F PEGAWAI JALANAN: KEGIATAN LAINNYA
Tampilkan postingan dengan label KEGIATAN LAINNYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEGIATAN LAINNYA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Februari 2019

Enrique Dari Melaka Yang Turut Andil Dalam Kematian Ferdinand Magellan I Pegawai Jalanan


Berkas:HenriqueofMalacca.jpg

Enrique dari Melaka atau Panglima Awang atau Henry The Black dan Enrique of Malacca merupakan seorang keturunan melayu yang turut serta dalam misi pelayaran Ferdinand Magellan untuk mengelilingi dunia. Meskipun berstatus budak, Magellan berharap ia bisa dimanfaatkan sebagai penerjemah dan pembantu di dalam kapal Ferdinand Magellan saat memasuki wilayah Asia.
Ia telah diberikan nama Kristen 'Enrique' (bahasa Spanyol) atau 'Henrique' (bahasa Portugis) setelah dibaptis dalam Gereja Katolik Roma oleh pihak Portugis pada hari penangkapannya yang merupakan perayaan St. Henry. Asal usul Enrique diperdebatkan oleh ramai sejarawan. Ada yang menyatakan dia dari Melaka, Sumatera, Maluku dan dari Cebu. Sumber mengenai Enrique hanya dalam tulisan Pigafetta, wasiat Magellan, dan dokumen resmi Casa de Contratación de las Indias.
Pembaptisan Enrique diakui oleh Magellan dalam surat wasiatnya. Magellan menyatakan bahwa ia orang Malaka.
Magellan bersama Diego Lopez de Sequiera berlayar ke Melaka pada 1 September 1509 dan merupakan pelaut Eropa pertama yang berhubungan langsung dengan Semenanjung Tanah Melayu. Magellan juga terlibat dalam menyerang Melaka pada tahun 1511 dan menawan banyak pemuda Melayu untuk dijadikan budak. Salah satunya adalah 'Enrique' yang diperkirakan berusia 18 tahun. Magellan membawanya kembali ke Spanyol.
Enrique yang terlibat dalam perlawanan Malaka melawan Magellan, kemudian dijadikan budak dan selanjutnya diharapkan menjadi penerjemah bagi Magellan untuk berhubungan dengan orang-orang di Asia Tenggara menuju Lisbon pada tahun 1512.
Berkas:Ferdinand Magellan.jpg
Ferdinand Magellan
Kisah pelayaran Ferdinand Magellan dicatat dalam diari Antonio Pigafetta, seorang relawan Italia yang turut serta bersama Ferdinand Magellan. Ia mengatakan Enrique adalah seorang Melayu yang ditangkap dan dijadikan hamba dalam kapal tersebut.
Ketika Raja Portugis menolak permintaannya berlayar keliling dunia, Magellan beralih kepada Raja Charles I dari Spanyol pada 1517. Portugis telah menguasai Melaka dan kepulauan rempah khususnya di Maluku. Magellan memberi saran kepada Spanyol bisa menguasai perdagangan rempah di Asia Tenggara melalui jalur barat. Raja Charles I setuju dengan saran Magellan itu. Akhirnya Magellan diberikan lima kapal bekas, San AntonioConceptionVictoriaSantiago dan kapalnya sendiri Trinidad bersama kelasi sebanyak 270 orang.
Mereka meninggalkkan pelabuhan Sanlucar de Barrameda pada 20 September 1519. Mereka berlayar menyeberangi Samudra Atlantik. Kemudian tiba di benua Amerika Latin dan menyeberangi Samudra Pasifik.
Akhirnya pada 16 Maret 1521, setelah berlayar selama 18 bulan, mereka sampai di satu lokasi di kepulauan Filipina yang bernama Samar. Tempat ini dianggap masih jauh dari kepulauan rempah di Nusantara. Pemuda yang bernama Enrique bertindak sebagai juru bahasa karena bahasa di Filipina dan Nusantara dipahami oleh Enrique untuk mendapatkan pasokan makanan, minuman, pertukaran barang, berhubung dengan pedagang, mengirim pesan perdamaian dan berhubungan dengan pemimpin dan masyarakat setempat di Nusantara.
Di Kepulauan CebuFilipina, Ferdinand Magellan telah terhubung dengan Raja Humabon. Raja Humabon bersama 800 orang rakyat di Cebu, Filipina berhasil dibaptis oleh Ferdinand Magellan. Magellan menyatakan penduduk Cebu sebagai warga Tuhan Spanyol. Magellan memanggil penduduk Cebu sebagai 'Indian' karena berkulit gelap sebagaimana penduduk selatan India.
Gambar terkait
Pelayaran Ferdinand Magellan
Raj Humabon meminta Magellan membantunya memadamkan pemberontakan di desa Mactan yang dipimpin oleh Lapu Lapu. Pada hari Sabtu 27 April 1521 Magellan menyerang kampung Lapu Lapu dengan 60 orang menggunakan senapan, meriam, senjata besi dan lain-lain. Sementara Lapu-lapu bersama 1500 pahlawan hanya menggunakan bambu runcing dan panah beracun.
Sayangnya Magellan menjadi korban pertama serangan karena lengan kanannya terkena panah beracun. Pengikut Magellan pula lari lintang - pukang kembali ke kapal untuk menyelamatkan diri dari serangan balasan yang tidak terduga itu. Magellan telah tersungkur dan mati. Peperangan disebut dalam sejarah Filipina sebagai Perang Mactan.
Meskipun dicatat telah tewas saat Magellan sampai di Cebu, sebenarnya Enrique masih hidup pada tanggal 1 Mei 1521. Ia ikut dalam jamuan makan bersama Rajah Humabon. Antonio Pigafetta mencatat bahwa João Serrão yang selamat dari pembantaian, bersaksi bahwa semua peserta jamuan itu dibantai, kecuali Enrique.
Argumentasi dari Giovanni Battista Ramusio menyatakan bahwa Enrique mungkin mengingatkan Kepala Suku Subuth itu bahwa orang-orang Spanyol ini berniat berkomplot untuk menangkap raja, yang memancing terjadinya pembantaian. Ia lalu ditinggalkan di Cebu, dan setelahnya tak ada lagi catatan mengenai Enrique.

Referensi :
1).  Pigafetta, Antonio, journal, quoted in Skelton, R.A., 'Magellan's Voyage—A narrative Account of the First Circumnavigation', New Haven: Yale University Press, 1969
2).  Zweig, S. Magellan. 'Der Mann und seine Tat', Wien-Leipzig-Zürich, 1937 and Fischer Taschenbuch Verlag, 1983
3).  Pintado, M J, 'Portuguese Documents On Melaka', National Archives of Malaysia, 1993
4).  https://id.wikipedia.org/wiki/Enrique_dari_Melaka

Rabu, 30 Januari 2019

Inilah Rahasia Mengapa Penduduk Mekah Jarang Sakit

Di Makkah rumah sakit pada sepi, beda dengan di Indonesia, memang beda dan tidak sama, yang membedakan adalah aqidah dan syariatnya. Inilah rahasia mengapa di Mekkah rumah sakit sangat sepi, jarang sekali pasien yang datang.
Ada seorang dokter membuka klinik di Tanah Suci (Makkah Mukarramah). Selama 6 bulan berpraktek, tidak ada seorang pasien pun yang datang untuk berobat. Hingga beliau merasa heran, apakah orang-orang di sini tidak pernah sakit?
Akhirnya beliau dapati jawabannya, dari salah seorang muslim di sana:
Bila kami sakit, ikhtiar pertama yang kami lakukan ialah sholat dua rakaat, dan memohon kesehatan kpd Allah. Insyaa Allah sembuh dengan izin dan kasih sayang-Nya. Kalau belum sembuh melaukan ikhtiar kedua,
Ikhtiar ke-dua Yaitu baca Al Fatihah / surat-surat lain, tiupkan pada air dan minum. Dan alhamdulillaah kami akan sehat. Inilah Ruqyah untuk diri sendiri. Tapi kalau belum sehat juga, kami lakukan ikhtiar yang ketiga.
Ikhtiar ke-tigaYaitu bersedekah, dengan niat mendapatkan pahala kebaikan, dan dijadikan jalan penyembuh sakit kami. Insyaa Allah akan sembuh. Kalau tidak sembuh juga, kami akan tempuh ikhtiar yang keempat.
Ikhtiar keempatYaitu banyak-banyak istighfar, untuk bertaubat. Sebab, Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam beritahu kami, bahwa sakit adalah salah satu sebab diampuninya dosa-dosa. Kalau belum sembuh juga, baru kami lakukan ikhtiar yang kelima.
Ikhtiar ke-limaYaitu minum madu dan habbatussauda’.
Ikhtiar yang ke-enamYaitu dengan mengambil makanan herba, seperti bawang putih, buah tin, zaitun, kurma, dan lain-lain, seperti disebut dalam Al-Quran. Dan, Alhamdulillah. Laa hawlaa wa laa quwwataa illaa billaah.
Jika belum sembuh, baru kami ikhtiar ke-tujuh yaitu pergi ke dokter muslim yang soleh. Insyaa Allah akan diberi kesembuhan dari Allah azza wa jalla aamiin.
Semoga bermanfaat.
Sumber :
1).  https://islamidia.com/ini-rahasianya-mengapa-rumah-sakit-di-makkah-sepi-tidak-seperti-di-indonesia/