Tuesday, January 28, 2020

Kesombongan Presiden China Dibayar Lunas Oleh 2019-nCoV dari Wuhan | Pegawai Jalanan

Wuhan Menjadi Kota Hantu
Kabar menggemparkan karena adanya wabah virus di kota Wuhan China dan menyebar dengan cepat ke kota lainnya bahkan negara-negara tetangga, membuat dunia kembali dirundung kecemasan. Setidaknya sampai tanggal 28 Januari 2020 sebanyak 106 orang warga China, dinyatakan tewas akibat penyakit pernapasan akut yang disebabkan oleh virus corona terbaru dan pastinya akan bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Hingga Selasa (28/1), ada 4.515 orang lainnya terinfeksi, dan sekitar 22 juta orang di kota Wuhan dan Huanggang terpaksa diisolasi untuk mencegah penyebaran virus corona.
Saat ini virus corona jadi masalah besar bagi China dan dunia. Virus ini menginfeksi ribuan orang, menghentikan semua perjalanan transportasi di beberapa kota besar di China, melumpuhkan perekonomian di Wuhan dan Huanggang, dan menyebar ke negara-negara lainnya sampai saat ini menjadi 16 negara yang sudah dikonfirmasi memiliki kasus virus corona, negara-negara tersebut yaitu Singapura, Thailand, Vietnam, Kamboja, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Taiwan, Australia, Kanada, Sri Lanka, Jerman dan yang teranyar dilaporkan di Prancis, Nepal bahkan Malaysia juga sudah kasus yang dikonfirmasi positif.Malapetaka dari virus corona pertama kali terjadi pada 31 Desember 2019. Menyerang sekitar 44 orang dengan laporan kasus penyakit tidak dikenal. Kebanyakan orang yang terinfeksi ialah pemilik kios yang berjualan di pasar grosir makanan laut Huanan Wuhan. Pada 9 Januari 2020, pemerintah China berhasil mengidentifikasi virus pernapasan misterius yang menjangkit warganya. Itu tak lain disebabkan oleh virus corona jenis baru yang secara resmi telah diberi nama novel coronavirus atau 2019-nCoV oleh Centers for Disease Control and Prevention di Amerika Serikat.
2019-nCoV
Beberapa bulan yang lalu yaitu pada tanggal 01 Oktober 2019 Presiden China Xi Jin Ping pernah berpidato saat perayaan 70 tahun berdirinya negara China, dia mengatakan "Tidak ada kekuatan yang dapat mengguncang China". Pidato ini benar-benar di realisasikan dengan mulai mengacau ZEE Indonesia, mengklaim wilayah di laut China Selatan yang kaya akan sumber daya alam. Padahal wilayah itu sangat jauh dari garis pantainya, malah harusnya yang berhak adalah beberapa negara tetangga kita di Asia Tenggara seperti Malaysia, Brunei, Vietnam, Filipina dan lain sebagainya.
Tapi karena kesombongannya dan merasa jumawa mempunya kekuatan militer terkuat di kawasan Asia bahkan dunia, maka China merasa sudah saatnya menyombongkan diri dengan menebar kapal-kapal militernya di kawasan laut china selatan, meraka juga disinyalir membangun pangkalan militer di kepulaun spartly. Bahkan pada awal bulan Januari 2020 ini mereka berani memasuki area ZEE Indonesia di perairan Natuna, karena dia yakin tidak ada negara yang berani menentang nya secara militer, dan kalian tahu sendiri Indonesia sedikit tidak berkutik menghadapi ini.
Belum lagi masalah penindasan terhadap Muslim Uyghur yang di paksa untuk meninggalkan syariat agamanya, kabar itu sudah lumrah dan tersebar sangat jelas dimedia-media yang ada di dunia ini. Bahkan pemerintah China memasukan warga muslim uyghur kedalam kamp-kamp konsentrasi yang digunakan untuk mencuci otak para muslim uyghur agar bisa mengikuti apa yang menjadi agenda pemerintahan komunis China.Tidak berapa lama datanglah wabah yang melanda China, akibat peristiwa tersebut banyak spekulasi yang beredar di masyarakat, yang pertama adalah bahwa virus penyebab wabah mengerikan itu disebabkan oleh hobby makan penduduk wuhan China yang sangat ekstrime dengan memakan kelelawar, dan hewan-hewan lainnnya yang tidak lazim bagi kita di Indonensia ataupun di Malaysia. Karena beberapa sumber ada yang mengatakan bahwa virus Corona ditularkan oleh kelelawar yang mereka makan. Yang kedua adalah, ada yang menduga bahwa virus 2019-nCoV ini merupakan senjata biologi yang sengaja dikembangkan pemerintah China dari virus corona yang pernah melanda dunia saat tahun 2002 yang lalu yang dikenal dengan SARS dan akhirnya bocor menyerang warganya sendiri.
Xi Jin Ping

Dari kedua asumsi dan dugaan tersebut, yang harus menjadi perhatian kita sebagai umat beragama terutama Islam adalah bukan asal virusnya dari mana, akan tetapi hikmah dan pelajaran yang wajib kita ambil dari kejadian ini. Dalam agama sudah banyak contoh orang-orang atau raja-raja sombong yang akhirnya hancur karena kesombongannya sendiri, kita sebut saja namrudz yang meyombongkan diri atas kesehatan, kecerdasan, kekayaan dan segala sesuatu yang dia punya didunia. Dan pada akhirnya Namrudz mati mengenaskan karena dihajar oleh seekor nyamuk yang masuk kedalam kepalanya.
Begitu juga Negara adi daya seperti China, bukan nyamuk malahan yang menggoyangnya akan tetapi virus yang ukurannya beribu-ribu kali lebih kecil dari nyamuk. Semoga dengan kejadian luar biasa ini pemerintah China jadi sadar akan adanya Tuhan yang bisa mengubah apapun kalau Dia berkehendak. Semoga China juga tidak lagi menindas Masyarakat uyghur lagi seperti yang sudah-sudah, tidak lagi mengacau wilayah Laut Natuna Utara yang masih disebut Laut China Selatan yang jelas-jelas bukan Haknya. Terlalu jauh China melayau atau bermain, kenapa tidak antartika dan samudra hindianya diklaim menjadi wilayah mereka.
Mari kita bersama-sama mengambil pelajaran yang sangat berharga tersebut, di zaman modern seperti sekarang ini ada contoh peristiwa yang dapat diambil pelajaran bagi kita khususnya umat beragama. Kita sebagai warga Negara Indonesia dan Malaysia jangan takut dengan wabah virus ini, karena kita tahu bahwa mati itu pasti akan menjemput kita, dan sebagai bocoran untuk kalian bahwa virus-virus tersebut biasanya akan mati jika sampai di wilayah udara Indonesia dan Malaysia karena kita mendapat sinar matahari penuh setiap harinya karena virus akan mati jika terpapar sinar matahari. Akan tetapi kita harus tetap wajib waspada dan menghindari tempat-tempat yang ramai terutama tempat yang menjadi transit internasional yang memungkinkan orang dari negara yang terkena wabah memasuki tempat tersebut. Semoga bermanfaat.
Penulis : Argha Sena

0 komentar:

Post a Comment