Monday, December 23, 2019

Kisah Nabi Daud Mengalahkan Raja Jalut | Pegawai Jalanan



Di dalam rukun iman ke empat kita di perintahkan untuk mengimani Rosul dan Nabi, dan yang kita ketahui hanya ada 25 Nabi tapi sebenar nya ada banyak lagi Nabi yang tidak kita ketahui,'Aqidah Al-Awwam karya Sayyid Ahmad Al-Marzuki Al-Maliki, yang ditulis pada tahun 1258 H. Pada kitab tersebut dibahas mengenai jumlah Nabi dan Rasul, Alquran tidak  menyebutkannya. Hanya saja, yang wajib diketahui berjumlah 25 Nabi.

namun salah satu nabi yang akan kita bahas di materi ini ialah nabi Daud A.s, yang merupakan seorang nabi dan rasul dalam agama Islam. Beliau juga dikenali sebagai David oleh orang Yahudi dan Kristian. Beliau merupakan raja kedua dan yang paling terkenal dalam kerajaan Israel. 


Allah telah mengaruniakan Nabi Daud beberapa mukjizat. salah satu Mukjizat terbesarnya adalah Kitab Zabur. Ketika Nabi Daud mengalunkan bacaan Kitab Zabur, orang yang sakit akan menjadi sehat. 

Mukjizat lain yang sangat menakjubkan adalah kepandaian Nabi Daud melenturkan besi dan membuat baju perang. Pada suatu ketika, Allah berfirman kepada Nabi Daud untuk membuat baju besi. “Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud karunia Kami. (Kami berfirman), “Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud”, dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya, dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Saba: 10-11).

langsung saja kita masuk ke cerita ketika Nabi Daud muda yang pada saat itu masih remaja beliau  mengalahkan Jalut raksasa.

ketika Nabi daud masih berusia 9 tahun beliau ikut mengangkat senjata bersama kakaknya, namun beliau tidak di izin kan di barisan depan melain kan di barisan belakang dan hanya boleh melayani kakak nya saja,jika lapar atau haus untuk menyiapkan makanan dan minuman.

Talut mengumpulkan kekuatan Bani Israil untuk melawan kelompok penindas pimpinan Jalut. Talut pun memilih 70 ribu pemuda sebagai prajuritnya. Mereka berbaris dengan perlatan lengkap dan berangkat untuk memerangi tentara Jalut. Jalanan sahara membuat pasukan begitu lelah dan sangat kehausan. Di tengah perjalanan, Allah menguji pasukan Talut dengan sungai yang mengalir diantara Yordania dan Palestina.

Sebelum berangkat untuk berperang, Raja Talut telah mewanti-wanti kepada pasukan nya agar tak meminum air sungai tersebut kecuali seciduk tangan saja untuk menghilangkan dahaga. “Sungguh Allah akan menguji kalian dengan sungai. Siapapun yang meminum air dari sungai itu maka ia tidak akan menemaniku,” ujar Talut.


Namun nafsu menguasai sebagian besar pasukan Talut. Mereka pun melanggar perintah pemimpin mereka dengan meminum air sungai tersebut sepuas-puasnya. Dari 70 ribu pasukan, hanya sekitar 300an orang saja yang mematuhi Talut.

Mereka terdiri dari orang-orang shalih, salah satu diantara mereka ialah Daud (David) yang saat itu belum diangkat sebagai seorang nabiyullah


Dengan berat, Talut pun melanjutkan perjalanan hanya dengan 300 prajurit. Paukan lain yang tamak meminum air sebanyak-banyaknya tersebut menjadi pucat dan takut berperang. Dengan jumlah yang minim, mereka maju berperang melawan pasukan Jalut yang bertubuh besar dan perkasa.

Dibawah komando Talut, pasukan tersebut pun berdoa agar diberikan kesabaran dan kemenangan, “Ya Tuhan kami, berikanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir,” panjat mereka sebelum terjun ke kancah pertempuran.

dengan keberanian pasukan talut melawan pasukan jalut yang jumlahnya lebih banyak, namun walau pun jumlah pasukan jalut banyak tapi tetap saja mereka di kalah kan oleh pasukan talut hinga yang tersisa hanya Jalut dan pengawalnya saja.

Pada saat itu raja Talut dan pengikutnya tidak ada yang berani melawan Jalut, Lalu Nabi daud menawarkan diri dan meminta izin kepada Talut untuk melawan Jalut, lalu dengan hati ragu Talut mengizin kan Nabi daud melawan Jalut, berulang kali Jalut menebaskan pedang nya kearah Nabi daud tanpa henti .Namun, siapa sangka Daud berhasil menghindari hujaman pedang yang terus ditebaskan Jalut. berkat keteguhan iman nya kepada allah Swt maka pertolongan pun di turunkan kepadanya. Di suatu kesempatan, Daud memiliki celah untuk melepaskan peluru batu ketapelnya hingga mengenai dahi jalut. Gagal menghindar, Ia pun berteriak kesakitan sebelum akhirnya roboh dengan dahi yang pecah dan mati.

Menurut cerita, tiga batu tersebut bukanlah batu biasa. Selama perjalanan menuju medan peperangan, Daud mengambil tiga batu satu per satu karena batu-batu itulah yang meminta untuk dipungut. “Daud, bawalah kami ikut serta,” ujar batu pertama. Setelah beberapa jarak, batu kedua pun mengucap hal sama, demikian pun batu ketiga. Daud mengambil batu tersebut dan menyimpannya. Hingga di tengah kancah pertempuran, batu itu beraksi membunuh raja Jalut yang kejam yang telah menyiksa Bani Israil.

Sebelumnya, Talut pernah berjanji barangsiapa yang berhasil membunuh Jalut maka akan dinikahkan dengan putrinya serta memberinya separuh kepemimpinan kerajaan Bani Israil, tak hanya itu Allah pun mengangkat nabi daud sebagai Nabi dan Rosul serta di turun kan nya kita zabur.Hingga usia Daud mencapai 40 tahun, Talut meregang nyawa. Daud pun menggantikan posisi Talut menjadi raja Bani Israil.

Demikian lah kisah Nabi daud a.s melawan Raksasa jalut dan berhasil mengalahkan nya, semoga kisah ini dapat mempertebal iman kita dan semakin percaya kebesaran dan kuasa Allah SWT.
amin Yarabalallamin









0 komentar:

Post a Comment