Tuesday, January 28, 2020

Ini Lah Bangsa ya'juj Dan ma'juj (Memiliki Mata Sipit) Bangsa Bar-Bar

Ilustrasi


ya'juj dan ma'juj adalah dua suku yang akan muncul pada Akhir zaman. Ya’juj dan Ma’juj adalah sekelompok yang sangat banyak jumlahnya dan mereka memiliki sifat perusak dan penghancur kehidupan di bumi. dan mereka akan berperang melawan Nabi Isa beserta pasukannya di bukit Thursina. Kemunculan suku ini merupakan salah satu tanda besar hari Kiamat

Seperti yang kita yakini bersama bahwa Ya’juj dan Ma’juj akan keluar menjelang hari kiamat nanti, mereka akan berperang melawan nabi Isa a.s dan akan dihabisi olehnya. Bahkan, kedatangan mereka sudah tertulis di dalam Alquran sebagai berikut,

“Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): “ celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim”.” [QS. Al-Anbya ayat 96-97]

jika di terjemahkan isi kandungan dalam bahasa indonesia adalah, kurang lebih seperti berikut :

''Apabila tembok penutup Ya’juj dan Ma’juj dibuka, dan mereka merangsek segera dari dataran-dataran yang tinggi, dan mereka kemudian menyebar di sisi-sisinya dengan tepat. Dan telah dekatlah Hari Kiamat, dan tampaklah kengerian-kengeriannya. Tiba-tiba pandangan-pandangan orang-orang kafir terbelalak terbuka tidak bisa berkedip dikarenakan dahsyatnya rasa takut mereka. Mereka memekikkan kecelakaan bagi diri mereka dalam penyesalan dengan berkata, “Celaka kami, kami telah bermain-main lagi lalai terhadap hari ini dan untuk mempersiapkan diri untuk menyongsongnya. Dan kami dengan sikap itu telah menzhalimi diri sendiri.” 

Lalu sebenarnya siapakah Ya’juj dan Ma’juj ini? bagaimana rupa mereka dan bagaimana pula sifat mereka? berikut ini penjelasannya.

Jadi sebenarnya, sosok Ya’juj dan Ma’juj ini bukanlah monster, jin, atau yang lain nya. Mereka adalah golongan manusia dan keturunan Adam seperti kita. Ibnu Katsir menerangkan bahwa mereka ini adalah keturunan dari nabi Nuh a.s dari keturunan anaknya, Yafits yakni Magogh bin Yafits bin Nuh bin Lamik (Lamaka) bin Metusyalih bin Idris bin Yarid bin Mahlail bin Qianan bin Anusy bin Syits bin Adam. Magogh inilah yang menjadi cikal bakal bangsa Ya’juj dan Ma’juj.

Meskipun mereka semua adalah masih golongan bangsa manusia, namun mereka memiliki ciri yang sangat khas yakni mereka memiliki sifat perusak. Dan lagi, jumlah mereka sangatlah banyak. Bahkan di ibaratkan jika mereka nanti turun dari tempat-tempat yang tinggi maka akan terlihat seperti air yang mengalir.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Belum akan tiba kiamat sehingga kaum muslim memerangi kaum ‘Turk’ (Tartar), kaum yang wajahnya (licin dan lebar) seperti perisai. Mereka akan mengenakan pakaian (yang terbuat) dari bulu, dan mereka berjalan mengenakan (sepatu yang terbuat) dari bulu”. (HR. Muslim, Abu Dawud, dan an-Nasa’i)

Dan Para Yakjuj & Makjuj yang dikenal sebagai manusia kejam tersebut berpostur tubuh yang tak biasa, mereka selalu merusak setiap hal yang dilewati. Kaum Yakjuj dan Makjuj tersebut tinggal di antara dua gunung. Mereka selalu mengganggu kaum di bukit dengan merampas dan merusak segala sesuatu, baik tanaman maupun ternak.

Menurut penjelasan lain, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan tiba Kiamat hingga kalian memerangi kaum yang alas kakinya terbuat dari bulu. Dan kiamat tidak akan tiba sampai kalian memerangi kaum yang bermata kecil dan berhidung mancung” (HR. Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)

Dua hadis ini cocok dengan apa yang terjadi terhadap ciri-ciri dan serangan bangsa Mongolia, maka salah satu genetika rasnya adalah sama dengan yang di jumpai pada bangsa ini.

dan semoga kita semua mati dalam keadaan muslim (berserah diri), dan kita di hidupkan dalam keadaan muslim (berserah diri), dan di satukan  dengan orang-orang yang soleh.

Wallahua'lam bishowab


Penyunting : elanurhidayah

0 komentar:

Post a Comment