Wednesday, January 6, 2021

Benarkah Ramalan Tahun 2021 Dari 3 Tokoh ini akan terjadi! Ataukah Hanya Sebatas Asumsi???

 

Dengan bergantinya tahun saat ini dari tahun 2020 menjadi tahun 2021, kita telah mengalami tahun yang buruk di 2020 seperti pandemi covid 19 dan juga banyak fitnah tersebar dimana-mana. Bahkan di awal tahun 2021 sudah terjadi musibah dan bencana yang datang berturut-turut, dari jatuhnya pesawat sriwijaya dengan no penerbangan SJ 182 dengan rute penerbangan Jakarta-Pontianak, Banjir, tanah longsor, gunung meletus, gempa di sulawesi yang baru-baru ini terjadi bahkan banyaknya ulama yang wafat di awal tahun ini membuat kita semakin waspada. Tentunya, banyak masyarakat masih berharap  akan ada kejadian yang baik setelah melewati tahun 2020 dan bahkan awal tahun 2021 ini. Munculnya banyak ramalan tentang tahun 2021 ini membuat masyarakat penasaran bagaimana keadaan yang akan terjadi pada tahun ini. Akankah tahun ini menjadi lebih baik ataukah semakin buruk, karena melihat perkembangan zaman yang makin kacau. Lalu seperti apakah ramalan tahun 2021 yang diramalkan oleh orang terdahulu seperti Jayabaya, Ronggowarsito dan Nostradamus tentang keadaan ditahun 2021.


Jayabaya



Jayabaya pernah meramalkan bahwa tahun 2021-2100 telah masuk pada zaman kalasurata atau zaman halus. Jayabaya merupakan seorang raja Kediri yang memerintah sekitar tahun 1135-1157 telah meramalkan bagaimana keadaan dimasa yang akan datang. Jayabaya semakin dikenal setelah banyak ramalan-ramalannya yang terbukti pernah terjadi di Indonesia. Ramalan tersebut ditulisnya dalam kitab yang bernama jongko Jayabaya.

Jayabaya meramalkan akan adanya masa penuh dengan bencana yang akan melanda suatu negeri. Tahun 2021 merupakan tahun suryo, sebuah tahun ganjil yang memiliki banyak kejutan. selain itu  tahun ini pula menjadi tahun awal masuknya zaman kalasurata atau zaman halus. Jayabaya pernah meramalkan akan terjadi keadaan yang sangat memprihatinkan, mengerikan bahkan penuh penderitaan. Berikut isi ramalan Jayabaya yang akan terjadi pada tahun 2021:

1.           Ora ngendahake hukum Hyang Widhi artinya tak peduli akan hukum Hyang Widhi (Tuhan).

2.           Agomo akeh sing ditentang artinya agama banyak di tentang.

3.           Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit artinya banyak orang hanya mementingkan uang.

4.      Omah suci di benci, Omah olo soyo di ujo artinya rumah suci (Ibadah) justru dijauhi, rumah maksiat malah di puja.

5.           Wong jahat munggah pangkat, Wong mulyo di kunjoro artinya banyak orang jahat naik pangkat, orang mulia banyak di penjara.

6.           Ratu ora netepi janji, musna panguwasane artinya Raja ingkar janji, hilang wibawanya.

7.           Akeh penghianat artinya akan banyak orang penghianat.

8.           Tukang mangan suap saya ndadra artinya pemakan suap semakin merajalela.

9.           Wong cilik akeh sing kapencil Amarga dadi korbane si jahat sing jajil artinya rakyat kecil banyak yang tersingkir karena menjadi kurban si jahat yang laknat.

10.        Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat artinya yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.

11.        Wong sing atine suci dibenci artinya yang berhati suci dibenci.

12.        Sing jujur kojur artinya yang jujur malah sengsara.

13.        Sing sawenang-wenang rumangsa menang artinya yang sewenang-wenang merasa menang.

14.        Wong lanang ngasurake drajate dewe artinya laki-laki menghina derajatnya sendiri.

15.        Wong wadon ilang kawirangane artinya perempuan hilang malu.

16.        Akeh wong wadon ora setya marang bojone artinya banyak perempuan tidak setia pada suami.

17.        Wong wadon lacur nengendi-endi artinya perempuan lacur banyak di mana-mana.

18.        Akeh jabang bayi lair goleki bapake artinya banyak anak yang mencari bapaknya.

19.        Prikamanungsan soyo ilang artinya perikemanusiaan semakin hilang.

20.        Anak mangan bapak artinya banyak anak berani melawan pada orang tuanya (Bapak).

21.        Sedulur mangan sedulur artinya saudara makan saudara (tidak rukun).

22.        Konco dadi musuh artinya kawan jadi musuh.

23.        Guru disatru artinya banyak guru dimusuhi.

24.        Wong main akeh sing dadi artinya penjudi banyak meraja lela.

25.        Akeh barang harom, akeh anak harom artinya banyak barang haram, banyak anak haram.

26.        Akeh wong kaliren lan wuda artinya banyak orang lapar dan telanjang.

27.        Wong nggole pangan koyo gatah diinteri artinya mencari rezeki ibarat gabah di tampi.

28.        Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan artinya Banyak orang mati lapar di samping makanan.

29.        Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara artinya Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.

 

Keadaan-keadaan tersebut memang telah terjadi dari tahun-tahun sebelumnya, yang setiap tahun makin sering terjadi. Keadaan saat ini telah ditulis dalam kitab jangka jayabaya beratus-ratus tahun yang lalu, jauh sebelum keadaan saat ini terjadi. Ramalan inilah yang membuat banyak masyarakat percaya bahwa ramalan Jayabaya kembali terbukti, sehingga menghubungkan bahwa mulai dari tahun ini kita akan menghadapi masa-masa yang sulit ke depannya. Dengan keadaan yang lebih buruk dari tahun sebelumnya. 


Ronggowarsito



Selain Jayabaya dari kerajan Kediri yang biasa meramalkan keadaan suatu negeri, dari keratonan Surakarta juga memiliki peramal yang juga tidak diragukan lagi kebenarannya. Dia adalah Ronggowarsito, pujangga terakhir Keraton Kasunanan Surakarta yang pernah menulis kalimat dalam serat Kalathida atau Zaman Edan. Ronggowarsito lahir di Surakarta 15 Maret 1802 dengan nama kecil Bagus Burhan. Dia adalah putra dari Mas Pajangswara atau Mas Ngabehi Ronggowarsito, cucu Yasadipura II. Ronggowarsito meninggal di usia 71 tahun pada 24 Desember 1873.

Serat Kalathida Ronggowarsito dikenal masyarakat Jawa sebagai ramalan datangnya Zaman Edan atau Zaman rusak. Syair serat Kalithida terdiri atas 12 bait dari tembang Macapat Sinom yang ternyata sangat relevan dengan kondisi saat ini. Adapun bait ke 7 dari syair tersebut dikatakan sangat mirip dengan keadaan yang kita alami berbunyi:

Amenangi jaman edan

ewuh aya ing pambudi

Melu edan nora tahan

yen tan milu nglakoni

boya kaduman melik

kaliren wakasanipun.

Dlilalah kersa Allah

begja-begjaning kang lali

luwih begja kang eling lan waspada.

Artinya:

Menghadapi zaman edan

Keadaan menjadi serba sulit

Turut serta edan tidak tahan

Apabila tidak turut serta melakukan

Tidak mendapat bagian

Akhirnya menderita kelaparan

Sudah menjadi kehendak Allah

Betapa pun bahagianya orang yang lupa

Lebih berbahagia mereka yang sadar dan waspada.

 

Walaupun syair tersebut menggambarkan keadaan ketika Ronggowarsito kala itu, namun banyak masyarakat yang menghubungkan dengan keadaan yang tengah berlangsung saat ini. Dalam bait tersebut memang sekilas mirip dengan keadaan sekarang dimana banyaknya orang-orang yang masuk dalam kategori tersebut. Kita seakan dipaksa untuk mengikuti keadaan yang tidak sesuai dengan hati nurani kita. Namun jika kita tidak mengikuti maka kita akan  dikucilkan bahkan mungkin dicerca. Mereka yang memiliki jabatan pun terkadang terpaksa melakukan hal yang tidak ingin ia lakukan tetapi karena takut kehilangan jabatannya ia pun melakukannya.          Dorongan nafsu duniawi menutup mata hatinya sehingga melakukan perbuatan yang hina seperti korupsi, suap-menyuap bahkan kejahatan-kejahatan lain yang membuatnya tetap memegang jabatan. Padahal dalam bait serat kalithida dikatakan bahwa untuk apa jabatan jika hanya menanam dosa. Pada bait-bait terakhir, Ronggowarsito mengingatkan kepada kita agar kita selalu berpegang teguh kepada Allah dan Rasulnya. Meminta perlindungan kepadanya agar terhindar dari fitnah yang datang menerpa. Karena hanya kepada Allah kita menyembah dan memohon pertolongan.

 Nostradamus


Nostradamus adalah peramal yang paling terkenal pada masanya. Peramal bernama lengkap Michel de Nostredame ini lahir pada 14 Desember 1503 di St. Remy, sebuah kota kecil di Perancis. Nama Nostradamus melejit setelah hasil karyanya yang berjudul Les Propheties terbit pada tahun 1555. Sejak itu, para penyuka ramalan selalu mencermati ramalan pria berdarah Yahudi ini karena ketepatan ramalan-ramalannya.

Banyak yang meyakini kalau kemampuan Nostradamus meramal, karena dia memiliki kemampuan clairvoyance, yakni kemampuan untuk melihat masa depan. Apalagi karena kedua kakeknya juga memiliki kemampuan ini. Sayangnya, setiap ramalan yang dibuat terlalu sulit untuk dimengerti, karena selain mengandung unsur permainan acak kata, juga terdapat sandi-sandi angka, anagram, dan simbologi yang misterius.

Ramalan Nostradamus yang telah terbukti yaitu tentang kematian tragis raja prancis, kebakaran besar London, revolusi Prancis, Louis Pasteur, Adolf Hitler, bom Hiroshima dan Nagasaki, pembunuhan John F Kennedy dan Robert Kennedy serta terror 9/11. Pada awal tahun 2021, ramalan Nostradamus kembali di angkat ke media dan dihubungkan akan terjadi pada tahun ini. adapun ramalan yang diambil dari syairnya yang jika diartikan ke bahasa Indonesia berbunyi:

Sedikit manusia saat ini : Setengah mati untuk memulai semua dari awal
Ini hanya berarti satu hal: datangnya kiamat
zombie.
Ayah dan ibu meninggal karena kesedihan yang tak terbatas
Wanita yang sedang berduka, monster yang menyebalkan
Yang Agung tidak ada lagi, seluruh dunia akan berakhir.

Setelah masalah besar bagi umat manusia, yang lebih besar disiapkan
Penggerak Agung memperbarui zaman
Hujan, darah, susu,
kelaparan, baja, dan wabah
Apakah api di langit terlihat, percikan yang panjang mengalir

Jika melihat dari syairnya tersebut pada bait pertama hal ini mungkin terjadi pada tahun 2020 dimana banyak manusia yang meninggal karena covid-19. Dimana kejadian di Wuhan, China penderita covid kala itu bertingkah layaknya zombie. Bagi anggota keluarga yang terpapar covid-19 tentu akan bersedih atas apa yang menimpa keluarganya. Namun yang jadi permasalahan yaitu pada bait selanjutnya. Pada bait inilah banyak yang percaya bahwa tahun 2021 akan menjadi tahun dengan masalah yang lebih besar. Dimana akan terjadi kelaparan dimana-mana, wabah yang masih belum selesai bahkan pada kalimat terakhir banyak yang mengasumsikan akan terjadi hujan Asteroid. Masyarakat yang mempercayai hal itu mungkin akan berharap-harap cemas dengan penggambaran yang mengerikan tersebut.

Itulah beberapa ramalan yang mungkin akan terjadi ditahun 2021 yang terdengar mengerikan dan juga memprihatinkan. Dimana kekacauan akan terjadi dengan banyak bencana, kelaparan, fitnah dan juga kejahatan. Mempercayai ramalan tidaklah dibolehkan dalam agama, karena akan mengganggu keimanan kita dengan hal-hal yang belum terjadi. Lebih baik kita semakin mendekatkan diri kepada Tuhan yang maha esa. Karena atas kehendaknya semua hal yang terjadi di dunia ini. Walau tanpa kita sadari sesungguhnya keadaan tersebut sudah terlebih dahulu di sampaikan oleh Rasulullah tentang keadaan akhir zaman. Karena saat ini kita memang tengah berada di akhir zaman yang penuh dengan tipu muslihat. Mantapkan keimanan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan yang maha esa. Agar kita tidak terpedaya oleh tipu muslihat dunia.

 


Penyusun : Riskyrito

Penyunting : Argha Sena

Referensi        : kurio.iid, lingkarmadiun.pikiran-rakyat.com, liputan6.com,

                        tribunnews.com, Wikipedia.org

0 komentar:

Post a Comment