Sunday, May 16, 2021

SEJARAH Berdirinya Negara Israel


Gerakan Zionisme tak akan solid tanpa kebaikan hati Inggris. Gerakan Zionisme adalah gerakan nasional orang Yahudi dan budaya Yahudi yang mendukung terciptanya sebuah tanah air Yahudi di wilayah yang didefinisikan sebagai Tanah Israel. Inggris merealisasikan dukungannya sejak Deklarasi Balfour pada 2 November 1917. Imigrasi orang-orang Yahudi ke Palestina pun menguat pasca-Perang Dunia I atau saat wilayah Transyordan dikontrol Inggris atas nama Mandat untuk Palestina. Mengingat legalitas mandat akan berakhir pada pertengahan Mei 1948, orang-orang Yahudi kemudian menginisiasi manuver yang telah dicita-citakan sejak akhir abad ke-19: pembentukan negara baru. Bekal mereka adalah kebijakan PBB, lembaga yang saat itu usianya baru tiga tahun dan dipasrahi Inggris untuk menstabilkan kawasan pasca-Perang Dunia II. PBB memutuskan untuk memecah Palestina menjadi dua negara: satu untuk Arab dan satu untuk Yahudi. Pembagian teritorinya kurang lebih setengah-setengah.

Rencana itu diterima mayoritas warga Yahudi, tapi ditolak mayoritas warga Arab. Negara-negara Arab mengajukan peninjuan kembali ke Pengadilan Internasional mengenai kompetensi Majelis Umum PBB dalam memutuskan pembagian wilayah negara. Akan tetapi permintaan tersebut ditolak.

Tuvia Frilling dan S. Ilan Troen dalam Proclaiming Independence: Five Days in May from Ben-Gurion's Diary (1998) mencatat prosesnya bermula dari pembentukan Minhelet HaAm. Minhelet HaAm adalah badan legislatif sementara komunitas Yahudi yang diketuai David Ben-Gurion. Ben-Gurion menjelma sebagai sosok penting sejak menjabat sebagai Kepala Eksekutif Organisasi Zionis Dunia. Ia dan anggota lain di Minhelet HaAm bertugas menyusun rancangan deklarasi. Hasil final tidak menyebutkan di mana batas-batas wilayah negara baru. Awalnya akan didasarkan pada keputusan pembagian dua negara oleh PBB. Tapi Ben-Gurion sukses memengaruhi forum untuk menolaknya sebab keputusan itu ditolak komunitas Arab.

Dokumen sejarah pemerintah Israel menyebutkan sebenarnya ada tiga nama negara baru yang didiskusikan oleh Minhelet HaAm. Ketiganya adalah Palestina atau Filastin, Zion atau Sayoun, dan Israel atau Eesra’il. Dasar pokok pemilahannya ada dua. Pertama, sesuai keputusan PBB, akan ada negara Arab yang berdiri berdampingan dengan negara Yahudi. Kedua, negara Yahudi baru turut mencakup minoritas Arab yang perlu dipertimbangkan perasaannya. Mereka menyisihkan nama Palestina sebab "sangat mungkin bahwa negara Arab yang akan didirikan di Tanah Israel juga akan disebut Palestina di masa depan, yang dapat menyebabkan kebingungan.”

Forum juga menolak nama Zion sebab istilah “Zion” karena mengandung makna peyoratif atau merendahkan di dunia Arab. Menyebut negara sebagai “Zion” juga dipandang akan menyulitkan warga Arab yang tinggal di negara baru tersebut. Sumber berbeda menyebut ada beberapa alternatif lain. Antara lain Eretz Yisrael (Tanah Israel), Ever (dari nama Eber, leluhur bangsa Israel), dan Judea. Semuanya turut tersingkir. Pada akhirnya forum memilih Eesra’il atau Israel.

ada 14 Mei 1948, Kepala Badan Yahudi, David Ben-Gurion memproklamasikan negara Israel yang menjadikan Israel negara Yahudi pertama dalam 2.000 tahun. Di Tel Aviv, Ben-Gurion menandatangani deklarasi pembentukan Israel. Dia kemudian menjadi perdana menteri Israel pertama.

Di bising kejauhan dari tempat deklarasi, gemuruh senjata terdengar dari pertempuran antara orang Yahudi dan Arab. Hal itu terjadi setelah penarikan pasukan Inggris. Mesir juga melancarkan serangan udara terhadap Israel malam itu. Keesokan harinya, pasukan dari Mesir, Transyordan, Suriah, Libanon, dan Irak menyerbu.

Meski ada pemadam listrik di Tel Aviv dan kekhawatiran invasi Arab, orang-orang Yahudi dengan gembira merayakan kelahiran negara baru mereka. Kegembiraan mereka ditambah dengan tersiarnya kabar bahwa Amerika Serikat (AS) telah mengakui negara Yahudi itu.

Israel memiliki asal-usul dalam gerakan Zionisme yang didirikan pada akhir abad ke-19 oleh orang-orang Yahudi di Kekaisaran Rusia. Zionis menyerukan pembentukan negara Yahudi teritorial setelah mengalami penganiayaan. Negara Israel pertama kali dicetuskan oleh jurnalis Yahudi-Austria Theodor Herzl pada 1896. Menurutnya pembentukan negara Yahudi adalah satu-satunya cara untuk melindungi orang Yahudi dari anti-Semitisme.

Setelah Perang Dunia I, Liga Bangsa-Bangsa menyetujui Mandat Inggris atas Palestina sebagai "negara orang Yahudi". Pada 1947, PBB menyetujui pembagian Palestina menjadi dua negara yaitu satu negara Yahudi dan satu negara Arab. Puncaknya pada 14 Mei 1948, Israel memproklamasikan kemerdekaannya dan ini segera diikuti oleh peperangan dengan negara-negara Arab di sekitarnya yang menolak rencana pembagian ini.

Orang-orang Arab Palestina dibantu oleh sukarelawan dari negara-negara lain berperang melawan pasukan Zionis. Namun pada 14 Mei 1948, orang-orang Yahudi telah mendapatkan kendali penuh atas bagian Palestina yang dialokasikan oleh AS dan juga beberapa wilayah Arab.

Selama konflik Arab-Israel ketiga atau Perang Enam Hari 1967, Israel kembali meningkatkan perbatasannya. Israel merebut dari Yordania, Mesir, dan Suriah Kota Tua Yerusalem, Semenanjung Sinai, Jalur Gaza, Tepi Gaza, Tepi Barat, dan Dataran Tinggi Golan.

Pada 1979, Israel dan Mesir menandatangani perjanjian perdamaian bersejarah di mana Israel mengembalikan Sinai dengan imbalan pengakuan dan perdamaian Mesir. Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menandatangani perjanjian perdamaian besar pada tahun 1993, yang membayangkan implementasi bertahap pemerintahan sendiri Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Namun, proses perdamaian Israel-Palestina bergerak lambat.

Pada 2000 pertempuran besar antara Israel dan Palestina berlanjut di Israel dan wilayah-wilayah pendudukan. Hingga kini, proses perdamaian di antara kedua negara belum tercapai.
Perdana Menteri Israel periode kini Benjamin Netanyahu telah berulang kali mengutarakan niatnya untuk secara resmi mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat. Karena dia meyakini AS akan mendukung langkah tersebut.

Keyakinannya memang tak meleset. Duta Besar AS untuk Israel David Friedman telah mengatakan negaranya siap mengakui kedaulatan Israel di Tepi Barat setelah syarat-syarat yang ditetapkan negaranya dilaksanakan.

Itulah sekelumit sejarah berdirinya negara Israel yang dideklerasikan pada tanggal 14 Mei 1948. Setelah deklarasi dilakukan terjadi banyak Konflik yang timbul dan tenggelam. Konflik-konflik tersebut menyebabkan ratusan ribu nyawa melayang terutama rakyat palestina yang tidak berdaya dan ada lebih banyak lagi yang dipaksa mengungsi. Wajah Timur Tengah tak lagi sama hingga berdekade-dekade setelahnya bahkan sampai detik ini.

Editor    : Argha Sena
Sumber : tirto.id, republika.id


0 komentar:

Post a Comment