F Maret 2022 ~ PEGAWAI JALANAN

Kamis, 31 Maret 2022

APA ISI TAP MPRS NO 25 TAHUN 66 ??? KISAH GUS DUR DAN ANDIKA PERKASA???

         


    Saat ini sedang hangat isu dan kabar bahwa keturunan PKI atau Organisasi Underbownya boleh mendaftar menjadi anggota TNI. Isi TAP MPRS Nomor 25 1966 kembali menjadi sorotan tatkala Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa memperbolehkan keturunan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) ikut dalam seleksi calon prajurit.  Seperti yang santer diberitakan Panglima TNI menyampaikan, apabila panitia seleksi menggagalkan calon prajurit karena alasan keturunan PKI, maka keputusan itu tidak memiliki dasar hukum. Secara tegas, Panglima memerintahkan kepada panitia seleksi penerimaan Prajurit TNI tahun 2022 agar menghapus pertanyaan soal hubungan kekerabatan calon prajurit dengan PKI.

      Panitia Seleksi, tidak boleh membuat aturan dan larangan yang tidak memiliki dasar hukumnya, termasuk terkait hubungan kekerabatan calon prajurit dengan PKI dan organisasi sayap (underbow) PKI itu yang ditekankan Panglima TNI saat ini.

      Tap MPRS Nomor 25 Tahun 1966 juga pernah menjadi sorotan dan kontroversi ketika Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi presiden. Kala itu, Gus Dur mewacanakan akan mencabut aturan tersebut. Isi keputusan ini adalah pelarangan PKI beserta underbouw-nya dan pengharaman ajaran komunisme, marxisme, leninisme di seluruh wilayah Indonesia. Bagi Gus Dur, Tap MPRS tersebut bertentangan dengan konstitusi. 

    Faisal Ismail dalam buku NU: Moderatisme dan Pluralisme (hlm 325: 2020) menuliskan, alasan Gus Dur ingin mencabut Tap MPRS Nomor 25 Tahun 1966 karena ingin menghapus diskriminasi politik yang selama ini diberlakukan bagi anak dan cucu eks-anggota PKI. Dalam keyakinan Gus Dur, tulis Faisal, semua warga negara memiliki hak politik yang sama tanpa harus terbebani dengan apa yang telah dilakukan pendahulunya. 

    Selain itu, eks Menteri Riset dan Teknologi era Gus Dur, Prof AS Hikam mengatakan, alasan Gus Dur ingin mencabut Tap MPRS tersebut karena mau melakukan rekonsiliasi walaupun kala itu ia dihujat dan dicaci maki oleh lawan politiknya. AS Hikam mengatakan, landasan rekonsiliasi itu adalah Pancasila dan konstitusi UUD 1945. Menurut dia, kala itu Gus Dur tidak ingin negara cuma melindungi satu kelompok saja. Gus Dur juga menekankan, semua elemen bangsa harus terlindungi sama dengan kelompok mayoritas. Namun, langkah Gus Dur yang ingin mencabut Tap MPRS No 25 Tahun 1966 itu mendapat penolakan, salah satunya adalah Yusril Ihza Mahendra yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kehakiman. Ia tidak setuju kalau PKI dan Komunisme diberi kesempatan dan berusaha mempengaruhi pemerintah agar tidak mencabut Tap MPRS No 25 Tahun 1966.

    Dari kedua konteks kisah atau cerita ini dapat kita simpulkan, bahwa kedua pemimpin tersebut sebenarnya bertujuan baik jika kita cermati. Akan tetapi jika niatnya untuk menghabus TAP MPRS tersebut, sepertinya kurang tepat, karena sangat berbahaya untuk persatuan bangsa ini dimasa yang akan datang, berbekal dari pengalaman sejarah masa lalu kita yang berdarah-darah. Bukankah bangsa kita dibangun atas dasar panca sila yang salah satu pasalnya berbunyi "persatuan Indonesia". Artinya semua warga negara yang ada di Indonesia harus bersatu.

    "Kemanusiaan yang adil dan beradab" artinya keadilan harus tercipta untuk seluruh rakyat tidak pandang suku dan agamanya.

    "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia" artinya seluruh rakyat Indonesia harus mendapatkan keadilan secara menyeluruh, semuanya mendapatkan hak yang sama atas pekerjaan, pendidikan, ekonomi,dan lain sebagainya termasuk menjadi abdi negara.

    Dari ketiga sila itu, jika kita masih menerapkan diskriminasi terhadap kelompok lain maka kita akan terlihat bertentangan dengan apa yang sudah  menjadi dasar negara kita bersama. Akan tetetapi semuanya harus sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan, semua warna negara Indonesia mendapatkan hak dan kewajiban yang sama sesuai dengan posisinya masing-masing yang tertuang dalam Pancasila maupun UUD45, tidak pandang suku agama dan aliran politiknya, asalkan tidak bertentangan dengan pancasila, UUD45 dan peraturan lainnya, termasuk TAP MPRS NO 25 1966 yang sedang kita bahas ini.  

    Jika memang ada yang terindikasi menyebarkan faham komunisme, marxisme, leninisme atau membangkitkan PKI, jelas sekali itu terlarang dan ilegal dinegara kita karena dasar hukumnya jelas masih ada dan masih berlaku. Akan tetapi anak cucu keturunan eks PKI atau organisasi dibawahnya tidaklah dapat diberikan label yang sama seperti nenek moyangnya yang mantan anggota PKI misalnya, karena mereka tidak bisa memilih mau lahir dari siapa. 

    Jika kita ingin menjadi bangsa yang besar memang sudah sepantasnya kita saling memaafkan atas kejadian-kejadian masa lalu dengan catatan jangan diulangi lagi dan jangan ada balas dendam. Jika masih seperti itu saling balas dendam maka dipastikan energi kita untuk membangun negara ini pasti akan habis menguap, dan hanya akan menghasilkan permusuhan dari masa ke masa.

    Mungkin dari kita masih ada yang belum tahu apa isi dari TAP MPRS tersebut, berikut ini adalah isi dari TAP MPRS NO 25 tahun 1966 yang ditetapkan oleh Ketua MPRS Jenderal TNI AH Nasution pada tanggal 5 Juli 1966.

Pasal 1 

"Menerima baik dan menguatkan kebijaksanaan Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia/Pemimpin Besar Revolusi/Mandataris Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara, berupa pembubaran Partai Komunis Indonesia, termasuk semua bagian organisasinya dari tingkat pusat sampai kedaerahan beserta semua organisasi terlarang di seluruh wilayah kekuasaan Negara Republik Indonesia bagi Partai Komunis Indonesia, yang dituangkan dalam Keputusannya tanggal 12 Maret 1966 No. 1/3 1966 dan meningkatkan kebijaksanaan tersebut di atas menjadi Ketetapan MPRS". 

Pasal 2 

"Setiap kegiatan di Indonesia untuk menyebarkan atau mengembangkan faham atau ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme dalam segara bentuk dan manifestasinya, dan penggunaan segala macam aparatur serta Media bagi penyebaran atau pengembangan faham atau ajaran tersebut, dilarang". 

Pasal 3 

"Khususnya mengenai kegiatan mempelajari secara ilmiah, seperti pada universitas-universitas, faham Komunisme/Marxisme-Leninisme dalam rangka mengamankan Pancasila, dapat dilakukan secara terpimpin, dengan ketentuan, bahwa Pemerintah dan DPR-GR, diharuskan mengadakan perundang-undangan untuk pengamanan". 

Pasal 4 

"Ketentuan-ketentuan di atas, tidak mempengaruhi landasan dan sifat bebas aktif dunia politik luar negeri Republik Indonesia".

    Dari keempat pasal tersebut garis besarnya adalah KETETAPAN TENTANG PEMBUBARAN PARTAI KOMUNIS INDONESIA, PERNYATAAN SEBAGAI ORGANISASI TERLARANG DI SELURUH WILAYAH NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAN LARANGAN SETIAP KEGIATAN UNTUK MENYEBARKAN ATAU MENGEMBANGKAN FAHAM ATAU AJARAN KOMUNISME/MARXISME-LENINISME.

    Itulah isi dari TAP MPRS NO 25 1966, apa yang dilakukan kedua tokoh bangsa tersebut sebenarnya tidak salah secara kemanusiaan, karena kita adalah negara demokrasi yang menjunjung tinggi hak-hak dasar sebagai manusia. Akan tetapi dengan pengalaman sejarah yang cukup panjang mungkin masih menimbulkan sedikit trauma di masyarakat yang dalam hal ini yang berkaitan dengan komunisme, karena dalam benak masyarakat komunis itu identik dengan darah yang tertumpah. Revolusi-revolusi berdarah diseluruh dunia bahkan dinegara kita sendiri sudah cukup membuat kita terauma dengan komunis. Bagi saudara-saudara yang memang dahulu kakek atau ayah atau buyutnya anggota PKI, kalian tetap saudara sebangsa setanah air, buktikan kalian juga punya andil dalam membangun negara ini bukan seperti yang ditakutkan sebagian orang. Semoga waktu yang akan menjawabnya. 


Sumber : https://tirto.id dan https://kompas.com






Sabtu, 19 Maret 2022

LAKSAMANA MAEDA PERWIRA JEPANG PALING BERJASA BAGI INDONESIA TAPI BERAKHIR MENDERITA!!!

  


Mungkin banyak dari kita yang tidak mengetahui bahwa ada seorang perwira pasukan Jepang yang membantu kemerdekaan Republik Indonesia. Bahkan ia sampai rela menjadikan rumahnya sebagai tempat untuk merumuskan proklamasi kemerdekaan bagi Republik Indonesia. Dia bahkan tidak menghiraukan resiko yang mungkin akan dia terima di kemudian hari dari tindakannya tersebut. Dia tidak lain dan tidak bukan adalah Laksamana Maeda. karena jasanya tersebut, Laksamana Maeda mendapatkan bintang Jasa Naraya dari pemerintah Republik Indonesia, akan tetapi berkebalikan dengan yang ia terima dari Indonesia, ia malah bernasib tragis di negara asalnya sendiri. Walaupun ia adalah mantan dari perwira tinggi Angkatan laut Jepang yang menguasai Indonesia, namun setelah Kembali ke negaranya ia hidup dalam keadaan miskin dan melarat.

Laksamana Muda Tadashi Maeda adalah seorang perwira tinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang di Hindia Belanda pada masa Perang Pasifik. Selama pendudukan Indonesia di bawah Jepang, ia menjabat sebagai Kepala Penghubung Angkatan Laut dan Angkatan Darat Tentara Kekaisaran Jepang. Ia juga pernah menjadi atase militer Jepang di Den Haag, Belanda, dan Jerman pada masa sebelum perang atau sekitar 1930-an.

Laksamana Muda Maeda memiliki peran yang cukup penting dalam kemerdekaan Indonesia dengan mempersilakan kediamannya yang berada di Jl. Imam Bonjol, No.1, Jakarta Pusat sebagai tempat penyusunan naskah proklamasi oleh SoekarnoMohammad Hatta dan Achmad Soebardjo, ditambah sang juru ketik Sayuti Melik.

Dalam diri Maeda muncul simpati terhadap gerakan kemerdekaan Indonesia sejak dia bertugas di Belanda. Saat itu, Maeda kerap berhubungan dengan sejumlah tokoh pelajar dan mahasiswa Indonesia, seperti Nazir Pamuntjak, Ahmad Subardjo, Mohammad Hatta, dan AA Maramis. Setelah bertugas di Den Haag dan Berlin, Maeda dipanggil pulang ke Jepang dan menerima tugas baru di Indonesia pada 1942. Saat berdinas di Jakarta inilah Maeda mendirikan sekolah atau institut politik yang diberi nama Asrama Indonesia Merdeka pada Oktober 1944 bagi para pemuda terpilih.

Ahmad Subardjo bersama Wikana menjadi penggerak Asrama Indonesia Merdeka, sedangkan Maeda menjadi sponsor sekolah itu. Maeda juga yang kemudian meresmikan asrama tersebut di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat dan dipindahkan ke Jalan Kebon Sirih 80 pada Oktober 1944. Hampir semua figur nasionalis menjadi pengajar di sekolah ini. Seperti Soekarno yang mengajarkan politik, Hatta mengajarkan ekonomi, Sanoesi Pane mengajarkan Sejarah Indonesia, Sjahrir mengajarkan sosialisme, Iwa Kusuma Sumantri mengajarkan hukum pidana, dan Ahmad Subardjo mengajarkan hukum internasional.

Mohammad Hatta dalam Memoir (2002) sempat menceritakan jasa Maeda, khususnya pada waktu sebelum Proklamasi. Hatta bercerita saat itu pertengahan Agustus 1945, santer berita bahwa Jepang telah menyerah pada Sekutu, tetapi masih simpang siur. Akhirnya Hatta dan Sukarno bersama Soebardjo pada 15 Agustus 1945 mendatangi Maeda untuk mengonfirmasi berita itu.

Sukarno menanyakan kebenaran tentang berita yang terdengar bahwa Jepang sudah menyerah kepada Sekutu. Maeda tidak langsung menjawab pertanyaan dari Sukarno. Setelah begitu lama berdiam diri dan wajah muka yang kelihatan sedih, Admiral Mayeda menjawab, bahwa berita itu memang disiarkan oleh Sekutu. Tetapi dia belum memperoleh berita dari Tokyo. Sukarno, Hatta dan Soebardjo lalu meninggalkan kantor Rear-Admiral Mayeda dengan keyakinan, bahwa Jepang sungguh-sungguh menyerah.

Jawaban Maeda itulah yang kemudian memicu munculnya gerakan dan desakan agar Indonesia segera mendeklarasikan kemerdekaan. Jawaban implisit Maeda seolah menjadi sebuah isyarat bagi pemimpin pergerakan bahwa sudah saatnya untuk memerdekakan Indonesia. Keinginan yang kemudian juga difasilitasi oleh Maeda dengan mempersilakan kediamannya dipakai tempat merumuskan naskah Proklamasi. Kesediaan Maeda menyediakan rumahnya sebagai tempat rapat yang juga tempat merumuskan naskah proklamasi kemerdekaan merupakan salah satu bukti simpati pribadi terhadap kemerdekaan Indonesia.

Sukarno mengucapkan terima kasih banyak-banyak atas kesediaan Maeda meminjamkan rumahnya untuk rapat PPKI malam itu. Maeda sontak menjawab, "Itu kewajiban saya yang mencintai Indonesia merdeka."

Padahal seharusnya, tugas Maeda berdasarkan perintah yang diberikan kepadanya harus menjaga status quo di Indonesia.

Memasuki 17 Agustus 1945 tengah malam, puluhan tokoh pemuda serta anggota PPKI telah berkumpul di rumah Laksamana Maeda. Proses perumusan naskah proklamasi dilakukan oleh Sukarno, Hatta, dan Achmad Soebardjo di ruang makan, sedangkan yang lainnya menanti di ruang besar. Seusai merumuskan naskah proklamasi, Sukarno melangkah ke ruang besar di rumah Laksamana Maeda, tempat berkumpul 40 sampai 50-an orang.

Hatta mengusulkan agar mengikuti deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat yang founding fathers-nya meneken semua. Setelah disepakati siapa yang harus menandatangani apa saja yang harus diubah dan sudah sepakat, Sukarno meminta kepada Sayuti Melik untuk mengetik naskah proklamasi dengan didampingi wartawan BM Diah.

Namun, masalah baru pun muncul. Laksamana Maeda tidak memiliki mesin ketik dengan huruf Latin, tapi huruf kanji. atas perintah Maeda, Satsuki Mishima berusaha untuk mencari dan meminjam sebuah mesin ketik dari Konsulat Jerman. Di kediaman Mayor Kandelar terdapat mesin ketik Angkatan Laut Jerman yang menggunakan huruf latin. Mesin ketik inilah yang digunakan untuk mengetik naskah Proklamasi

Saat mengetik, Sayuti Melik mengubah tiga kata dari tulisan tangan Sukarno, seperti kata 'tempoh' menjadi hanya 'tempo'. Kemudian 'wakil-wakil bangsa Indonesia' menjadi 'atas nama bangsa Indonesia.' Lalu penulisan tahun. Pada naskah tulisan bung Karno tertulis: 'Jakarta, 17-8-05', oleh Sayuti Melik ditambah menjadi 'hari 17 bulan 8 dan tahun 05'. "Tahun 05 merupakan penanggalan kalender Jepang 2605 itu setara dengan 1945, karena di jaman Jepang, mereka tidak menggunakan tahun Masehi di semua terbitan harus menggunakan tahun Jepang.

Berbekal naskah yang telah ditandanganinya, Sukarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia beberapa jam kemudian di kediamannya yang terpaut hampir dua kilometer dari rumah Laksamana Maeda. Secara keseluruhan rumah Maeda hanya digunakan selama empat jam. Namun, empat jam itu lah yang turut menentukan nasib Indonesia sebagai sebuah negara.

Laksamana Maeda harus menanggung konsekuensi berat setelah mengizinkan rumahnya sebagai tempat perumusan naskah proklamasi. Saat sekutu datang, Maeda dan stafnya, Shigetada Nishijima, ditangkap dan dimasukkan ke penjara gang tengah. Maeda ditangkap oleh Sekutu dan dijebloskan ke penjara hingga tahun 1947.

Ia dianggap sebagai pengkhianat karena membantu mempersiapkan kemerdekaan Indonesia yang notabene pada saat itu adalah negara yang sedang dijajah oleh Jepang dan merupakan incaran sekutu. Dia dipaksa mengaku oleh Belanda untuk mencap Republik Indonesia merupakan bikinan Jepang. Sebab dalam tanggal naskah proklamasi tertulis '05 berdasarkan tahun Jepang, bukan '45.

Nishijima dalam wawancara dengan Basyral Hamidy Harahap pada 10 Oktober 2000 di Meguroku, Tokyo. menceritakan dengan gamblang kejadian saat Maeda dan dirinya ditahan di Penjara Gang Tengah. Wawancara tersebut termuat dalam buku Kisah Istimewa Bung Karno (2010) dengan kutipan sebagai berikut:

"Laksamana Muda Maeda dan saya berusaha sekeras-kerasnya untuk menjaga nama baik Republik Indonesia, agar jangan sampai Belanda bisa mengatakan RI itu sebagai bikinan Jepang. Biarpun pemeriksa berturut-turut 4 hari menekan saya sampai akhirnya mengeluarkan air kencing berdarah, saya tetap tidak mengaku. 

Selepas dari penjara dan pulang ke Jepang, Maeda tidak disambut dengan baik oleh penduduk Jepang. Maeda sama sekali tak mendapat penghormatan layaknya pahlawan yang pulang perang. Ia dikecam dan mendapat perlakuan hina di Jepang. Meskipun secara hati nurani, orang-orang Jepang mendukung kemerdekaan Indonesia, namun kepatuhan kepada negara bagi mereka adalah segalanya.

Bahkan Maeda masih harus menerima hukuman. Ia diseret ke Mahkamah Militer oleh pemerintah setempat. Namun ketika berada di persidangan Laksamana Maeda dinyatakan tidak bersalah oleh Mahkamah Militer Jepang sehingga ia dibebaskan dari hukuman apapun. Selepas dari itu, Laksamana Maeda memutuskan mundur dari dunia politik dan militer dan memilih menjalani hidup sebagai warga negara biasa. Setelah Maeda mengundurkan diri dari angkatan laut Jepang menjadi rakyat biasa, tidak memiliki tunjangan pensiun. semua akses ditutup untuk Maeda dan ia mendapat kesulitan luar biasa selepas dari dinas militer hingga meninggal dunia dalam kondisi melarat.

Atas jasa Maeda tersebut, pada 1973 dia diundang pemerintah Indonesia untuk menghadiri perayaan Proklamasi 17 Agustus. Dalam kesempatan itu ia sempat bertemu dengan Mohammad Hatta. Maeda juga merupakan penerima Bintang Jasa Nararya dari pemerintah Indonesia. Maeda meninggal dunia pada 13 Desember 1977 pada umur 79 tahun. Mengenang kepergian Maeda, Ahmad Subardjo menulis, "Pada detik-detik terpenting dalam melaksanakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Laksamana menunjukkan sifat Samurai Jepang, yang mengorbankan diri dengan rela demi tercapainya cita-cita luhur dari rakyat Indonesia, yakni Indonesia Merdeka".

          Itulah kisah tentang Laksamana Maeda yang membantu kemerdekaan Indonesia. Walau ia harus dihina di negaranya, ia rela melakukannya agar Indonesia dapat merdeka dari penjajahan. Maeda dikucilkan oleh orang-orang dinegaranya karena menyangkut harga diri bangsa mereka. Karena kepatuhan kepada negara bagi mereka adalah segalanya. Walaupun secara hati Nurani orang-orang Jepang mendukung kemerdekaan Indonesia.

 

Sumber Refrensi    

bbc.com, 

id.wikipedia.org, i

ntisari.grid.id, 

liputan6.com, 

tempo.co, 99.co

VLADIMIR PUTIN!!!

 

Saat ini, Kita tentu tidak asing lagi ketika mendengar Nama Vladimir Putin. Vladimir Putin adalah orang nomor 1 di rusia setelah beberapa periode, dan dikabarkan Putin juga telah menunjukkan hasil dari pemilihan suara nasional yang akan memperpanjang kekuasan hingga tahun 2036. Putin Semakin dikenal setelah menyatakan dukungan untuk palestina dengan cara mendesak Israel dan Palestina untuk menghentikan konflik yang terjadi. Melalui surat yang dibacakan pada pertemuan puncak Liga Arab di Mesir, Vladimir Putin menyatakan dukungan Rusia untuk kemerdekaan Palestina. Rusia akan berjuang demi kemerdekaan Palestina dan meminta isu di wilayah Timur Tengah diselesaikan dengan cara-cara damai. Padahal pada saat itu banyak negara-negara eropa yang seakan tidak perduli dengan rakyat palestina yang berusaha untuk mendapat kemerdekaannya.

Ketika Rusia melakukan operasi militer ke Ukraina, banyak masyarakat Indonesia yang mendukung kebijakan yang dilakukan Putin. Putin menganggap keputusan Ukraina untuk bergabung dengan NATO dapat mengancam keamanan negaranya. Orang nomor 1 di Rusia tersebut melakukan upaya untuk melindungi negaranya, walaupun dimata orang lain kebijakannya itu dianggap sebagai sebuah kejahatan. Putin yang pernah bekerja untuk Komite Keamanan Negara atau Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (KGB). selama 15 tahun menjabat sebagai seorang perwira intelijen asing di KGB, termasuk enam tahun di Dresden, Jerman Timur, tentu mengetahui siasat yang dilakukan oleh Amerika dan sekutunya.

Putin yang saat ini berusia 69 tahun, lahir pada 7 Oktober 1952 dengan nama Vladimir Vladimirovich Putin, di Leningrad, Republik Sosialis Federatif Soviet Rusia, Uni Soviet (sekarang Saint Petersburg, Federasi Rusia). Orangtua Putin adalah Vladimir Spiridonovich Putin dan Maria Ivanovna Putina, dimana Ibu Putin adalah seorang buruh pabrik, dan ayahnya adalah seorang konskrip dalam Angkatan Laut Soviet, bertugas dalam armada submarinir pada awal 1930-an.

Pada tahun 1975, Putin bergabung dengan KGB, dan dilatih di sekolah KGB ke-401, Okhta, Leningrad (sekarang Saint Petersburg). Pada tahun berikutnya, yaitu Tahun 1976, Putin meraih pangkat Letnan Pertama. Tugasnya di KGB saat itu fokus pada kontra intelijen dan memantau warga negara asing. Setelah menjalani pelatihan di Andropov Red Banner Institute di Moskow dan telah fasih berbahasa Jerman, Putin ditugaskan ke Dresden (yang saat itu masuk Jerman Timur) dengan menggunakan identitas samaran sebagai penerjemah selama lima tahun, dari 1985 hingga 1990. Buku biografi Putin berjudul 'Mr Putin' yang ditulis Fiona Hill dan Cliff Gaddy berspekulasi bahwa misinya saat itu di Dresden adalah merekrut para pejabat top Stasi dan Partai Komunis Jerman Timur, mencuri rahasia teknologi, memantau warga negara asing yang berkunjung, atau melakukan kunjungan penyamaran ke Jerman Barat.

Selama bertugas di Dresden, Putin dinaikkan pangkatnya menjadi Letnan Kolonel dan dipromosikan ke posisi Asisten Senior untuk Kepala Departemen. Pada Tahun 1989, Putin kemudian meraih medali perunggu dari Republik Demokratik Jerman, untuk Kesetiaan Pengabdian bagi Tentara Rakyat Nasional. Saat terjadi kericuhan di Tembok Berlin yang memisahkan Jerman Barat dan Timur pada tahun 1989, Putin lalu membakar berkas-berkas KGB agar para pengunjuk rasa tidak mengambil berkas-berkas tersebut.

Setelah keruntuhan pemerintah komunis Jerman Timur, Putin pulang ke Leningrad, kemudian pada Juni 1991, ia bekerja pada bagian Urusan Internasional Universitas Negeri Leningrad, dengan memberikan kabar kepada Wakil Rektor Yuriy Molchanov. Di sana, Putin ditugaskan untuk merekrut anggota-anggota KGB baru, memantau badan pelajar, dan memperbaharui persahabatannya dengan mantan profesornya, Anatoly Sobchak, Wali kota Leningrad. Ditahun yang sama, Putin mengundurkan diri dari KGB saat upaya kudeta terhadap Presiden Uni Soviet saat itu, (Mikhail Gorbachev)  yang dinilai telah keluar dari prinsip komunis. Putin kemudian memulai karier politiknya dengan bekerja di Balai Kota Saint Petersburg sebagai staf Wali Kota Anatoly Sobchak. Karier politiknya semakin menanjak sebelum akhirnya dia ditunjuk menjadi Direktur FSB (Federálʹnaja Slúžba Bezopásnosti Rossíjskoj Federácii) - pengganti KGB - tahun 1998.

Tidak lama setelah itu atau pada Desember 1999, Presiden Rusia Boris Yeltsin mengundurkan diri dan menunjuk Putin sebagai pejabat presiden sampai datangnya pemilihan umum resmi. Tahun 2000, Putin memenangkan pilpres dengan meraup 53 persen suara dan secara resmi menjabat Presiden Rusia hingga 2008. Pada tahun 2008-2012 putin menjabat sebagai perdana Menteri, ia diangkat kembali sebagai perdana menteri oleh penggantinya yaitu Dmitry Medvedev. Langkah ini berujung pada kembali menangnya Putin dalam pemilu presiden pada Maret 2012 hingga saat ini.

Sebagai seorang presiden, Vladimir Vladimirovich Putin sangatlah patut diacungi jempol. Segala perjuangan serta keberaniannya seperti mendapat protes dari negara karena menginginkan aneksasi. Vladimir Putin banyak dikenal sebagai seorang pahlawan dunia karena memang perjuangannya dalam menjadi seorang presiden atau pemimpin beliau sangatlah tegas. Apalagi beliau termasuk mantan anggota KGB, badan intelijen Rusia. dapat melihat perjuangannya, kerja kerasnya, atau keberaniannya dalam membela negara.

Saat Rusia mengalami perekonomian buruk karena ada campur tangan dari pihak lain bahkan terus berlangsung hingga tahun 1998. Di masa itu pemerintah menyatakan bahwa tak mampu membayar hutang luar negeri. Kondisi Rusia baru menemukan titik terang pada tahun 1999, dimana Vladimir Vladimirovich Putin diangkat menjadi wakil pertama PM (Perdana Menteri). Di saat itu juga beliau langsung mengambil sebuah tindakan dengan menyelidiki kasus keuangan negara Rusia.

Beliau telah dipercaya bisa memegang kendali atas kondisi negara Rusia, di bawah kepemimpinannya kebijakan-kebijakannya sudah terbukti berhasil.Salah satu dari hasil nyata tersebut ialah mengatasi krisis ekonomi dalam kurun waktu 2005-2006. Negara Rusia berhasil melunaskan hutangnya pada Paris Club dengan nominal paling banyak. Padahal negara tersebut dikenal sebagai hutang paling besar.

Vladimir Putin juga merupakan salah satu orang paling berpengaruh di dunia hal ini dapat kita lihat dari perjuangan keras yang beliau lakukan demi kehidupan negaranya mampu membuahkan hasil terbaik. Putin saat ini mampu menguatkan perekonomian Rusia yang saat itu memiliki banyak hutang. 

Putin juga mengeluarkan undang-undang anti-gay yang melarang pasangan gay mengadopsi anak di Rusia dan melarang propaganda seks menyimpang pada anak di bawah umur. Hal ini  membuat marah orang-orang dengan homoseksual.

Vladimir Putin juga dianggap sebagai sosok pemimpin yang ramah dengan keberadaan Muslim di negaranya, beberapa sikap Putin yang terbuka kepada Muslim. Hal ini dapat kita lihat pada saat Vladimir Putin hadir pada peresmian Masjid Katedral Moskow Setelah direkonstruksi besar-besaran. Masjid Katedral Moskow menjadi tempat ibadah utama bagi umat Islam. 

Vladimir Putin juga menyatakan rasa bahagia dan ucapan selamatnya pada umat Muslim di Rusia terkait Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Menurutnya, Idul Fitri memiliki makna khusus sebagai hari keagamaan besar yang menandai bulan suci umat Muslim.

Itulah pembahasan tentang Vladimir Putin, orang nomor 1 di Rusia. Putin adalah salah satu orang yang berpengaruh di dunia. Dengan kebijakannya, negara Rusia yang saat itu menjadi negara yang memiliki banyak hutang saat ini telah menjadi negara yang berdikari. Kegigihan Presiden Rusia untuk berdikari, baik secara politik maupun ekonomi, tampaknya telah membuahkan hasil. Sebagai respons atas sanksi Barat dan jatuhnya harga minyak, pemerintah memutuskan untuk mengakumulasi cadangan kas negara demi memastikan stabilitas keuangan. Vladimir Putin juga menjadi orang yang dicintai oleh rakyatnya karena jasa-jasanya untuk Rusia. Di bawah kepemimpinannya, Rusia menjadi salah satu negara yang ditakuti oleh Amerika dan sekutunya.

 

Sumber Referensi : akudigital.com

dw.com

id.wikipedia.org

news.okezone.com

republika.co.id

tirto.id

PERBEDAAN GEREJA KHATOLIK ROMA DAN GEREJA ORTODOKS!!!

 


Kekristenan tampaknya terbagi menjadi gereja-gereja Timur dan Barat yang masing-masing disebut sebagai Gereja Ortodoks dan Katolik. Sebenarnya, ketika kita mengatakan Katolik di sini, yang kita maksud adalah gereja Katolik Roma. Bagi pengamat biasa atau seseorang dari agama lain, Ortodoks dan Katolik mungkin tampak sama, tetapi ada perbedaan doktrin dan otoritas. Walaupun pada Keyakinan dan praktik dasar tetap sama.

Pada dasarnya terdapat sebuah sejarah tentang asal mula katolik dengan lahirnya Gereja Katolik Roma dan juga Gereja Ortodoks yang nyatanya juga memiliki perbedaan di dalamnya. Gereja Katolik Roma pertama kali digunakan oleh umat Protestan, tetapi pada akhirnya di abad ke-17 Gereja Katolik Roma pun digunakan oleh umat Katolik. Hubungan antara Gereja Katolik dengan gereja-gereja lainnya saling menguntungkan atau dalam simbiosis mutualisme. Bahkan Gereja Katolik pun telah secara resmi diterima oleh Gereja Kristen dengan sebutan Gereja Katolik Roma. Sedangkan Gereja Ortodoks merupakan gereja untuk umat Kristen yang memiliki pengikut di daerah Eropa Timur, pesisir timur Laut Tengah, Jepang, India, dan Indonesia.

Pada tahun 1054 M, agama Kristen terbelah menjadi dua aliran besar, yaitu Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodoks Timur. Perbedaan awal adalah letak dari gereja-gereja tersebut berada, Gereja Katolik Roma berada di Roma dan Gereja Ortodoks berawal dari Konstatinopel yang kini Bernama istanbul. Namun Saat ini, pusat monastisisme Kristen Ortodoks paling berpengaruh adalah Biara Santa Katarina di Jazirah Sinai (Mesir) dan Gunung Athos di Makedonia Yunani (Yunani Utara).Gereja Ortodoks Timur lebih mementingkan metode-metode yang bersifat mistis daripada rasional dan juga tradisional. Maka tak heran, jika dibandingkan dengan gereja-gereja lainnya, tentu Gereja Katolik Roma lebih dekat dengan Gereja Ortodoks dari sisi upacara agama dan kepercayaan terhadap ghaib. Lalu apa perbedaan antara gereja ortodoks dan gereja katolik.

1.          Gereja Katolik Roma menjadikan Paus sebagai pusat segala harapan, sedangkan Gereja Ortodoks Timur tidak mengakui adanya Paus sebagai pengganti dari Yesus. Bahkan, kepala pusat dari Gereja Ortodoks Timur pun adalah seorang Uskup yang memiliki wewenang dan hak sebagai koordinator gereja di setiap negara. Namun, Uskup bukanlah wakil dari Yesus Kristus, ia hanyalah kepala tituler semata.

2.          Gereja Katolik Roma menganggap bahwa mereka berhak untuk menentukan ketetapan-ketetapan yang ada di luar kitab suci, tetapi berbeda dengan Gereja Ortodoks Timur yang menganggap bahwa hanya kitab suci sajalah yang menjadi sumber dari segala sumber kepercayaan yang diyakini.

3.          Perihal pengajaran atas orang lain, Gereja Ortodoks Timur tidak menganggapnya mereka sebagai badan atau lembaga yang melakukan tugas tersebut. Menurut Gereja Ortodoks Timur, masalah mengenai keimanan Kristen yang diyakini, tergantung pada masing-masing gereja yang mengajarkan.

4.          Bagi Gereja Katolik Roma, hanya pejabat suci gereja saja yang bisa memberikan petunjuk untuk orang lain yang menuju kepada kebenaran Tuhan. Berbeda dengan Gereja Ortodoks Timur yang menganggap bahwa berpusat pada hati nurani manusialah, kebenaran Tuhan itu ada dan diyakini.

5.       Hanya Gereja Katolik Roma saja yang bisa terjaga dari segala kesalahan yang diperbuat,tetapi jika melihat pada pendapat Gereja Ortodoks Timur tentu roh sucilah yang masuk ke hati dan jiwa umat Kristen untuk menjaga mereka dari segala perbuatan salah yang diperbuat.

6.        Jika kita tahu bahwa terdapat pendeta-pendeta yang masih melajang, dikarenakan terdapat larangan bagi pendeta Gereja Katolik Roma untuk melepas masa lajangnya. Namun,berbeda dengan Gereja Ortodoks Timur yang memiliki pemikiran yang sama dengan Gereja Kristen Protestan, yang memperbolehkan pendetanya melangsungkan pernikahan.

7.              Dalam ajaran Gereja Ortodoks Timur, siapapun bahkan orang awam diperbolehkan untuk membaca al-Kitab dalam situasi apapun, termasuk di saat kebaktian resmi atau sekedar mengajarkannya mengenai beberapa ayat. Hal ini sangat berbeda dengan ajaran di Gereja Katolik Roma yang hanya memperbolehkan gereja saja memberikan pengertian tentang al-Kitab dan pandangan ini sama dengan pandangan Gereja Kristen Protestan.

8.        Dalam ajaran Gereja Ortodoks Timur, mistis dijadikan sebagai ajaran parktis yang dilakukan untuk orang awam dan sangat terbuka bagi umat yang ingin meningkatkan kehidupannya yang megah dihadapan Tuhan. Hal ini dikarenakan Gereja Ortodoks Timur memang lebih mementingkan segi mistis, daripada hukum dan akal dalam ajarannya. Bertentangan dengan Gereja Katolik Roma yang ajarannya sama dengan Gereja Kristen Protestan, yang memusatkan cita-cita untuk mencapai sebuah kerajaaan.

9.            Jika Gereja Ortodoks Timur memandang semua derajat orang awan disamaratakan dengan pendeta, yang berasal dari jiwa Kristus yang bergfungsi di dalam diri mereka secara kolektif. Namun, lain halnya dengan Gereja Katolik Roma yang menganggap bahwa pendeta adalah seseorang yang suci dan mewaliki Yesus Kristus di dunia ini.

10.           Dalam penggunaan kalender antara gereja ortodoks dan gereja memiliki perbedaan. Umat Katolik menerima kalender Georgia sedangkan Orthodox menggunakan kalender Julian. Akibatnya Katolik merayakan Natal tgl 25 Desember sementara Ortodoks pada tanggal 7 Januari. Hal ini dikarenakan kalender Julian lebih lambat dari kalender Georgia.

11.           Umat Katolik percaya bahwa Maria menjadi satu tanpa dosa asal dan karenanya pantas menjadi ibu dari putra tuhan. Gereja Ortodoks merasa bahwa Maria adalah orang biasa tetapi dipilih menjadi ibu Yesus karena dia telah menjalani kehidupan yang bajik.

12.           Pada penggunaan Bahasa, Bahasa Latin tetap menjadi bahasa Gereja Katolik untuk waktu yang lama. Hanya setelah Konsili Ekumenis kedua, Gereja Katolik mulai menggunakan bahasa asli untuk kebaktian massal. Sedangkan Gereja Ortodoks tidak menerima bahasa Romawi Latin dan lebih suka menggunakan bahasa asli sejak awal.

13.           Umat Katolik lebih menyukai patung sedangkan Ortodoks percaya pada ikon, bukan patung.

14.   Tidak seperti Katolik Roma, orang-orang percaya Ortodoks Yunani tidak menerima konsep penyucian dan Stasiun Salib.

15.            Pada Tanda salib. Saat di bahu, Katolik membuat tanda salib dari kiri ke kanan maka Ortodoks dari kanan ke kiri. Selain itu ada perbedaan ritus dan tata cara ibadat serta busana yang dikenakan imam.

16.          Pada Tempat duduk, di gereja Katolik yang ada tempat duduk, di dalam gereja Ortodoks tidak ada tempat duduk sama sekali. Baik imam maupun umat berdiri sejak awal sampai akhir.

17.         Sehubungan dengan sakramen Ekaristi Kudus, sementara Katolik Roma memanfaatkan wafer tidak beragi, anggota Gereja Ortodoks Yunani menggunakan roti tidak beragi.

Itulah perbedaan gereja ortodoks dan gereja Katolik Roma, dan mungkin masih banyak perbedaan lainnya. Pada dasarnya gereja ortodoks adalah gereja yang berpusat di timur dengan status sama antara pejabat suci gereja dan orang awam. Hal ini dikarenakan Gereja Ortodoks Timur yang menganggap bahwa berpusat pada hati nurani manusialah, kebenaran Tuhan itu ada dan diyakini. Sedangkan pada gereja Katolik Roma adalah gereja yang berpusat di Roma dengan Paus sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dan para pendeta dianggap sebagai orang-orang suci.

Meskipun Gereja- gereja Orthodox tersebut tidak berada dalam persekutuan penuh dengan Gereja Katolik, mereka mempunyai hubungan yang erat dengan Gereja Katolik, sebab mereka juga mengakui ketujuh sakramen, dan mempunyai jalur apostolik. Dalam kondisi darurat (misalnya karena di ambang maut), seseorang dari gereja Orthodox dapat meminta imam dari Gereja Katolik agar memberikan sakramen Minyak suci (Urapan orang sakit), Ekaristi dan Pengakuan dosa.

Sumber Referensi : haloedukasi.com

id.sawakinome.com

id.strephonsays.com

id.wikipedia.org

resospolag.wordpress.com

DAERAH PALING SULIT DITAKLUKAN BELANDA!!!

 


Indonesia dalam pelajaran sejarah di sekolah, dijajah oleh belanda selama 350 tahun. Walaupun pernyataan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. Karena tidak ada satupun wilayah di Indonesia yang benar-benar dijajah selama 350 tahun. Ada yang mengatakan bahwa penjajahan di nusantara dimulai ketika VOC berdiri pada tahun 1602. Sedangkan yang lain mengatakan, penjajahan dimulai pada tahun 1596 ketika De Houtman bersaudara tiba di Banten. Pendapat kedua sulit disebut sebagai penjajahan, karena pada saat itu Cornelis De Houtman datang hanya untuk melakukan perdagangan. Dari awal kedatangan Belanda hingga merdekanya bangsa Indonesia, terdapat salah satu daerah yang sangat sulit ditaklukkan oleh Belanda yaitu Aceh. Karena hebatnya perlawanan masyarakat Aceh melawan Belanda, perang antara Aceh melawan Belanda dikatakan sebagai salah satu perang terlama di dunia. Awal perselisihan antara Aceh dan Belanda adalah ketika datangnya Cornelis de Houtman dan armadanya.

Awalnya Cornelis de Houtman bersama armadanya tiba pada 27 Juni 1596 di perairan Banten. Penerimaan penduduk disana awalnya bersahabat, tetapi setelah beberapa perilaku kasar yang ditunjukkan awak kapal Belanda, Sultan Banten bersama dengan Portugis mengusir kapal Belanda tersebut. Ekspedisi de Houtman berlanjut ke utara pantai Jawa namun kapalnya ditaklukkan oleh pembajak. Beberapa perilaku buruk juga berujung ke salah pengertian dan kekerasan di Madura. Seorang pangeran di Madura terbunuh, sehingga beberapa awak kapal Belanda ditangkap dan ditahan. De Houtman diharuskan membayar denda untuk melepaskannya. Kapal-kapal yang tersisa lalu berlayar ke Bali, dan bertemu dengan raja Bali. Mereka akhirnya berhasil memperoleh beberapa pot merica pada 26 Februari 1597.

Pada perjalanan yang kedua ke Indonesia, Cornelis de Houtman berlabuh di Aceh. Seperti pada daerah lain, awalnya hubungan para pendatang dari Belanda itu dengan rakyat dan Kesultanan Aceh Darussalam terjalin dengan baik. Sampai kemudian, akibat tingkah laku orang-orang Belanda serta provokasi dari orang Portugis yang dipercaya oleh Sultan Alauddin, membuat munculnya benih-benih pertikaian. Pemimpin mereka, Cornelis de Houtman, juga bertingkah laku buruk sehingga rakyat Aceh pun akhirnya melakukan perlawanan. pemimpin pasukan yang melakukan perlawanan terhadap Belanda adalah Laksamana Malahayati dikenal juga dengan nama Keumalahayati. Ayah dan kakeknya berbakti di Kesultanan Aceh sebagai Panglima Angkatan Laut. Ia kemudian mengikuti jejak ayah dan kakeknya dengan masuk akademi angkatan bersenjata milik kesultanan bernama Mahad Baitul Maqdis.

Laksamana Malahayati dan pasukannya bertugas melindungi pelabuhan-pelabuhan dagang di Aceh. Pada tanggal 21 Juni 1599, Laksamana Malahayati berhadapan dengan kapal Belanda yang mencoba memaksakan kehendaknya untuk melakukan monopoli. Ibrahim Alfian dalam buku Wajah Aceh dalam Lintasan Sejarah (1999:67) menyebutkan bahwa dua kapal besar yang datang itu bernama de Leeuw dan de Leeuwin. Frederick dan Cornelis de Houtman bertindak sebagai kapten masing-masing kapal tersebut.

Menyadari situasi yang mulai panas, Frederick dan Cornelis berkoordinasi di atas kapal mereka, mempersiapkan diri untuk menghadapi serangan yang akan datang. Sultan Alauddin lalu memerintahkan Laksamana Malahayati untuk menyerang dua kapal Belanda yang masih bertahan di Selat Malaka itu. Malahayati tidak hanya memimpin pasukan yang didominasi golongan pria, ia juga menggalang kekuatan kaum wanita, terutama para janda yang ditinggal mati suaminya dalam perang di Teluk Haru, sama seperti dirinya.

Pertempuran di tengah laut akhirnya terjadi. Armada Belanda kewalahan menahan ketangguhan pasukan Malahayati yang jumlahnya ribuan, termasuk barisan janda berani mati. Hingga akhirnya, Laksamana Malahayati berhasil mencapai kapal Cornelis de Houtman dan saling berhadapan. Malahayati menggenggam erat rencong di tangannya, sementara Cornelis de Houtman menggunakan pedang sebagai senjatanya. Duel satu lawan satu pun terjadi. Pada satu kesempatan di tengah pertarungan, Malahayati berhasil menikam leher Cornelis yang menyebabkan dia tewas pada 11 September 1599.

Armada Belanda akhirnya kalah dengan kehilangan banyak orang. Kemudian mereka yang tersisa ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara, termasuk saudara Cornelis, Frederick de Houtman. Malahayati kemudian melakukan perundingan damai mewakili Sultan Aceh dengan pihak Belanda. Perundingan itu adalah upaya Belanda untuk melepaskan Frederick de Houtman yang ditangkap oleh Laksamana Malahayati. Perdamaian itu terwujud dengan dilepaskannya Frederick de Houtman. Namun sebagai gantinya, Belanda harus membayar ganti rugi kepada Kesultanan Aceh.

Karena perjanjian traktat london antara Inggris dan Belanda. Indonesia, yang kala itu sedang dikuasai Inggris, harus dikembalikan kepada Belanda. Konvensi itu menyebutkan bahwa Inggris harus mengembalikan sebagian wilayah Indonesia kepada Belanda, sementara Afrika Selatan, Sri Lanka, dan India tetap dikuasai Inggris. Dalam salah satu perjanjian tersebut, Kedaulatan Aceh tidak boleh diganggu Belanda, tetapi Aceh juga tidak boleh mengganggu keamanan di lautan.

Belanda sangat sering melakukan interupsi kepada pihak Aceh karena mereka sangat ingin untuk menguasai wilayah Aceh. Namun, gerakannya terbatas karena dibatasi oleh traktat London. Belanda mulai melakukan rencana-rencana mereka seperti politik adu domba. Belanda juga mulai bergerak di wilayah perairan Aceh dan juga selat Malaka. Gerakan untuk bisa merebut wilayah Aceh terus dilakukan oleh Belanda. Di tanggal 1 Februari 1858, Belanda membuat perjanjian dengan Sultan Siak dan Sultan Ismail. dari Perjanjian Siak tahun 1858, Sultan Ismail menyerahkan wilayah Deli, Langkat, Asahan dan Serdang kepada Belanda, padahal daerah-daerah itu sejak Sultan Iskandar Muda, berada di bawah kekuasaan Aceh.

Dengan dibukanya Terusan Suez oleh Ferdinand de Lesseps menyebabkan perairan Aceh menjadi sangat penting untuk lalu lintas perdagangan. Kemudian Ditandatanganilah Perjanjian London pada tahun 1871 antara Inggris dan Belanda. Isi perjanjian tersebut adalah Inggris memberikan keleluasaan kepada Belanda untuk mengambil tindakan di Aceh. Belanda harus menjaga keamanan lalulintas di Selat Malaka. Belanda juga mengizinkan Inggris bebas berdagang di Siak dan menyerahkan daerahnya di Guyana Barat kepada Inggris.

Pada 2 November 1871, Traktat Sumatera secara resmi ditandatangani oleh Belanda dan Inggris. Dalam perjanjian tersebut, Kerajaan Inggris menyatakan jika Belanda memiliki kebebasan untuk memperluas daerah jajahannya di Sumatera. Perjanjian Sumatera 1871 ini dibuat oleh pihak Belanda dan Inggris untuk mengganti Traktat London tahun 1824, yang isinya kedua negara telah mengakui kedaulatan Aceh.

Akibat perjanjian Sumatra 1871, Aceh mengadakan hubungan diplomatik dengan Konsul Amerika Serikat, Kerajaan Italia dan Kesultanan Usmaniyah di Singapura. Aceh juga mengirimkan utusan ke Turki Usmani pada tahun 1871. Akibat upaya diplomatik Aceh tersebut, Belanda menjadikannya sebagai alasan untuk menyerang Aceh. Aceh menuduh Belanda tidak menepati janjinya, sehingga kapal-kapal Belanda yang lewat perairan Aceh ditenggelamkan oleh pasukan Aceh.

Perang Aceh melawan Belanda kemudian pecah yang dimulai pada tahun 1873 hingga 1904. Walaupun perang tersebut masih berlangsung hingga 1910, namun setelah tahun 1904 adalah perang kelompok dan perorangan tanpa perintah dari pusat pemerintahan Kesultanan. Pada tanggal 26 Maret 1873 Belanda menyatakan perang kepada Aceh, dan mulai melepaskan tembakan meriam ke daratan Aceh dari kapal perang Citadel van Antwerpen. Pada 5 April 1873, Belanda mendarat di Pante Ceureumen di bawah pimpinan Johan Harmen Rudolf Kohler, dan langsung bisa menguasai Masjid Raya Baiturrahman. Kohler saat itu membawa 3000 tentara dan Sebanyak 168 di antaranya adalah perwira. Perang Aceh Pertama yang terjadi pada tahun 1873-1874, dipimpin oleh Panglima Polim dan Sultan Mahmud Syah melawan Belanda yang dipimpin Kohler. Kohler dengan 3000 tentaranya dapat dikalahkan, Kohler sendiri tewas pada tanggal 14 April 1873. Sepuluh hari kemudian, perang berkecamuk di mana-mana. Yang paling besar adalah perang saat merebut kembali Masjid Raya Baiturrahman, yang dibantu oleh beberapa kelompok pasukan.

Perang Aceh Kedua kemudian pecah pada tahun 1874-1880, Pasukan Belanda dipimpin oleh Jenderal Jan van Swieten. Belanda berhasil menduduki Keraton Sultan pada 26 Januari 1874, dan dijadikan sebagai pusat pertahanan Belanda. Pada 31 Januari 1874 Jenderal Van Swieten mengumumkan bahwa seluruh Aceh jadi bagian dari Kerajaan Belanda. Ketika Sultan Machmud Syah wafat 26 Januari 1874, digantikan oleh Tuanku Muhammad Dawood yang dinobatkan sebagai Sultan di masjid Indrapuri. Perang Aceh pertama dan kedua ini adalah perang total dan frontal, di mana pemerintah masih berjalan normal, meskipun ibu kota negara berpindah-pindah ke Keumala Dalam, Indrapuri, dan tempat-tempat lain.

Perang ketiga kembali terjadi pada tahun 1881-1896, perang ini dilanjutkan secara gerilya dan dikobarkan perang fi sabilillah. Di mana sistem perang gerilya ini dilangsungkan sampai tahun 1903. Dalam perang gerilya ini pasukan Aceh di bawah Teuku Umar bersama Panglima Polim dan Sultan. Pada tahun 1899 ketika terjadi serangan mendadak dari pihak Van der Dussen di Meulaboh, Teuku Umar gugur. Tetapi Cut Nyak Dhien istri Teuku Umar kemudian menggantikannya menjadi komandan perang gerilya. Perang keempat terjadi pada tahun 1896-1910. perang ini adalah perang gerilya kelompok dan perorangan dengan perlawanan, penyerbuan, penghadangan dan pembunuhan tanpa komando dari pusat pemerintahan Kesultanan.

Untuk mengalahkan pertahanan dan perlawan Aceh, Belanda memakai tenaga ahli Dr. Christiaan Snouck Hurgronje yang menyamar pada tahun 1891 di pedalaman Aceh. Hal ini karena Belanda kewalahan dengan taktik dan semangat perang dari rakyat Aceh. Christiaan Snouck Hurgronje yang merupakan ahli bahasa Arab dan Islam datang ke Aceh. Sebagai orang yang paham tentang Islam, ia mendekati para ulama. Bertepatan dengan kedatangan Snouck Hurgronje, rakyat Aceh sedang merasakan duka yang mendalam karena kematian Teuku Cik Ditiro. Hasil kerjanya itu dibukukan dengan judul Rakyat Aceh (De Acehers). Dalam buku itu disebutkan strategi bagaimana untuk menaklukkan Aceh.

Setelah melakukan penyamaran selama 2 tahun, Snouck Hourgronje mengusulkan strategi untuk mengalahkan perlawanan rakyat Aceh. Usulan strategi Snouck Hurgronje kepada Gubernur Militer Belanda Joannes Benedictus van Heutsz adalah, supaya golongan Keumala (yaitu Sultan yang berkedudukan di Keumala) dengan pengikutnya dikesampingkan dahulu. Mereka harus menyerang dan menghantam terus kaum ulama. Belanda juga diusulkan untuk menunjukkan niat baik Belanda kepada rakyat Aceh, dengan cara mendirikan langgar, masjid, memperbaiki jalan-jalan irigasi dan membantu pekerjaan sosial rakyat Aceh. Siasat Dr Snouck Hurgronje diterima oleh Van Heutz yang menjadi Gubernur militer dan sipil di Aceh (1898-1904).

Taktik perang gerilya Aceh juga ditiru oleh Van Heutz, di mana dibentuk pasukan marechaussee yang dipimpin oleh Hans Christoffel dengan pasukan Colone Macan. Belanda juga melakukan penculikan anggota keluarga gerilyawan Aceh. Akibatnya, Sultan menyerah pada tanggal 5 Januari 1902. Panglima Polim juga meletakkan senjata dan menyerah ke Lhokseumawe pada Desember 1903 setelah keluarganya diculik. Setelah Panglima Polim menyerah, banyak penghulu-penghulu rakyat yang menyerah mengikuti jejak Panglima Polim.

Tidak hanya penculikkan, Belanda juga melakukan pembersihan dengan cara membunuh rakyat Aceh yang dilakukan di bawah pimpinan Gotfried Coenraad Ernst van Daalen. Pembunuhan ini menewaskan sekitar 75.000 rakyat Aceh atau 15 persen penduduk wilayah itu. Belanda kemudian menangkap Cut Nyak Dhien istri Teuku Umar yang masih melakukan perlawanan secara gerilya, Cut Nya Dien akhirnya dapat ditangkap dan diasingkan ke Sumedang. Selama perang aceh yang terjadi dari tahun 1871 hingga 1910, diperkirakan sekitar 125.000 orang telah terbunuh.

Walaupun Aceh saat itu telah terpecah belah, mereka masih melakukan perlawanan secara gerilya dalam kelompok. Karena dalam dada mereka tetap mengobar semangat jihad fii sabilillah. Bahkan ketika jepang datang, masyarakat Aceh tetap berperang melawan jepang. Kejadian ini berawal dari kesewenang-wenangan Jepang yang memaksa untuk melakukan Seikerei dan ditolak oleh rakyat setempat karena dianggap bertentangan dengan ajaran Islam. setelah indoneisa merdeka, Belanda berupaya untuk menjajah indonesia kembali. Tetapi Aceh menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang tidak berani dijamah oleh Belanda ketika kedatangannya yang kedua pada agresi militer I dan II. Bahkan Aceh sempat mambantu Sumatra Utara (Medan) untuk berperang melawan Belanda dalam kedatangannya yang kedua. Hingga saat ini, Aceh adalah daerah yang selalu menegakkan ajaran agama Islam. Aceh juga daerah Istimewa dengan kebijakan otonomi khusus.

Sumber Referensi : id.wikipedia.org

kompas.com

regional.kompas.com

tirto.id

zenius.net