus bisa mengambil hikmah dari kisah semua tokoh-tokoh masa lalu, ambil yang baik dan tentunya buang yang buruk. 


Editor               : Argha Sena

Referensi        : harapanrakyat.com, kompasiana.com, Liputan6.com, tirto.id, Tribunnews.com


Wednesday, May 19, 2021

Apa yang Akan Terjadi jika Israel Menyerang Malaysia dan Posisi Indonesia?


Peperangan antara Israel dan Hamas Palestina terus berkecamuk. Korban akibat konflik tersebut terus berjatuhan. Paling banyak dialami warga Palestina, termasuk perempuan hingga anak-anak yang menjadi korban. 

Hingga hari ini, sudah lebih dari 200an orang menjadi korban serangan udara Israel, termasuk 61 anak, tewas di Gaza. Dari aspek militer, tentu sudah jelas kekuatan persenjataan Israel lebih kuat dibandingkan Palestina. Kekuatan yang tidak seimbang itu, membuat Israel melakukan serangan brutal ke wilayah Palestina.

Tersiar kabar bahwa israel akan menargetkan serangan terhadap Negara Jiran kita Malaysia, karena Malaysia dengan keras menentang kebiadaban Israel, hacker-hacker Malaysia berhasil menyerang ratusan website negeri zionis tersebut, yang membuat negara itu menjadi berang. Ancaman serangan dari Israel terhadap Malaysia bisa berupa aksi intelegen yang dikirim oleh negara zionis tersebut atau bahkan mungkin malah serangan militer secara terbuka. Perang cyber Malaysia dengan Israel sedang berlangsung saat ini, kalian bisa cek sendiri beritanya. Dalam video kali ini kami ingin menyampaikan kekuatan militer dari masing-masing negara tersebut jika terjadi serangan nyata dari Israel terhadap Malaysia dan posisi Indonesia. 

Terkait kekuatan militer, berdasarkan situs data statistik militer dunia, Global Fire Power tahun 2021, Israel berada di peringkat 20 dunia. Dengan populasi 8.675.475 orang, Israel memiliki pasukan militer sebanyak 643.000 orang.

Negara berbendera bintang daud ini memiliki 595 pesawat udara yang meliputi lebih dari 250 pesawat tempur. Sebanyak 23 pesawat udara digunakan untuk misi khusus serta 48 helikopter serbu.

Kekuatan darat Israel juga cukup banyak, yakni 1.650 tank, 7.500 kendaraan tempur, 650 artileri, serta 100 pelontar roket.
Apabila dibandingkan kekuatan udara dan darat, persenjatan laut Israel terbilang sedikit. Israel hanya memiliki empat unit corvette, lima kapal selam, dan 48 kapal patroli. 

Bagaimana dengan kekuatan militer Malaysia?


Kekuatan militer Malaysia pada tahun 2021 menempati peringkat 44 dari 138 negara. Turun 3 peringkat dari tahun lalu yang berada di posisi 41. Hal tersebut berdasarkan system perangkingan kekuatan militer dunia yang dikeluarkan oleh Global Fire Power. Kekuatan militer Malaysia terdiri dari 410.000 personel militer dengan total 12.587.121 populasi yang layak untuk wajib militer. 

Total kekuatan militer angkatan udara Malaysia mencapai 170, dengan 26 pesawat tempur, 13 pesawat serbu, 18 pesawat pengangkut, 40 pesawat tempur latih, 4 pesawat untuk misi khusus, dan 65 helicopter. Sedangkan untuk angkatan darat, Malaysia memiliki 74 tank, 1.387 kendaraan tempur lapis baja, 211 artileri dan 54 proyektor roket. Angkatan laut Malaysia memiliki 61 aset diantaranya ialah 6 fregat, 6 korvet, 2 kapal selam, 41 kapal patrol, dan 4 kapal ranjau.

Jika memang terjadi peperangan maka tidak mungkin Malaysia yang menyerang Israel secara langsung, karena kita tahu Malaysia mempersenjatai militernya bukan untuk menginvasi negara lain melainkan untuk mempertahankan tanah airnya. Yang memungkinan terjadi adalah serangan secara langsung dari negara Israel tersebut, kita anggap mereka mengirimkan serangan militer secara terbuka jika memang berani dan punya nyali, maka tidak mungkin negara Jiran serumpunnya yang di selatan akan tinggal diam. Negara tersebut adalah Indonesia yang mempunya populasi penduduk 271 juta jiwa dan menempati urutan ke empat terbanyak didunia. 

Bagaimana dengan kekuatan militer Indonesia?


Global Fire Power menempatkan Indonesia pada peringkat 16 kekuatan militer dunia atau empat tingkat di atas Israel. Indonesia tercatat memiliki 1.080.000 pasukan militer aktif dengan 400.000 personel aktif.

Indonesia memiliki 458 pesawat udara dengan di antaranya 79 pesawat tempur. Sebanyak 17 pesawat udara untuk misi khusus serta 188 helikopter. Indonesia juga memiliki 332 tank dan 1.430 kendaraan tempur, 153 artileri dan 63 pelontar roket.

Untuk kekuatan armada laut, menurut Global Fire Power, Indonesia memiliki 282 unit, yakni di antaranya 24 kapal corvette, 7 kapal frigate, 5 kapal selam, 179 kapal patroli. Sekadar informasi, Indonesia baru saja kehilangan satu kapal selamnya, yaitu KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan utara Bali pada 21 April lalu, jadi sekarang Indonesia hanya memiliki 4 buah kapal selam.

Itulah sedikit ulasan tentang kekuatan militer dari negara Israel, Malaysia dan Indonesia untuk dijadikan bahan pertimbangan dan prediksi apa yang akan terjadi jika memang benar Israel menyerang kawasan Nusantara. Sekarang mari kita ramalkan apa yang akan terjadi, ramalan disini maksudnya prediksi mungkin bisa terjadi atau malah tidak terjadi. Jika kita lihat dengan kekuatan militer Israel dengan asumsi Amerika Serika dan Sekutunya tidak ikut campur, maka penyerangan Israel terhadap Malaysia secara militer mustahil terjadi. 

Alasan pertamanya adalah Israel tidak memiliki kapal Induk yang besar untuk membawa pasukan dan peralatan tempur ke negeri yang sangat jauh, jadi pasukannya akan kesusahan mencapai Malaysia jadi mereka akan kalah sebelum berperang.
Alasan kedua Israel akan melewati negara-negara lain yang banyak, dan negara tersebut ada yang berkonflik dengan Israel maka akan runyam urusannya kalau melewati negara tersebut, tentaranya akan berperang dahulu dan habis sebelum mencapai Malaysia.
Alasan Terakhir jika memang nekat mengirimkan Rudal mengincar kuala lumpur atau Jakarta maka China tidak akan tinggal diam, karena aset China di malaysia dan Indonensia tidak sedikit dan itu akan mengganggu China secara langsung. Bahkan Aset negara barat seperti Amerika, Belanda, Jerman, Prancis dan lain sebagainya sangat banyak di Malaysia dan Indonesia. Jadi Israel akan mikir 1000x karena Negara Pelindung utamanya yaitu Amerika akan menjewer kuping Israel.

Jadi Ancaman Israel secara militer terhadap Malaysia bisa kita bilang gertak sambal yang sangat berat jika memang dia laksanakan. Akan tetapi serangan berbentuk cyber dan intelegen sangat-sangat mungkin terjadi.
Kita sebagai bangsa yang tinggal diwilayah yang aman dan damai semoga tetap waspada karena banyak serangan lain yang mungkin bisa terjadi dikemudian hari.


Editor : Argha Sena

Sumber : https://www.tirto.id, https://www.sindonews.com, 

                https://www.tribunnews.com, https://galajabar.pikiran-rakyat.com/






Sunday, May 16, 2021

SEJARAH Berdirinya Negara Israel


Gerakan Zionisme tak akan solid tanpa kebaikan hati Inggris. Gerakan Zionisme adalah gerakan nasional orang Yahudi dan budaya Yahudi yang mendukung terciptanya sebuah tanah air Yahudi di wilayah yang didefinisikan sebagai Tanah Israel. Inggris merealisasikan dukungannya sejak Deklarasi Balfour pada 2 November 1917. Imigrasi orang-orang Yahudi ke Palestina pun menguat pasca-Perang Dunia I atau saat wilayah Transyordan dikontrol Inggris atas nama Mandat untuk Palestina. Mengingat legalitas mandat akan berakhir pada pertengahan Mei 1948, orang-orang Yahudi kemudian menginisiasi manuver yang telah dicita-citakan sejak akhir abad ke-19: pembentukan negara baru. Bekal mereka adalah kebijakan PBB, lembaga yang saat itu usianya baru tiga tahun dan dipasrahi Inggris untuk menstabilkan kawasan pasca-Perang Dunia II. PBB memutuskan untuk memecah Palestina menjadi dua negara: satu untuk Arab dan satu untuk Yahudi. Pembagian teritorinya kurang lebih setengah-setengah.

Rencana itu diterima mayoritas warga Yahudi, tapi ditolak mayoritas warga Arab. Negara-negara Arab mengajukan peninjuan kembali ke Pengadilan Internasional mengenai kompetensi Majelis Umum PBB dalam memutuskan pembagian wilayah negara. Akan tetapi permintaan tersebut ditolak.

Tuvia Frilling dan S. Ilan Troen dalam Proclaiming Independence: Five Days in May from Ben-Gurion's Diary (1998) mencatat prosesnya bermula dari pembentukan Minhelet HaAm. Minhelet HaAm adalah badan legislatif sementara komunitas Yahudi yang diketuai David Ben-Gurion. Ben-Gurion menjelma sebagai sosok penting sejak menjabat sebagai Kepala Eksekutif Organisasi Zionis Dunia. Ia dan anggota lain di Minhelet HaAm bertugas menyusun rancangan deklarasi. Hasil final tidak menyebutkan di mana batas-batas wilayah negara baru. Awalnya akan didasarkan pada keputusan pembagian dua negara oleh PBB. Tapi Ben-Gurion sukses memengaruhi forum untuk menolaknya sebab keputusan itu ditolak komunitas Arab.

Dokumen sejarah pemerintah Israel menyebutkan sebenarnya ada tiga nama negara baru yang didiskusikan oleh Minhelet HaAm. Ketiganya adalah Palestina atau Filastin, Zion atau Sayoun, dan Israel atau Eesra’il. Dasar pokok pemilahannya ada dua. Pertama, sesuai keputusan PBB, akan ada negara Arab yang berdiri berdampingan dengan negara Yahudi. Kedua, negara Yahudi baru turut mencakup minoritas Arab yang perlu dipertimbangkan perasaannya. Mereka menyisihkan nama Palestina sebab "sangat mungkin bahwa negara Arab yang akan didirikan di Tanah Israel juga akan disebut Palestina di masa depan, yang dapat menyebabkan kebingungan.”

Forum juga menolak nama Zion sebab istilah “Zion” karena mengandung makna peyoratif atau merendahkan di dunia Arab. Menyebut negara sebagai “Zion” juga dipandang akan menyulitkan warga Arab yang tinggal di negara baru tersebut. Sumber berbeda menyebut ada beberapa alternatif lain. Antara lain Eretz Yisrael (Tanah Israel), Ever (dari nama Eber, leluhur bangsa Israel), dan Judea. Semuanya turut tersingkir. Pada akhirnya forum memilih Eesra’il atau Israel.

ada 14 Mei 1948, Kepala Badan Yahudi, David Ben-Gurion memproklamasikan negara Israel yang menjadikan Israel negara Yahudi pertama dalam 2.000 tahun. Di Tel Aviv, Ben-Gurion menandatangani deklarasi pembentukan Israel. Dia kemudian menjadi perdana menteri Israel pertama.

Di bising kejauhan dari tempat deklarasi, gemuruh senjata terdengar dari pertempuran antara orang Yahudi dan Arab. Hal itu terjadi setelah penarikan pasukan Inggris. Mesir juga melancarkan serangan udara terhadap Israel malam itu. Keesokan harinya, pasukan dari Mesir, Transyordan, Suriah, Libanon, dan Irak menyerbu.

Meski ada pemadam listrik di Tel Aviv dan kekhawatiran invasi Arab, orang-orang Yahudi dengan gembira merayakan kelahiran negara baru mereka. Kegembiraan mereka ditambah dengan tersiarnya kabar bahwa Amerika Serikat (AS) telah mengakui negara Yahudi itu.

Israel memiliki asal-usul dalam gerakan Zionisme yang didirikan pada akhir abad ke-19 oleh orang-orang Yahudi di Kekaisaran Rusia. Zionis menyerukan pembentukan negara Yahudi teritorial setelah mengalami penganiayaan. Negara Israel pertama kali dicetuskan oleh jurnalis Yahudi-Austria Theodor Herzl pada 1896. Menurutnya pembentukan negara Yahudi adalah satu-satunya cara untuk melindungi orang Yahudi dari anti-Semitisme.

Setelah Perang Dunia I, Liga Bangsa-Bangsa menyetujui Mandat Inggris atas Palestina sebagai "negara orang Yahudi". Pada 1947, PBB menyetujui pembagian Palestina menjadi dua negara yaitu satu negara Yahudi dan satu negara Arab. Puncaknya pada 14 Mei 1948, Israel memproklamasikan kemerdekaannya dan ini segera diikuti oleh peperangan dengan negara-negara Arab di sekitarnya yang menolak rencana pembagian ini.

Orang-orang Arab Palestina dibantu oleh sukarelawan dari negara-negara lain berperang melawan pasukan Zionis. Namun pada 14 Mei 1948, orang-orang Yahudi telah mendapatkan kendali penuh atas bagian Palestina yang dialokasikan oleh AS dan juga beberapa wilayah Arab.

Selama konflik Arab-Israel ketiga atau Perang Enam Hari 1967, Israel kembali meningkatkan perbatasannya. Israel merebut dari Yordania, Mesir, dan Suriah Kota Tua Yerusalem, Semenanjung Sinai, Jalur Gaza, Tepi Gaza, Tepi Barat, dan Dataran Tinggi Golan.

Pada 1979, Israel dan Mesir menandatangani perjanjian perdamaian bersejarah di mana Israel mengembalikan Sinai dengan imbalan pengakuan dan perdamaian Mesir. Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menandatangani perjanjian perdamaian besar pada tahun 1993, yang membayangkan implementasi bertahap pemerintahan sendiri Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Namun, proses perdamaian Israel-Palestina bergerak lambat.

Pada 2000 pertempuran besar antara Israel dan Palestina berlanjut di Israel dan wilayah-wilayah pendudukan. Hingga kini, proses perdamaian di antara kedua negara belum tercapai.
Perdana Menteri Israel periode kini Benjamin Netanyahu telah berulang kali mengutarakan niatnya untuk secara resmi mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat. Karena dia meyakini AS akan mendukung langkah tersebut.

Keyakinannya memang tak meleset. Duta Besar AS untuk Israel David Friedman telah mengatakan negaranya siap mengakui kedaulatan Israel di Tepi Barat setelah syarat-syarat yang ditetapkan negaranya dilaksanakan.

Itulah sekelumit sejarah berdirinya negara Israel yang dideklerasikan pada tanggal 14 Mei 1948. Setelah deklarasi dilakukan terjadi banyak Konflik yang timbul dan tenggelam. Konflik-konflik tersebut menyebabkan ratusan ribu nyawa melayang terutama rakyat palestina yang tidak berdaya dan ada lebih banyak lagi yang dipaksa mengungsi. Wajah Timur Tengah tak lagi sama hingga berdekade-dekade setelahnya bahkan sampai detik ini.

Editor    : Argha Sena
Sumber : tirto.id, republika.id


Saturday, May 8, 2021

Legenda Aji Saka Pencipta Pradaban Jawa

 


Sebelum teknologi secanggih sekarang, anak-anak zaman dulu banyak membaca melalui buku-buku sebagai pengisi waktu luang. Buku-buku yang menjadi favorit kala itu adalah tentang legenda-legenda yang ada di Indonesia. kisah-kisah legenda itu menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak kala itu. Orang-orang tua dulu juga masih mempercayai legenda-legenda, sehingga menambah rasa keingintahuan karena kesaktian-kesaktian dari kisah itu. Banyak kisah-kisah legenda berasal dari pulau jawa yang tentunya memiliki pesan moral di dalamnya. Salah satu kisah legenda yang cukup terkenal kala itu adalah tentang Aji Saka. Berikut adalah kisah legenda tentang aji saka yang mengalahkan Prabu Dewatacengkar.

Ajisaka, seorang pemuda sakti dari Majethi bersama dua orang punggawa (abdi) setianya yaitu Dora dan Sembada. Kedua abdi ini sama-sama setia dan sakti. Satu saat Ajisaka ingin pergi meninggalkan pulau Majethi. Dia menunjuk Dora untuk menemaninya mengembara. Sedangkan Sembada, disuruh tetap tinggal di pulau Majethi. Ajisaka menitipkan pusaka andalannya untuk dijaga oleh Sembada. Dia berpesan supaya jangan menyerahkan pusaka itu kepada siapa pun, kecuali pada Ajisaka sendiri.

Di suatu daerah, ada kerajaan bernama Medang Kamulan yang diperintah oleh seorang raja bernama Prabu Dewatacengkar. kerajaan yang sangat makmur sejahtera yaitu kerajaan Medhangkamulan. Rakyatnya hidup sejahtera. Kerajaan Medhangkamulan dipimpin oleh seorang raja arif bijaksana bernama Dewatacengkar. Prabu Dewatacengkar sangat cinta terhadap rakyatnya.

Pada suatu hari, juru masak kerajaan Medhangkamulan yang bertugas membuat makanan untuk prabu Dewatacengkar mengalami kecelakaan saat memasak. Salah satu jarinya terkena pisau hingga putus dan masuk ke dalam masakannya tanpa dia ketahui. Disantaplah makanan itu oleh Dewatacengkar. Dia merasakan rasa yang enak pada masakan itu. Dia bertanya daging apakah yang dia makan. Juru masak baru sadar bahwa tangannya yang teriris telah disantap Dewatacengkar. Koki itu menjawab bahwa daging yang dimakan adalah jari tangannya yang teriris dan tidak sengaja masuk ke dalam masakannya. Dewatacengkar ketagihan dan berpesan supaya memasakkan hidangan daging manusia setiap hari. Dia meminta sang patih kerajaan supaya mengorbankan rakyatnya setiap hari untuk dimakan.

Oleh karena terus menerus makan daging manusia, sifat Dewatacengkar berubah 180 derajat. Dia berubah menjadi raja yang kejam lagi bengis dan pemakan daging manusia. Setiap hari raja memakan seorang pria yang dibawa oleh Patih Jugul Muda. Sebagian rakyat takut kepada rajanya dan diam-diam lari ke daerah lain. Resiko dari pelarian ini adalah jika diketahui sang Raja maka orang tersebut akan diberi hukuman mati dengan cara di santap oleh sang raja.

Saat itu juga Ajisaka dan pengawalnya tiba di kerajaan Medhangkamulan. Mereka heran dengan keadaan yang sepi dan menyeramkan. Dari seorang rakyat, beliau mendapat cerita kalau raja Medhangkamulan gemar makan daging manusia. Ajisaka menyusun siasat. Dia menemui sang patih untuk diserahkan kepada Dewatacengkar agar dijadikan santapan. Awalnya sang patih tidak setuju dan kasihan. Tetapi Ajisaka bersikeras dan akhirnya diizinkan.

Dewatacengkar keheranan karena ada seorang pemuda tampan dan bersih ingin menyerahkan diri. Ajisaka mengatakan bahwa dia mau dijadikan santapan asalkan dia diberikan tanah seluas ikat kepalanya dan yang mengukur tanah itu harus Dewatacengkar. Sang prabu menyetujuinya. Kemudian mulailah Dewatacengkar mengukur tanah. Saat digunakan untuk mengukur, tiba-tiba ikat kepala Dewatacengkar terus memanjang sampai menutupi seluruh kerajaan Prabu Dewata Cengkar.

Dewatacengkar marah setelah mengetahui niat Aji Saka untuk mengakhiri tirani Prabu Dewata Cengkar. Ketika Prabu Dewata Cengkar marah, sorban Aji Saka kemudian membungkus tubuh sang Prabu. Ikat kepala itu lalu membungkus seluruh tubuh sang Prabu. Panjang ikat kepala Aji Saka yang digunakan untuk mengukur tanah tadi telah sampai dijurang dekat Pantai Laut Selatan, maka Dewatacengkar terdorong ke jurang pantai laut selatan. Dia terlempar ke laut dan seketika berubah menjadi seekor buaya putih. Sebagai ucapan terima kasih dari rakyat Medang Kamulan, Aji Saka diangkat sebagai Raja Medang Kamulan.

Setelah penobatan, Ajisaka mengutus Dora pergi ke pulau Majethi untuk mengambil pusaka andalannya. Kemudian pergilah Dora ke pulau Majethi. Sesampai di pulau Majethi, Dora menemui Sembada untuk mengambil pusaka. Sembada teringat akan pesan Ajisaka saat meninggalkan pulau Majethi untuk tidak menyerahkan pusaka tersebut kepada siapa pun kecuali kepada Ajisaka. Dora yang juga berpegang teguh pada perintah Ajisaka untuk mengambil pusaka memaksa supaya pusaka itu diserahkan. Kedua abdi setia tersebut beradu mulut bersikukuh pada pendapatnya masing-masing. Dan akhirnya mereka berdua bertempur. Pada awalnya mereka berdua hati-hati dalam menyerang karena bertarung melawan temannya sendiri. Tetapi pada akhirnya benar-benar terjadi pertumpahan darah. Sampai pada titik akhir yaitu kedua abdi tersebut tewas dalam pertarungan karena sama-sama sakti.

Aji Saka kemudian teringat akan perintahnya kepada Sembada, agar senjatanya tidak diberikan kepada orang lain dengan dalih apa pun. Menyadari akan kesetiaan kedua utusan, dengan bergegas ia menyusul ke Gunung Kendeng untuk mencegah perselisihan di antara mereka. Tetapi sesampai di tempat itu, dia mendapati kedua utusannya sudah tergeletak di tanah bermandikan darah. Aji Saka memang dapat mengetahui alasan perselisihan itu, tetapi mereka terlanjur sudah tak bernyawa. 

Aji Saka merasa bersalah karena memberi perintah yang menimbulkan pertentangan pada kedua utusannya. Dalam hatinya ia sedih atas kejadian itu. Untuk mengenang tatanan dan sabda pertamanya sebagai seorang Raja, yang pada akhirnya malah berdampak celaka, ia kemudian memotong kulit pohon, di mana kedua mayat utusannya itu diletakkan untuk sementara waktu, dan menulis sejarah tentang apa yang terjadi, kalimatnya sebagai berikut:

Ha Na Ca Ra Ka = ono wong loro ( ada dua orang )

Da Ta Sa Wa La = podho kerengan ( mereka berdua berantem / berkelahi )

Pa Dha Ja Ya Nya = podho joyone ( sama-sama kuatnya )

Ma Ga Ba Tha Nga = mergo dadi bathang lorone ( maka dari itu jadilah bangkai semuanya / mati dua-duanya karena sama kuatnya)

Aji Saka kemudian membaca ulang tulisannya, namun tulisan itu membuatnya terkejut, karena di dalam empat kalimat itu, semua bunyi vokal terwakili. Untuk meyakinkan dirinya tentang hal itu, ia mengucapkan setiap suku kata dari setiap kalimat secara terpisah sebagai: ha, na, ca, ra, ka, da, ta, sa, wa, la, pa, dha, ja, ya, nya, ma, ga, ba, tha, nga. Setelah beberapa saat mengheningkan cipta, Aji Saka memutuskan untuk menggunakan suku kata ini sebagai sistem tulisan baru di Jawa, dan sebagai pengingat kedua utusannya yang setia.

Itulah kisah legenda tentang Ajisaka yang dulu sering diceritakan oleh orang tua. Saat ini cerita-cerita legenda di anggap sebagai mitos. Sebuah mitos yang tidak saja bertutur tentang sejarah mulai dikenalnya aksara atau tulisan bagi orang Jawa, melainkan juga menjadi momen penanda penting tentang signifikansi sebuah tradisi literasi dalam kebudayaan Jawa.



Penulis         : Riskyrito

Penyunting    : Argha Sena

Referensi           : bloranews.com, boyolali.go.id, dongengceritarakyat.com

Friday, April 30, 2021

Gara-Gara Babi hingga Mabuk, 5 Penyebab Perang Paling Konyol dalam Sejarah Dunia


Mendengar kata 
perang, tentunya akan selalu menakutkan banyak orang. Tak sedikit orang akan tewas ketika bertempur dalam medan perang, hingga beragam kejadian memilukan yang dialami banyak masyarakat. 

Biasanya perang sendiri sering berhubungan dengan konflik negara atau tujuan politik tertentu. Tapi, di antara banyaknya perang yang terjadi di dunia, ada sejumlah perang yang justru dipicu karena hal-hal konyol yang seharusnya tidak terjadi.

Berikut ini merupakan rangkuman lima perang yang dipicu oleh hal-hal konyol akan tetapi pernah benar-benar terjadi dan tercatat dalam sejarah.

1. The War of Golden Stool

Sebuah bangku emas merupakan barang yang dianggap sakral dan berharga bagi kekaisaran Ashanti. Kekaisaran itu terletak di negara Afrika bagian Barat dan pernah disebut sebagai Gold Coast saat masih penjajahan Inggris.

Para penduduk Ashanti menyakini bahwa bangku itu sakral, bukan hanya diperuntukan khusus untuk pemimpin mereka, melainkan roh yang mengisi semangat masyarakat bangsa Ashanti.

Perang tersebut terjadi ketika pada masa penjajahan Inggris, Raja Ashanti di tahun 1896 diasingkan. Campur tangan Inggris mulai masuk ke masyarakat Ashanti, ketika Gubernur Gold Coast, Sir Frederick Hodgson memasuki ibu kota.

Bangku emas berharga milik masyarakat Ashanti kemudian diminta secara paksa. Merasa harga diri mereka dilecehkan, penduduk setempat kemudian melakukan perlawanan dan menggunakan sebanyak mungkin senjata yang mereka temukan.

Perlawanan itu dipimpin oleh Yaa Asantewaa, ibu dari Raja Ashanti yang diasingkan. Koloni Inggris saat itu hampir dimusnahkan dan dipukul mundur.

Namun, mereka sembat kembali lagi dengan beberapa ribu orang di bawah komando Mayor James. Dari situ pertempuran terbilang sengit dengan pertahanan dan barikade dari masyarakat Ashanti.

Selama tiga bulan pertempuran dan menghadapi serangan dan perangkap Ashanti, Inggris berhasil mencapai kemenangan.

Walaupun Ashanti dilanda kekalahan dari perang yang mengakibatkan banyak korban berjatuhan. Mereka bangga dan menyatakan kememnangan bahwa tempat duduk emas bangsa Ashanti tak pernah diberikan oleh pihak Inggris.

2. Memotong Tiang Bendera

Perang antara penduduk asli New Zealand dan Inggris mungkin sudah berlangsung lama sejak pertengahan abad ke-19. Pada saat itu, Inggris sudah mengklaim bahwa New Zealand di bawah kepemimpinan sang ratu. Oleh karena itu, para tentara memasang bendera Inggris pada kota-kota di sana.

Namun, seorang kepala suku bernama Hone Heke menolak dipemerintahan Inggris. Pada mulanya, ia sering naik sepeda ke kota Kororareka untuk menebang tiang bendera Inggris.

Kepala suku itu berpikir, jika selama tiang bendera tak ada di sana maka mereka tak akan pernah diperintah oleh Inggris. Tiang baru kemudian didirikan dan terus saja, Heke tebang.

Hingga sampai empat kali, tiang itu dibuat dengan besi besertakan dengan penjaga bersenjata. Ternyata aksi Heke pernah menuai perhatian pemerintah Inggris hingga seorang misionaris pernah turun tangan untuk memperingati timndakan Heke.

Sampai akhirnya, pada 11 Maret 1845, Heke dan sukunya turun ke kota dan melakukan aksi pembantaian. Heke kemudian berhasil kembali memotong tiang bendera itu dan menyulut perang dengan Inggris selama 10 bulan.

3. Perang yang disulut karena mabuk

Pada 1788, Austria tengah mengalami konflik perang dengan Turki. Kota Karansebes, wilayah Romania merupakan tempat pertempuran yang kerap kali berbenturan dengan tentara Turki.

Perang konyol itu terjadi ketika orang Austria mendirikan kemah untuk bermalam. Sedangkan beberapa pengintai ditugaskan untuk keluar dan memeriksa pedesaan terdekat untuk mengecek kehadiran orang-orang Turki.

Bukan orang Turki yang mereka temukan, melainkan sekelompok kaum gipsi yang menawarkan minuman beralkohol. Dari situ kekacauan mulai muncul ketika pasukan infanteri Austria menemukan kelompok pengintai tersebut.

Kedua kelompok itu saling minum hingga memecahkan pertengkaran diatara keduanya. Salah satu orang yang bersemangat sampai melepaskan tembakan hingga menyulut perang.

Petugas infanteri lain yang mendengar tembakan mengira bahwa itu adalah isyarat dari adanya orang Turki. Sampai akhirnya pertempuran ini menjadi liar dan tak dapat dikendalikan.

Satu-satunya yang memenangkan pertempuran adalah kebodohan yang mengakibatkan nyawa hilang secara sia-sia. Orang-orang Turki yang datang sebagai musuh mereka justru menemukan lebih dari 10 ribu jasad Austria dalam keadaan tewas dan terluka.

Dari situ orang-orang Turki dapat merebut wilayah sambil tertawa dengan kebodohan tersebut.

4. Perang gara-gara babi

Amerika dan Inggris pernah mengalami perang memalukan pada abad ke-19, yang dipicu karena masalah babi. Insiden menggelikan ini bermula ketika meletusnya Revolusi Amerika yang mendorong keduanya melakukan pertempuran secara habis-habisan.

Ketika revolusi berlangsung, ada batas yang kurang jelas tentang pembagian wilayah kekuasaan di wilayah Washington, Amerika. Dalam wilayah tersebut terdapat kepulauan yang disebut San Juan di mana kedua belah pihak saling mengklaim atas wilayah tersebut.

Pihak Inggris ada yang membuka peternakan domba dan sejumlah babi yang dimiliki oleh perushaan Hudson Bay milik Inggris.

Sampai suatu hari di bulan Juni 1859, Lyman Cutlar, pria asal Amerika melihat seekor babi dan menembaknya karena memakan tanaman kentangnya. Ternyata babi itu dimiliki oleh Charles griffin, asal Irlandia, seorang karyawan perusahaan Hudson.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Cutlarmulanya menawarkan kepada Griffin uang ganti senilai $ 10. Tawaran itu ditolak mentah-mentah, malahan Griffin menuntut $ 100 hingga akhirnya masalah ini tak terselesaikan.


Otoritas Inggris ternyata berusaha menangkap Cutlar akibat insiden tersebut. Tak mau kalah akan hal itu, Cutlar juga meminta bantuan militer Amerika.

66 tentara Amerika dikerahkan untuk menangani insiden babi tersebut. Namun, Inggris merasa khawatir jika pulau San Juan akan dikuasai Amerika sehingga mengirim lima kapal perang pada bulan Agustus.

Kedua belah pihak melakukan perang habis-habisan untuk memperebutkan wilayah tersebut yang dipicu karena insiden babi. Hingga akhirnya perang ini mulai membuat orang jenuh dan akhirnya Amerika dan Inggris menyetujui tentang kependudukan bersama di pulau tersebut pada bulan September kemudian.

5. Perang telinga Jenkins

Di abad ke-16, Inggris dan Spanyol sedang mengalami hal yang buruk. Meski demikian, pihak Inggris memutuskan adanya kebijakan untuk tidak saling berperang.

Namun, alasan mengapa perang ini pecah diakibatkan dari kasus delapan tahun yang lalu. Ketika telinga Kapten Angkatan Laut Inggris, Robert Jenkins dipotong oleh orang-orang Spanyol yang jahat pada tahun 1731.

Semua orang yang mendapatkan informasi tersebut mengatakan insiden pemotongan telinga merupakan penghinaan besar bagi bangsa. Hingga perang harus segera dimulai.

Perang antara Inggris dan Spanyol terus berlanjut panjang hingga dalam Perang Suksesi Austria yang melibatkan banyak negara di wilayah Eropa. Dari konflik perang tersebut korban jiwa sampai mencapai lebih seperempat juta orang tewas dalam medan pertempuran.

Itulah 5 perang paling konyol yang tercatat dalam sejarah, perang nomor berapakah menurut kalian yang paling konyol???

Sumber : https://www.liputan6.com/

Sejarah Kapal Selam dari Masa ke Masa: Bahan Kayu Sampai Baja


INDONESIA berduka, kita semua berduka atas karamnya Kapal Selam Nanggala 402. Sebanyak 53 patriot bangsa gugur saat menjalankan tugas, mengarungi samudera guna menjaga kedaulatan negara. Mereka terkubur bersama tenggelamnya Kapal Republik Indonesia (KRI) Nanggala-402. 

Kapal selam asal Jerman ini ditemukan pada kedalaman 838 meter. Kapal yang dibeli pada 1977 pada masa pemerintahan Presiden Suharto dan mulai bertugas pada tahun 1981 ini terbelah menjadi tiga bagian. Dalam artikel kali ini kami ingin mengulas sejarah Kapal Selam didunia, sebagai bahan pengetahuan tambahan untuk kita.

Perkembangan teknologi kapal selam menarik untuk disimak. Dari menggunakan tenaga manusia dan cuma bisa digunakan beberapa meter di dalam air, hingga akhirnya dapat teknologi canggih untuk digunakan ratusan meter di dalam laut untuk mengintai musuh.

Kapal selam pertama kali dibuat dari batang pohon yang dipahat dan terus berkembang pada akhirnya mengandalkan besi dan baja untuk menahan tekanan air bawah laut. Berikut perjalanan panjang teknologi kapal selam, yang dimulai pada pertengahan abad ke 17.

Berikut ini adalah beberapa kapal selam yang di buat dari bahan kayu sampai baja sesuai dengan teknologi yang dikuasai pada zamannya.

1. Drebbel: 1620-1624




Matematikawan asal Inggris, William Bourne membuat beberapa rencana paling awal yang diketahui untuk kapal selam sekitar tahun 1578, tetapi masih dalam prototipe.

Namun prototipe pertama dibangun insinyur, dan penemu berkebangsaan Belanda, pada abad ke 17 yaitu Cornelius Drebbel. Kapal itu kemudian dipekerjakan untuk kapal selam Raja Inggris James I.

Kapal Drabbel merupakan perahu dayung modifikasi yang dilapisi kulit berminyak dan diawaki tim pendayung. Sekitar tahun 1620, dia menggunakannya untuk menyelam 4 meter di bawah Sungai Thames.

Selama demonstrasi penyelaman itu membuat warga London dan disaksikan oleh Raja James tercengan melihat kapal itu menyelam.

Sayangnya, tidak ada rencana atau gambar teknik Drebbel yang bertahan hingga hari ini, jadi sejarawan hanya bisa menebak tentang bagaimana sebenarnya 'perahu selam' miliknya beroperasi.

Beberapa laporan menyatakan kapal itu tenggelam karena kumpulan kandung kemih atau tangki pemberat kayu, sementara yang lain menyarankan bahwa busur miring dan sistem pemberat digunakan untuk mendorong perahu ke bawah air saat mendayung dengan kecepatan penuh.

2. Turtle: 1775



Selama Revolusi Amerika, penemu dan lulusan Yale University AS, David Bushnell memberikan senjata kepada pemerintah dalam bentuk kapal selam eksperimental yang disebut 'Turtle'.

Kapal yang merupakan kerajinan kayu ini mengandalkan engkol tangan dan pedal kaki untuk menggerakkan kapal. Tangki air yang dioperasikan dengan pedal memungkinkannya untuk tenggelam dan muncul ke permukaan, dan pemberat timbal membuatnya tetap tegak di dalam air.

Jika dioperasikan dengan benar, Turtle bisa mendekati kapal musuh tanpa terdeteksi dan menggunakan sekrup untuk menanam ranjau yang diisi dengan 60 kilogram mesiu.

Bushnell kemudian meninggalkan proyek kapal selam setelah beberapa misi telah gagal dalam menenggelamkan kapal musuh. Tetapi penemuannya membuat Bushnell dihormati oleh sesama Patriot.

Kemudian ketika ditanya tentang Turtle, George Washington menjawab, "Saya kemudian berpikir, dan masih berpikir, bahwa itu adalah upaya jenius."

3. Nautilus: 1800



Pada saat bekerja untuk pemerintah Perancis pada tahun 1800, seorang penemu asal Amerika Robert Fulton merancang 'Nautilus', sebuah kerajinan logam yang sering disebut kapal selam modern pertama.

Kapal setinggi lebih dari 6 meter ini menampilkan beberapa inovasi revolusioner termasuk lambung berbentuk cerutu dan menara pengangkut tembaga.

Nautilus menggunakan baling-baling bertenaga empat bilah untuk bergerak di bawah air, tetapi menggunakan tiang yang dapat dilipat dan layar kipas untuk berjalan di permukaan.

Nautilus berhasil melakukan beberapa uji coba penyelaman pada awal abad ke-19, tetapi dibongkar dan dijual untuk dibuang setelah gagal menarik hati angkatan laut Perancis dan Inggris.

4. Sea Devil: 1855



Wilhelm Bauer membangun kapal selam pertamanya pada tahun 1850, meski hanya mampu menyelam 50 kaki atau 15 meter di bawah air pada saat demonstrasi.

Ia kemudian menerima dana dari pemerintah Rusia untuk pengembangan kapal baru. Setelah melakukan perjalanan ke St. Petersburg pada tahun 1855, ia membangun "Sea Devil", kapal selam setinggi 52 kaki yang mampu membawa puluhan awak.

Kapal ini memiliki beberapa terobosan teknologi termasuk beberapa tangki pemberat untuk menambah daya apung, pengunci udara dan baling-baling yang digerakkan awak kapal.

Akhirnya Bauer sukses melakukan lebih dari 130 penyelaman, sebelum akhirnya kapal tersebut hilang di laut.

Prestasi yang tidak bisa dilupakan yakni selama masa kepemimpinan Tsar Alexander II. Bauer menyelamkan kapal yang isinya empat grup band. Para saksi kemudian melaporkan bahwa mereka dapat mendengar lagu kebangsaan Rusia yang dibawakan dari bawah air.

5. CSS H.L. Hunley: 1863



CSS H.L. Hunley dibangun secara pribadi di Mobile, Alabama pada tahun 1863. Kapal itu dibuat dari katel uap yang merupakan besi daur ulang, dan berkapasitas delapan kru kapal.

Pada delapan kru itu terdiri dari satu orang nahkoda, dan tujuh orang memutar engkol tangan untuk menggerakkan baling-balingnya. Ujung kapal dilapisi dengan tiang sepanjang 5 meter yang dipasangi torpedo, yang akan meledak saat menabrak kapal musuh.

Kapal itu tenggelam pada dua kesempatan selama uji coba, menewaskan total 13 awak termasuk insinyur kelautan Horace Lawson Hunley. Dengan banyaknya korban jiwa, kapal itu dijuluki sebagai 'peti mati bergerak'.

Sumber ; https://kompas.com/